Share Like
Simpan

Bu, bagaimana kabar si Kecil setelah memasuki usia 5 tahun? Tentu makin menggemaskan, ya. Apalagi di usianya saat ini, rasa ingin tahunya semakin meningkat dan mulai muncul banyak pertanyaan mengenai lingkungan sekitarnya.

Nah, bicara soal pertanyaan dari si Kecil, adakah di antara Ibu yang pernah menghadapi kondisi ia menanyakan soal organ vitalnya? Jika ada, jangan cemas ya, Bu. Hal ini wajar, kok. Saat ini, si Kecil sudah mulai menyadari ada perbedaan antara tubuhnya dengan orang-orang di sekitarnya.

Saya dulu termasuk salah satu Ibu yang cukup kebingungan bagaimana cara menjawab rasa penasaran si Kecil ini. Akhirnya, saya mencoba mencari cara dengan membaca artikel-artikel terkait di internet dan bertanya kepada ibu saya. Dari informasi yang saya dapat, kuncinya ada dua Bu, yaitu jujur dan tenang.

Agar lebih jelas, berikut saya jabarkan beberapa tips untuk menjawab pertanyaan si Kecil mengenai kelamin: 

  • Hindari membuat nama panggilan

Biasanya, demi alasan kesopanan, orang tua cenderung menggunakan nama panggilan untuk menyebut nama organ vital milik si Kecil. Ternyata, hal tersebut justru berpotensi membuatnya merasa bingung dan kelak mudah merasa kurang nyaman. Biarkan ia belajar untuk menyebut nama bagian tubuh tersebut berdasarkan jenis kelamin, yaitu penis untuk laki-laki dan vagina untuk perempuan.

Sebaiknya ingatkan juga agar si Kecil menggunakan nama tersebut dalam konteks yang sesuai dan sepantasnya ya, Bu. Misalnya, hindari menyebut bagian tersebut untuk mengejek temannya. Hal ini nantinya dapat mempermudah Ibu untuk menanamkan kepada si Kecil pentingnya menjaga organ vital baik dari segi kesehatan maupun tata krama.

  • Berikan penjelasan tentang perbedaan

Adakalanya si Kecil akan menanyakan mengapa alat vital milik Ibu dan Ayah berbeda. Apabila Ibu mendapati kondisi seperti ini, jangan panik ya, Bu. Berikan ia penjelasan bahwa setiap manusia diciptakan dengan keunikan masing-masing, misalnya rambut Kakek ikal, sedangkan Nenek lurus. Begitu juga dengan bagian tubuh milik anak laki-laki dan perempuan.

  • Jawab pertanyaannya dengan tenang

Terkadang, ketika mendapat pertanyaan seputar organ vital dari si Kecil, orang tua menunjukkan ekspresi kaget atau bahkan melarangnya untuk membicarakan hal tersebut. Padahal, ia sedang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap bagian tubuhnya, Bu. Jadi, sebisa mungkin jawablah pertanyaan si Kecil dengan tenang dan gunakan bahasa sederhana agar mudah dimengerti olehnya, ya.

  • Persiapkan diri untuk menjelaskan kembali

Apabila si Kecil ternyata belum sepenuhnya memahami penjelasan yang Ibu berikan, persiapkan diri Ibu untuk menjawab pertanyaannya kembali ya, Bu. Hal ini penting agar ia betul-betul memahami pengetahuan yang ia dapat seputar organ vital dan menyadari pentingnya menjaga bagian tubuhnya tersebut.

  • Jangan ragu meminta bantuan anggota keluarga lain

Bu, ketika menjawab pertanyaan si Kecil mengenai organ vital, janganlah ragu untuk meminta bantuan dari anggota keluarga lain seperti Ayah atau Nenek, ya. Tidak hanya mempermudah Ibu dalam menjelaskan kepadanya saja, Ibu juga sekaligus menjawab rasa ingin tahunya, Bu.

Oh iya, satu lagi nih, Bu. Berikan juga penjelasan kepadanya agar si Kecil hanya menyentuh bagian tersebut saat membersihkan tubuh dan tetap menjaga daerah pribadinya itu agar tertutup dari publik. Selalu ingatkan kepada si Kecil bahwa organ vitalnya tersebut sangatlah privat dan tidak boleh disentuh oleh siapapun. Orang yang boleh menyentuh hanyalah dokter atau suster saat sedang melakukan pemeriksaan, dan orang tua ketika ia mengeluh bagian tubuhnya tersebut terasa sakit. Nah, apabila ada orang lain yang menyentuh organ pribadi si Kecil dan membuatnya tak nyaman, sebaiknya minta ia untuk segera memberitahukan Ayah atau Ibu, ya.

Bagi sebagian orang tua, menjawab pertanyaan seperti ini memang cukup membingungkan ya, Bu. Akan tetapi, tetap percayalah bahwa informasi yang Ibu berikan sangat berpengaruh terhadap pemahaman si Kecil kelak. Selamat mencoba ya, Bu!