Whatsapp Share Like Simpan

Bu, bagaimana tumbuh kembang si Kecil? Apakah sudah cukup prima? Ternyata selain pertumbuhan fisik, Ibu juga perlu memahami pentingnya psikologi anak usia dini lho. Hal tersebut dilakukan agar perkembangan si Kecil secara keseluruhan bisa lebih optimal, baik dari sisi karakter, kecerdasan, dan emosionalnya. 

Psikologi perkembangan anak merupakan salah satu cabang ilmu psikologi yang sangat penting dan berfokus pada perilaku dan cara berpikir anak, mulai dari masih di dalam kandungan hingga beranjak dewasa.

Maka dari itu, setelah si Kecil lahir, Ibu sebaiknya memahami hal-hal penting yang berkaitan dengan psikologi anak karena aspek ini akan mempengaruhi kesuksesan si Kecil di masa depan. 

Pemahaman seputar psikologi anak usia dini bisa Ibu terapkan di 2 tahun pertama kehidupan si Kecil sampai usianya mencapai sekitar 5-7 tahun. Pada periode tersebut, anak-anak mengalami tumbuh kembang yang sangat pesat, mulai dari segi fisik, kognitif, emosional, dan sosialnya. 

Lantas, apa saja yang harus Ibu perhatikan dalam psikologi anak usia dini? Yuk, kita simak penjelasannya di bawah ini. 

Artikel Sejenis

Hal-hal yang Mempengaruhi Psikologi Anak Usia Dini

Secara umum, ada 3 sisi perkembangan masa usia dini yang berpengaruh terhadap psikologi anak, di antaranya:

  1. Tumbuh kembang fisik

    Seperti yang Ibu ketahui ya, tumbuh kembang fisik si Kecil sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan dan lingkungan. Pada masa usia dini, penting bagi Ibu untuk menciptakan lingkungan yang dapat merangsang tumbuh kembang dan psikologi anak. Caranya dengan membiarkan si Kecil bereksplorasi dan mencoba hal-hal baru.

    Pada masa ini pun setiap Ibu perlu mengenali tahap tumbuh kembang dan kemampuan si Kecil dengan baik. Misalnya, pada usia berapa si Kecil seharusnya sudah bisa bicara, duduk, berdiri, merangkak, hingga berjalan.

  2. Tumbuh kembang kognitif

    Hal yang tak kalah penting dan mempengaruhi psikologi anak adalah kemampuan kognitif si Kecil. Perkembangan kognitif sudah mulai dapat dikenali saat si Kecil sudah mampu belajar dan memahami suara, warna, bentuk suatu objek, serta bahasa yang digunakan sehari-hari.

    Pada masa usia dini, imajinasi dan memori si Kecil akan terus berkembang. Seiring dengan usianya yang bertambah, perkembangan otaknya pun semakin pesat, sehingga si Kecil akan semakin mahir dalam belajar mengingat, mengenali suara, menunjukkan emosi, dan berpikir. 

  3. Tumbuh kembang sosial, budaya, dan emosional

    Perkembangan sosial, budaya, dan emosional merupakan 3 sisi yang saling berkaitan dalam psikologi anak. Perkembangan ini biasanya akan menghasilkan nilai-nilai, kebiasaan, cara hidup, dan keterampilan yang mempengaruhi karakter si Kecil sepanjang hidupnya lho, Bu. Perkembangan sosial dan budaya juga berpengaruh pada cara si Kecil berhubungan dengan orang tua, keluarga, dan orang lain. 

Tahap Perkembangan Psikologi Anak

Psikologi anak nyatanya dipengaruhi oleh peran orang tua dan lingkungan sekitar ya, Bu. Itulah sebabnya, anak-anak yang menerima dukungan dan perawatan secara konsisten dari orang tuanya cenderung memiliki pola perilaku yang aman. 

Supaya lebih memahami tentang psikologi anak, berikut ini tahapan perkembangannya yang perlu Ibu ketahui, antara lain: 

  • Tahap psikologi anak usia 0-2 tahun

    Membesarkan buah hati, apalagi untuk pertama kalinya, pasti sangat menyenangkan sekaligus menantang ya, Bu? Tahap ini menjadi waktu yang sangat penting untuk mengembangkan ikatan batin antara orang tua dan si Kecil. Sebab, ikatan batin tersebut akan bertahan seumur hidup dan mempengaruhi kehidupan si Kecil di masa mendatang. 

