Share Like
Simpan

Menyaksikan pesatnya pertumbuhan si Kecil dari hari ke hari memang membahagiakan ya, Bu? Namun, seiring pertambahan usianya, anak-anak akan cenderung lebih kritis. Dengan keingintahuannya yang besar akan berbagai hal, ada saja pertanyaan yang akan terlontar dari bibir mungil si Kecil setiap hari. Tak jarang, pertanyaan tersebut cukup sulit untuk dijawab secara sederhana. Saya pun mengalaminya, Bu.

Dulu, sewaktu si Kecil menginjak usia empat tahun, selain membuat saya kagum dengan beragam ide kreatif yang ia perlihatkan setiap berkreasi bersama, si Kecil juga mulai sering menanyakan berbagai hal yang membuat saya cukup kewalahan menjelaskannya. Namun, saya sadar bahwa orang tua semestinya berperan sebagai tempat bertanya yang menyenangkan bagi anak. 

Alih-alih menghindar dan menyuruh si Kecil berhenti bertanya, saya justru berusaha memfasilitasi keingintahuan si Kecil yang begitu besar. Caranya, menjadi teman ngobrol yang seru untuknya. Alhasil, saya pun jadi bersemangat untuk lebih banyak membaca artikel dan mengikuti beragam diskusi online, agar bisa memberi jawaban memuaskan untuk tiap pertanyaan si Kecil. Nah, dari beragam bacaan dan diskusi online itu, saya mendapat inspirasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit dari si Kecil. Berikut selengkapnya, Bu.

1. Pertanyaan Mengenai Tuhan

 

Setiap harinya, sebelum mulai beraktivitas, Ibu tentu membiasakan si Kecil untuk berdoa terlebih dulu, bukan? Nah, bila di jenjang usia sebelumnya ia akan langsung berdoa tanpa banyak bertanya, di usia empat tahun ke atas, biasanya anak akan tertarik untuk mempertanyakan beragam hal terkait ini, Bu. Salah satu yang paling sering ditanyakan adalah tentang Tuhan. Balita kesayangan Ibu akan mulai penasaran siapa Tuhan itu, kenapa kita harus menyembah dan berdoa pada Tuhan, di mana Tuhan berada, dan seterusnya.

Nah, menurut artikel yang saya baca dan berbagai diskusi yang saya ikuti, Ibu bisa menjawabnya seperti ini:

“Dik, Tuhan adalah pencipta segala-galanya. Adik lihat langit itu? Itu ciptaan Tuhan. Kucing kesayangan Adik juga ciptaan Tuhan. Air, tanah, udara, dan sebagainya juga ciptaan Tuhan. Termasuk Ibu dan Adik, kita semua ciptaan Tuhan. Kenapa kita harus menyembah Tuhan? Menyembah Tuhan adalah wujud rasa terima kasih kita pada-Nya karena sudah diciptakan. Lalu, di mana Tuhan berada? Tuhan berada di hati setiap manusia. Jadi, ke mana pun Adik pergi, Adik selalu dekat dengan Tuhan dan berada dalam pengawasan-Nya.”  

Usahakan jawab pertanyaan ini sambil menatap dalam mata si Kecil ya, Bu. Saat Ibu bisa menjawab pertanyaan anak tentang Ketuhanan dengan cara yang tepat, secara tidak langsung Ibu sedang merangsang kecerdasan anak di bidang spiritual, sehingga ia tumbuh menjadi anak yang beriman dan berperilaku baik.

2. Pertanyaan Tentang Kematian

Pertanyaan kritis berikutnya yaitu seputar kematian, Bu. Biasanya, si Kecil akan mulai mempertanyakan hal ini setelah ada kerabat atau orang terdekat yang meninggal. Menurut diskusi online yang saya ikuti, sebenarnya pertanyaan ini adalah refleksi ketakutan si Kecil bahwa suatu hari Ibu, Ayah, dan orang-orang kesayangannya akan meninggalkannya. Oleh sebab itu, sebaiknya Ibu mengalihkan rasa khawatir si Kecil.

Bila si Kecil bertanya, “Mengapa orang-orang harus mati?” Ibu bisa mencoba bertanya balik pada si Kecil, “Apa yang Adik khawatirkan dari kematian?” Begitu si Kecil mulai terbuka dan mengungkapkan kekhawatirannya ditinggal Ibu dan orang-orang tercinta, yakinkan ia bahwa bila hal itu terjadi, ia tetap tak akan sendirian. Akan ada orang lain yang menyayangi dan menemaninya, seperti yang Ibu dan ayah lakukan selama ini.

3. Pertanyaan: Dari Mana Aku Berasal?

 

Selanjutnya, yaitu pertanyaan mengenai proses terciptanya manusia. Bentuk pertanyaan paling umumnya misalnya, “Dari mana aku berasal?” Nah, berhubung usia si Kecil masih terlalu dini, Ibu tidak perlu menjawab pertanyaan ini secara detail, apalagi sampai menyertakan proses hubungan seksual.

Menurut diskusi online yang saya ikuti, cara terbaik untuk menjawab pertanyaan semacam ini adalah dengan memberi tahu si Kecil bahwa sebelum dilahirkan, ia tumbuh dan berkembang di dalam perut Ibu. Kemudian, begitu mencapai usia sembilan bulan, Ayah dan Ibu ke rumah sakit dan ia pun dilahirkan. Seperti halnya ia, manusia lain pun demikian, tumbuh dan berkembang di perut Ibunya sebelum dilahirkan. Penjelasan ringan seperti ini sudah cukup kok, Bu. 

4. Pertanyaan Seputar Gender

Terakhir yaitu pertanyaan seputar gender. Pertanyaan ini biasanya muncul karena si Kecil mulai menyadari perbedaan antara Ayah dan Ibu, atau ia dan teman lawan jenisnya. Bentuk pertanyaan seputar hal ini bisa berupa, “Kenapa ada laki-laki dan ada juga perempuan, Bu?” atau, “Kenapa laki-laki dan perempuan berbeda?”

Untuk menanggapi pertanyaan kritis ini, Ibu bisa menjelaskan pada si Kecil bahwa Tuhan sengaja menciptakan segala hal secara berpasang-pasangan. Karena berbeda, laki-laki dan perempuan bisa melengkapi satu sama lain.

Mengingat si Kecil akan makin kritis dari hari ke hari, ada baiknya bila Ibu meluangkan waktu untuk lebih rajin membaca serta mengikuti beragam forum diskusi khusus orang tua. Dengan begini, diharapkan Ibu bisa punya beragam ide kreatif dan jawaban-jawaban tepat untuk mengakomodasi rasa ingin tahu si Kecil di usianya kini.