Share Like
Simpan

Bagi pasangan suami istri yang sama-sama sibuk bekerja, biasanya menitipkan anak pada jasa penitipan anak atau biasa disebut daycare sering dijadikan pilihan.

Tak hanya sekadar membantu Ibu agar tetap bisa bekerja dan berpenghasilan, menitipkan anak pada daycare biasanya dipilih karena sekaligus dapat membantu anak supaya bisa tumbuh dan berkembang dengan baik karena adanya pengasuh profesional yang bisa menjaga pola kesehatan si kecil.

Namun, menitipkan anak apalagi yang masih batita kepada orang lain bukanlah hal yang mudah dan bisa langsung membuat tenang orang tua. Karena itu, sebelum memasukkan anak ke daycare, Ibu sebaiknya mempertimbangkan jasa daycare dengan beberapa kriteria sebagai berikut:

• Ruangan/Tempat
Ruangan atau tempat yang bersih membuat anak betah untuk tinggal di tempat penitipan. Ditambah lagi dengan tempat bermain yang aman bagi si kecil, seperti permukaan halaman bermainnya yang dilapisi pasir, rumput, bantalan busa, atau karet dan bukan semen untuk meminimalkan risiko cedera bila anak terjatuh. Sehingga anak menjadi bebas bermain.

Selain itu, ruangan dan tempat yang bersih juga memastikan kesehatan anak terjaga. Selain ruang utama untuk bermain, pastikan juga kebersihan tempat tidur, kamar mandi, dan washtafel.

• Pengasuh anak
Ibu sebaiknya benar-benar mendapat kepastian dari pengelola bahwa pengasuh anak yang ada di daycare tersebut profesional dan terpercaya. Pengasuh anak yang baik, ramah serta perhatian terhadap anak akan membuat si kecil betah. Rasio pengasuh anak tidak boleh lebih dari 4 berbanding 1 untuk anak-anak yang baru belajar berjalan, dan 10 berbanding 1 untuk anak-anak prasekolah. Selain itu, alangkah baiknya bila pengasuh daycare tersebut telah menempuh pendidikan kepengasuhan dari lembaga yang terpercaya.

Pengasuh juga harus mau turun dan berinteraksi langsung dengan si kecil, dengan begitu anak akan bisa bersosialisasi dengan pengasuhnya. Selain itu, mereka harus aktif terlibat, tak hanya sekadar mengawasi saja.

Untuk memastikannya, Ibu bisa mengunjungi daycare yang sedang dipertimbangkan beberapa kali dalam seminggu dan melihat bagaimana aktifitas keseharian para pengasuh dalam bekerja.

• Makanan dan camilan
Biasanya makanan dan cemilan untuk anak sudah termasuk dalam jasa daycare. Sebaiknya Ibu menanyakan berapa kali cemilan diberikan, apa saja jenisnya, dan seberapa banyak kuantitasnya sehingga anak tidak berebut dengan teman-temannya. Cemilan lezat dan sehat akan disukai si Kecil dan membuatnya lahap untuk menghabiskan makanan yang diberikan oleh pengasuh. Hal ini tentu ini akan membuat tumbuh kembangnya menjadi lebih baik. Ibu juga bisa memeriksa dapur daycare tersebut untuk memastikan makanan dimasak secara bersih dan higenis.

• Faktor Keamanan
Tentunya kita ingin selama bekerja dengan hati tenang karena buah hati berada di tempat yang tepat dengan orang-orang yang dapat dipercaya. Karena itu, faktor keamanan daycare menjadi sangat penting untuk diperhatikan.

Tanyakan kepada pengelola, bagaimana prosedur keamanan di tempat tersebut, baik keamanan dari kejahatan seperti penculikan maupun keamanan dari faktor musibah seperti kebakaran, gempa bumi, dan sebagainya. Beberapa daycare mungkin juga memasang kamera CCTV untuk memastikan semua kegiatan terawasi dengan baik. Kalau ada yang seperti ini, Ibu layak bisa lebih tenang dalam bekerja dan menitipkan buah hati.

• Rekomendasi dari orang terdekat
Selain beberapa langkah di atas, Ibu pun bisa meminta rekomendasi dari keluarga atau sahabat atau tetangga atau orang terdekat lainnya tentang daycare yang pernah mereka kunjungi. Perhatikan pula bagaimana tumbuh kembang anak mereka setelah memasuki daycare tersebut. Jika rekomendasinya cukup baik dan terbukti melalui tumbuh kembang anak mereka yang baik pula, maka daycare tersebut layak dipertimbangkan. Tentu saja semua faktor yang telah dikemukakan di atas harus tetap diperhatikan ya Bu!

Nah, Ibu, demikianlah kiat untuk memilih daycare untuk buah hati kita yang tercinta. Lebih dari itu, yang paling penting dalam menitipkan anak adalah, pastikan buah hati tidak kekurangan perhatian dan kasih sayang kita. Ketika anak berada di rumah dan tidak sedang dititipkan, usahakan perhatian penuh untuknya dari Ibu dan suami. Selain itu, luangkan sebanyak mungkin waktu untuknya. Misalnya ambil cuti, pulang lebih cepat, dan menghindari lembur agar anak tidak lebih banyak berada di penitipan daripada bersama orang tuanya.