Share Like
Simpan

Pagi tadi saya sedang sibuk membereskan kamar ketika saya menemukan sebuah boks di balik pintu. Ternyata, isinya adalah buku bergambar serta beragam puzzle dan mainan yang dulu biasa dimainkan si Kecil. Saat usianya menginjak 3 tahun, saya memang sering sekali bermain bersama si Kecil menggunakan perlengkapan tersebut. Tujuannya? Tentu saja mengenalkan si Kecil akan konsep bentuk!

Seiring bertambahnya usia, pemahaman si Kecil tentang konsep bentuk dan ukuran benda pun semakin meningkat. Oleh sebab itulah, saya mencoba mendorong pengetahuan si Kecil dengan cara yang menyenangkan, seperti di bawah ini:

  1. Hal pertama yang saya ajarkan pada si Kecil ialah menghubungkan setiap bentuk yang ia kenali (kotak, segitiga, lingkaran, dll) dengan benda-benda yang ada ia kenali. Sebagai permulaan, berikan contoh terlebih dahulu, seperti, “Botol ini berbentuk tabung. Kamu tahu benda apa lagi yang berbentuk sama?”
  2. Iseng, saya pernah memanfaatkan kertas berwarna yang ada di rumah untuk bermain tebak-tebakan bersama si Kecil. Pertama, saya membuat bentuk tertentu dari kertas yang ada. Setelah itu, saya bertanya pada si Kecil benda apa yang memiliki bentuk seperti pola tersebut. Hasilnya, saya dan si Kecil bermain sampai lupa waktu! Ternyata, kegiatan seru tidak harus mengeluarkan uang banyak, ya.
  3. Apabila Ibu memiliki buku bergambar mengenai bentuk, Ibu juga bisa menggunakannya. Sebagai contoh, Ibu bisa bercerita sambil menunjuk gambar yang ada di buku. Lalu, minta si Kecil untuk menunjukkan benda di sekitar yang bentuknya menyerupai gambar. Tidak hanya bentuk, Ibu juga bisa menanyakan warna yang ada di buku untuk menguji pengetahuan warna si Kecil, lho.
  4. Saya percaya bahwa semakin sering si Kecil berlatih, maka kemampuannya pun akan semakin meningkat. Hal ini saya pelajari dari pengalaman saya sendiri. Setelah terbiasa dengan beragam bentuk di sekitarnya, si Kecil perlahan mampu menyusun serta mencocokkan mainan dan juga puzzle bentuk sederhana. Bangga rasanya melihat perkembangan si Kecil!

 

Mungkin Ibu bertanya-tanya, seberapa besar manfaat kegiatan ini untuk si Kecil, ya? Dari situs . Oleh karenanya, kegiatan seperti di atas dibutuhkan untuk membantu si Kecil memahami adanya kaitan antara objek dan bentuk. Permainan menebak benda sesuai bentuk yang ditanyakan, misalnya, membantu si Kecil memahami adanya kaitan antara objek dan bentuk.

Lebih dari itu, saat si Kecil mencoba menghubungkan bentuk dengan benda tertentu, ada proses hebat yang sedang terjadi di dalam otaknya. Apa itu? Ya, otak si Kecil akan terpacu untuk mendorong mendorong kinerja kognitif dan daya ingatnya. Ibu menunjukkan gambar kotak? Otaknya akan bekerja mengingat benda apa saja yang berbentuk sepeeti segitiga, misalnya boks mainan, buku cerita, dan lain-lain. Menakjubkan sekali melihat perkembangan otak si Kecil!

Agar si Kecil tetap semangat dalam menjalani proses pembelajarannya, ia membutuhkan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhannya. Kalau si Kecil lesu, tentu pembelajarannya akan terhambat. Salah satu nutrisi yang penting untuk tumbuh kembangnya saat ini ialah Zat Besi. Nutrisi ini memegang peranan penting dalam menyalurkan oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh. Tidak hanya itu, Zat Besi juga penting untuk perkembangan otak si Kecil. Kekurangan Zat Besi dapat membahayakan si Kecil akan risiko anemia.

Untuk itu, menu makanan menjadi salah satu perhatian saya. Favorit si Kecil adalah roti gandum panggang dengan taburan kismis untuk sarapan di pagi hari. Keduanya merupakan sumber makanan yang kaya akan Zat Besi, yang baik untuk memenuhi kebutuhan si Kecil.

Apabila menu makanannya diisi dengan makanan sehat, kesehatan si Kecil pun akan terjaga dengan baik. Dulu, saya sering sekali takut melihat keaktifan si Kecil. Duh, ia seakan tidak pernah kehabisan tenaga untuk belajar. Semua hal tidak luput dari pengamatannya. Wajar saja, usia 1-3 tahun adalah masa di mana si Kecil mengembangkan imajinasinya. Tak heran, ia selalu ingin menJelajah dan mempelajari dunia di sekitarnya.

Selain memberikan makanan yang kaya akan Zat Besi seperti sereal gandum dan telur, saya juga memberikan si Kecil Frisian Flag Jelajah Suprima untuk melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil. Frisian Flag Jelajah Suprima mengandung Zat Besi dengan takaran yang sesuai untuk kebutuhan si Kecil. Selain itu, susu ini juga diperkaya dengan banyak nutrisi penting lainnya, seperti kombinasi tinggi Protein, Iodium, Selenium, Seng, Vitamin A, C, & E serta Inulin. Oleh karena itu, saya tidak perlu takut kebutuhan nutrisi si Kecil terganggu. Si Kecil pun dapat menjalani proses Jelajanhnya dengan bebas dan penuh semangat.

Nah, ini cerita saya bersama si Kecil. Bagaimana dengan pengalaman Ibu?