    Seiring dengan usianya yang bertambah, Ibu juga perlu membantu si Kecil untuk memiliki hubungan positif dengan orang lain karena pada tahap ini pun ia akan berkenalan dengan orang baru di sekitar. Pahami bahwa setiap anak itu unik dan Ibu harus belajar menghormati, memahami, mendukung, dan mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil dengan baik.

  • Tahap psikologi anak usia 2-3 tahun

    Saat si Kecil mengambil langkah pertama, fase baru dalam perkembangannya dimulai. Pada tahap ini, si Kecil mulai mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya, Bu. Si Kecil mulai mempelajari nama-nama objek yang menarik, banyak bertanya, dan bisa menolak kalau nggak mau sesuatu.

    Pada tahap ini, tantangan utamanya yaitu menghadapi anak tantrum. Melansir laman resmi parents.com, kondisi ini sering disebut dengan ‘regulasi emosional’, yaitu saat si Kecil mulai sering ‘mengamuk’.

    Meski begitu, Ibu bisa memberikan pendekatan yang tepat kepada si Kecil untuk membantunya mengatur emosi. Pahami hal-hal yang harus Ibu lakukan saat si Kecil sedang tantrum karena hal ini akan mempengaruhi psikologi anak di masa depan. 

  • Tahap psikologi anak usia 3-6 tahun

    Pada tahap psikologi anak usia 3-6 tahun, umumnya mereka sudah mulai masuk masa pra-sekolah dan taman kanak-kanak ya, Bu? Hal terpenting selama periode ini adalah bermain dan mencoba hal-hal baru yang menarik minat si Kecil. Pastikan semua jenis permainan menarik dan mendorong perkembangan si Kecil, baik dari segi kreativitas, bahasa, sosialisasi, dan lain sebagainya. 

    Pada masa ini, si Kecil perlu berinteraksi secara kooperatif dengan teman sebayanya, tetapi di saat yang bersamaan, ia juga harus memiliki mental yang siap bersaing dan kalah. Nah, Ibu berperan penting sebagai ‘pelatih’ yang memberikan kombinasi dukungan dan bimbingan. 

Peran Pola Asuh Orang Tua terhadap Psikologi Anak

Seperti yang sudah disebutkan ya, Bu, faktor lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan psikologi anak, termasuk pola pengasuhan di rumah. Artinya, pola asuh orang tua sangat berpengaruh terhadap kehidupan si Kecil di masa depan. 

Umumnya, setiap orang tua memiliki pola asuh yang berbeda. Itulah sebabnya, penting bagi Ibu untuk mengetahui kombinasi terbaik pola asuh Ibu dan Ayah terhadap si Kecil agar ia dapat tumbuh dan berkembang secara prima.

Caranya cukup mudah kok, Ibu bisa memanfaatkan fitur Parenting Style Test dari Akademi Keluarga Prima yang bekerja sama dengan Rumah Dandelion. Melalui fitur ini, Ibu akan mengetahui tipe pola asuh yang tepat bagi si Kecil. Ibu bisa mencoba fiturnya di sini, ya! 

Selain fokus menerapkan pola asuh yang tepat, Ibu juga tetap harus mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil dengan asupan nutrisi berkualitas, seperti susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+.

Susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang penting untuk meningkatkan tumbuh kembang si Kecil agar lebih prima. 9AAE merupakan protein esensial yang harus dikonsumsi secara rutin setiap hari karena tubuh nggak bisa memproduksinya sendiri, sehingga harus didapatkan dari sumber protein hewani ya, Bu.

Lalu, apa jadinya kalau si Kecil kekurangan 9AAE? Maka tumbuh kembangnya akan terhambat. Hal ini dibuktikan oleh penelitian dari J.Nutr dalam National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan 1 jenis 9AAE bisa menghambat hormon pertumbuhan sebanyak -34%, bahkan kekurangan semua jenis 9AAE bisa menghambat hormon pertumbuhan sebanyak -50%. 

Tapi, Ibu nggak perlu khawatir karena tumbuh kembang si Kecil bisa lebih prima jika mengonsumsi susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ secara rutin, tentunya dengan diimbangi oleh asupan nutrisi lain.

Di dalam Frisian Flag PRIMAGRO 1+ mengandung nutrisi penting untuk meningkatkan akal kreatif si Kecil, seperti DHA 4x lebih tinggi, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi.

Gak cuma itu lho, Bu, susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ dan/atau 3+ juga diperkaya dengan 5 nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi, serta mengandung serat pangan inulin yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan si Kecil. Dengan begitu, si Kecil dapat tumbuh lebih kreatif, tangkas, dan berani.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz