Whatsapp Share Like Simpan

Semua makanan yang kita kunyah pasti akan dilumatkan di dalam mulut dengan bantuan air liur kan, Bu? Nah, mulut dapat mengeluarkan air liur tersebut dengan kandungan enzim, salah satunya adalah enzim ptialin. 

Maka dari itu, fungsi enzim ptialin yang utama adalah mempercepat proses pemecahan pati atau karbohidrat menjadi gula sederhana agar lebih mudah dicerna oleh tubuh. Nantinya gula ini akan digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh si Kecil. 

Sederhananya, enzim ptialin merupakan enzim yang terdapat pada air liur ya, Bu. Selain berperan dalam proses pencernaan di mulut, fungsi enzim ptialin juga dipercaya dapat dijadikan indikator untuk menunjukkan adanya penyakit tertentu. 

Untuk lebih memahami mengenai fungsi enzim ptialin, Yuk, kita simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Saja Fungsi Enzim Ptialin Bagi Tumbuh Kembang Anak?

Berikut ini beberapa fungsi enzim ptialin yang penting bagi tubuh, antara lain:

Artikel Sejenis

  1. Mendukung proses pencernaan

    Salah satu komponen paling banyak ditemui di dalam air liur yaitu enzim ptialin. Ibaratnya, air liur adalah rumah bagi ptialin yang bertugas memperlancar proses pencernaan.

    Fungsi enzim ptialin ini pun memungkinkan zat pati pada makanan dapat dengan mudah dicerna lho, Bu. Apabila produksi enzim ptialin terganggu, maka nutrisi dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh si Kecil tidak dapat diserap dengan baik oleh usus.

  2. Menjadi indikator stres

    Melansir laman resmi healthline.com, penelitian menunjukkan bahwa situasi yang memicu stres ternyata dapat meningkatkan produksi enzim amilase dan ptialin di dalam tubuh, Bu. 

    Itulah sebabnya, fungsi enzim ptialin tak hanya penting untuk mendukung proses pencernaan, tetapi juga sebagai indikator stres seseorang, baik itu anak-anak hingga orang dewasa.

    Yup! Bukan hanya orang dewasa saja lho yang bisa merasakan stres, anak-anak juga kemungkinan besar bisa mengalami kondisi ini di beberapa situasi. Ada banyak faktor yang memicu anak stres, di antaranya aktivitas terlalu padat, kurang tidur, masalah keluarga, bullying, rasa tidak nyaman, dan lain sebagainya. 

    Dibandingkan yang tidak mengalami stres, anak yang berada dalam tekanan atau stres psikologis dapat menghasilkan enzim ptialin yang jauh lebih tinggi. Hal ini diduga terjadi karena peningkatan hormon stres dalam tubuh, yaitu kortisol dan adrenalin. 

  3. Untuk mengetahui kondisi pankreas

    Jurnal Current Diabetes Reports menunjukkan bahwa fungsi enzim ptialin juga ternyata untuk mengetahui kondisi kesehatan pankreas. Dalam hal ini, biasanya si Kecil harus diperiksa terlebih dahulu oleh dokter. Nah, nantinya dokter akan melakukan tes sampel darah untuk mengetahui kadar enzim yang memicu gangguan pankreas tersebut.

Selain yang telah disebutkan di atas, sebenarnya fungsi enzim ptialin juga berkaitan dengan penyakit kanker lho, Bu. Jumlah enzim ptialin pada penderita kanker dipercaya lebih tinggi dibandingkan pada anak yang sehat. Hal ini diduga berkaitan dengan respons peradangan di dalam tubuh untuk melawan sel-sel kanker. 

Namun, Ibu tidak perlu khawatir berlebihan ya, karena kondisi tersebut akan ditangani oleh dokter jika diagnosisnya sudah diketahui sejak dini. Maka dari itu, Ibu sebaiknya memeriksa kondisi kesehatan si Kecil secara rutin untuk menghindari risiko penyakit tertentu. 

Fungsi enzim ptialin sangatlah penting untuk mendukung kesehatan si Kecil. Itulah sebabnya, Ibu juga perlu mengetahui cara kerja dan cara meningkatkan fungsi enzim ptialin agar kesehatan tubuh si Kecil tetap terjaga, khususnya kesehatan saluran pencernaan. 

