Melakukan rutinitas untuk sebagian orang rasanya membosankan. Tapi jika dilihat dari sisi yang lain, melakukan rutinitas yang teratur dan terjadwal sungguh membantu kita dalam menyelesaikan aktivitas dan tanggung jawab. Begitu pula dengan si Kecil.

Manfaat rutinitas ini tentu juga sangat baik untuk diajarkan pada si Kecil, untuk mengajarkan mereka hidup teratur sejak dini. Rutinitas memang tidak mudah buat beberapa orang, tapi bisa menjadi biasa karena dibiasakan.

Si Kecil yang masih dalam usia anak-anak seringkali merasa bosan dan malas untuk melakukan rutinitas. Wajar ya Bu, pada dasarnya di usia mereka yang masih kecil, mereka masih impulsif, ingin eksplorasi dunia di sekitar mereka, dan sering kali mengikuti emosi mereka. 

Sebagai contoh, tentu kebanyakan anak-anak lebih suka bermain daripada harus duduk diam. Atau, mereka lebih suka bermain dengan temannya dibandingkan belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah. Sehingga dalam mengajarkan rutinitas sebaiknya Ibu lakukan dengan fun way dan diberikan contoh penerapannya. Jangan sampai Ibu jadi sosok diktator yang mengajarkan rutinitas dengan sistem hukuman. Dampaknya, si Kecil akan melakukannya dengan terpaksa.

Tapi Bu, jangan lelah untuk mengajarkan apa itu rutinitas pada si Kecil ya. Dengan mengajarkannya sejak dini, hal ini bisa berdampak baik seperti mengajarkan si Kecil akan arti menyesuaikan diri di tengah banyaknya perubahan di sekitar.

Artikel Sejenis

Manfaat Mengajarkan Rutinitas kepada Anak-Anak

Berikut ini beberapa alasan mengapa rutinitas itu penting bagi si Kecil. Yuk, disimak, Bu!

  1. Mengajarkan si Kecil menjalani hidup sehat

    Rutinitas bisa mengajarkan anak-anak sejak usia awal mereka untuk melakukan kebiasaan hidup sehat, seperti menyikat gigi, minum obat secara teratur, berolahraga, atau mencuci tangan setelah menggunakan toilet.

    Secara otomatis dengan terbiasa akan rutinitas sehat, kesehatan si Kecil lebih terjamin dan terhindar dari stres yang bisa mengganggu mentalnya.

  2. Mempererat hubungan keluarga serta menumbuhkan rasa aman dan saling memiliki

    Rutinitas yang dibangun dari lingkungan rumah akan menciptakan suasana yang terorganisir dan membantu si Kecil merasa diperhatikan, terlindungi, serta aman. 

    Dengan membiasakannya sejak dini, hal ini dapat membantu anak menanggapi banyak perubahan dalam perkembangannya kelak di kemudian hari seperti pubertas, kelahiran adik, bencana, penyakit, atau pindah rumah.

    Rutinitas juga tidak terpaku dengan hal yang kaku. Rutinitas untuk menghabiskan waktu bersama dalam suasana liburan atau hiburan, dapat menumbuhkan rasa memiliki dan memperkuat hubungan keluarga. Misalnya, membacakan cerita bersama sebelum tidur, berbagi makanan, atau bermain bersama si Kecil bisa menjadi rutinitas yang berkualitas lho, Bu.

  3. Menumbuhkan keterampilan dasar dan tanggung jawab si Kecil

    Ketika si Kecil memiliki bagian dari rutinitas keluarga, hal ini bisa mengembangkan rasa tanggung jawab dan keterampilan dasar bagi si Kecil seperti manajemen waktu yang digunakan seumur hidup oleh setiap manusia termasuk si Kecil.

    Apalagi saat si Kecil mulai melakukan rutinitas mereka tanpa pengawasan orang tua, ini menunjukkan kemandirian dalam diri mereka mulai berkembang. Karena pada akhirnya nanti si Kecil akan bertanggung jawab akan dirinya sendiri bahkan berkembang untuk hal lainnya di masa dewasa.

Cara Mengajarkan Rutinitas pada si Kecil

Nah, jika sudah tahu akan manfaatnya, Ibu bisa lakukan cara-cara berikut untuk mengajarkan rutinitas pada si Kecil:

  1. Mengajak si Kecil membuat jadwal aktivitas

    Agar si Kecil memahami dan mengerti makna dari rutinitas, Ibu bisa buatkan bagan yang berisi daftar kegiatan si Kecil dalam sehari, lengkap dengan jam rutinnya. Misalnya kapan si Kecil harus sarapan, mandi pagi, makan siang, terus menerus hingga tidur malam. 

    Cara ini sekaligus mengajarkan mereka jika bermain atau screen time ada waktunya dan tidak bisa dilakukan sepanjang hari. Mereka juga bisa paham jika sebagai manusia, mereka butuh makan, membersihkan diri, dan beristirahat. Gunakan gambar, stiker atau warna pada bagan jadwalnya sehingga si Kecil tertarik untuk melihat dan memahaminya.

  2. Tetap berusaha mengikuti rutinitas dalam keadaan darurat atau liburan

    Dalam keadaan darurat atau saat liburan, sering kali rutinitas keluarga menjadi lebih fleksibel dan terdapat perubahan. Namun sebagai orang tua, Ibu bisa coba semaksimal mungkin untuk menyesuaikan kegiatan di hari itu sesuai dengan jadwal rutinitas si Kecil. Berikan juga pemahaman akan perubahan rutinitas ini di kondisi tertentu. Jangan lupa ingatkan dan bimbing mereka kembali saat kondisinya sudah normal ya, Bu.

  3. Membiasakan rutinitas dari waktu bangun

    Ibu bisa mengajarkan rutinitas mulai dari aktivitas paling awal di setiap hari dengan memiliki kesepakatan jam bangun tidur dengan si Kecil. Selain membiasakan rutinitas, Ibu bisa menyesuaikan juga kapan Ibu punya waktu untuk menikmati waktu Ibu sendiri. Jangan lupa selalu terlibat dalam rutinitas si Kecil di awal dia memulainya supaya mereka merasa dibimbing dan kemudian bisa terbiasa melakukannya sendiri.

  4. Menyepakati waktu sarapan

    Sarapan adalah waktu makan paling penting dalam sehari. Coba ajarkan ini pada si Kecil dengan membiasakan untuk sarapan bersama di meja makan sekaligus memberikan rasa kebersamaan dengan anak. 

  5. Menyesuaikan jadwal si Kecil

    Seiring bertambahnya waktu, jadwal rutinitas si Kecil tentu perlu disesuaikan dengan bertambahnya usia. Berikan juga tanggung jawab mulai dari yang terkecil; misalnya pada jam berapa ia harus mengerjakan PR nya, kapan harus sikat gigi sebelum tidur, atau membantu pekerjaan rumah di akhir pekan.

  6. Berikan apresiasi jika si Kecil bisa mengikuti jadwal dengan baik

    Di dalam jadwal rutinitas yang Ibu susun, jangan lupa selipkan kapan si Kecil bisa bermain, atau berekreasi dengan keluarga dan temannya. Jangan sungkan juga memberikan pujian ya Bu, ketika mereka melakukan aktivitas mereka dengan baik dan tepat waktu. Dari sini pula Ibu bisa mengevaluasi, kapan pengawasan Ibu perlahan mulai dikurangi sehingga kemandirian si Kecil semakin sempurna.

  7. Mengajarkan rutinitas in a fun way dan memberikan mereka contoh

    Dalam mengajarkan rutinitas, anak juga perlu untuk melihat prakteknya dari orang tua. Sehingga orang tua juga harus disiplin dengan rutinitas mereka sendiri sehingga anak akan mengikutinya juga. Sebaiknya tidak memberikan sistem hukuman supaya si Kecil paham jika rutinitas adalah bagian dari hidup dan tidak dilakukan dengan terpaksa. 

Supaya bisa lebih menyenangkan, Ibu bisa ajak si Kecil lomba menyanyi dalam rutinitas menyikat gigi, atau ikut bermain dengan mainan mereka dalam rutinitas waktu bermain si Kecil.

Memberikan asupan nutrisi yang baik dalam rutinitas makanan si Kecil juga penting untuk selalu diterapkan ya Bu. Jika perlu, berikan juga asupan nutrisi pendukung seperti susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 3+. Ibu bisa sisipkan dalam jadwal minum susu si Kecil setiap hari! 

Asupan DHA 4x lebih tinggi di dalam susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 3+ bisa jadi pilihan Ibu untuk memaksimalkan perkembangan otak si Kecil. Tidak hanya membantu perkembangan otaknya, DHA juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil. Susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 3+ juga merupakan satu-satunya susu pertumbuhan yang mengandung asam sialat dan sphingomyelin yang bisa memaksimalkan perkembangan kreativitas si Kecil lebih cerdas.

Kemudian, 9AAE (9 Asam Amino Esensial) di dalam Frisian Flag PRIMAGRO 3+ merupakan protein luar biasa yang mudah diserap oleh tubuh si Kecil guna mendukung tumbuh kembangnya. Kekurangan semuanya bisa menurunkan hingga 50% potensi tinggi badan dan kecerdasan si Kecil lho, Bu. 9AAE sendiri tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, maka perlu didapat melalui asupan makanan, termasuk salah satunya dari susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 3+, Bu. 

Sebagai tambahan informasi, Ibu bisa mengetahui kebutuhan gizi harian si Kecil lebih terperinci melalui fitur Kalkulator Gizi.

Fitur ini juga terdapat dalam Akademi Keluarga Prima lho, Bu. Di fitur ini, Ibu bisa cek kecukupan jumlah gizi harian Si Kecil yang dikembangkan oleh Akademi Keluarga Prima bersama Lora Sri Nofi, PGNutr, MNutrDiet, RD.