Bagaimana Cara Kerja Enzim Ptialin?

Melihat pentingnya fungsi enzim ptialin bagi kesehatan, maka cara kerjanya pun perlu dipahami dengan baik, agar dapat mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil ya, Bu. Seperti yang telah disebutkan, fungsi enzim ptialin akan mulai bekerja saat makanan atau minuman masuk ke dalam mulut si Kecil.

Nah, ptialin diproduksi di dalam kelenjar ludah, sehingga air liur memiliki kadar atau konsentrasi ptialin yang cukup tinggi. Fungsi enzim ptialin yang ada di dalam air liur akan mulai bekerja untuk memecah pati saat makanan masih di mulut dan tetap aktif walaupun si Kecil sudah menelan makanan tersebut.

Fungsi enzim ptialin pun akan tetap bekerja saat makanan berada di tenggorokan, bahkan selama beberapa jam di lambung lho. Sampai akhirnya makanan tersebut bercampur dengan cairan asam lambung. 

Ketika tingkat keasaman lambung meningkat, maka kinerja fungsi enzim ptialin pun akan berhenti. Lantas, bagaimana cara meningkatkan enzim ptialin dalam tubuh si Kecil? Kita akan simak penjelasannya di bawah ini ya, Bu! 

Bagaimana Cara Meningkatkan Enzim Ptialin?

Meski diproduksi secara alami oleh tubuh, fungsi enzim ptialin bisa jadi kurang optimal jika kadarnya di dalam tubuh tidak tercukupi dengan baik lho. Nah, salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan produksi dan fungsi enzim ptialin yaitu dengan mengonsumsi makanan yang mengandung enzim pencernaan alami, termasuk buah-buahan yang segar.

Ibu bisa memberikan si Kecil buah pepaya, kiwi, pisang, mangga, alpukat, atau nanas. Pilihlah jenis buah yang memang disukai oleh si Kecil. Ibu juga bisa lho mengolah buah-buahan tersebut menjadi hidangan lainnya, seperti smoothie, jus segar, sop buah, dan lain sebagainya. 

Ibu juga bisa meningkatkan cara kerja dan fungsi enzim ptialin dengan mendorong si Kecil untuk mengunyah makanannya lebih lama dari biasanya. Untuk itu, Ibu juga perlu mengetahui cara mengunyah makanan yang benar seperti berikut ini:

  • Jangan langsung menyendok makanan yang terlalu banyak. Pastikan untuk menyendok makanan untuk si Kecil dengan takaran yang sewajarnya.
  • Pastikan si Kecil mengunyah makanan dengan mulut tertutup. Lidahnya harus menggerakkan makanan dari sisi ke sisi, serta rahangnya harus berputar sedikit.
  • Pastikan si Kecil mengunyah makanan secara perlahan. Idealnya, mengunyah makanan itu sekitar 32-33 kali. Saat tekstur makanan yang dikunyah sudah halus atau lumat, barulah si Kecil bisa menelan makanan tersebut. 

Apabila si Kecil mengalami kondisi tertentu, seperti penyakit pankreas yang memicu rendahnya kadar enzim ptialin, sebaiknya Ibu konsultasikan masalah ini ke dokter. Dengan begitu, dokter akan memberikan penanganan yang tepat agar kadar dan fungsi enzim ptialin dalam tubuh si Kecil tetap terjaga. Hindari memberikan si Kecil suplemen enzim pencernaan tanpa persetujuan dokter ya, Bu, karena hal ini bisa memengaruhi kinerja metabolisme lho.

Meskipun sebagian besar makanan yang mengandung enzim pencernaan alami berasal dari buah-buahan, bukan berarti Ibu harus memberikan si Kecil olahan buah secara terus menerus dan berlebihan, ya!

Ibu juga tetap harus menyeimbangkan asupan nutrisi si Kecil dari makanan bergizi lainnya, terutama sumber protein hewani, seperti susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih. Makanan tersebut sangat penting untuk meningkatkan tumbuh kembang si Kecil agar lebih prima.

Sebab, protein hewani mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap. Nutrisi ini sangat penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga harus dikonsumsi secara rutin ya, Bu.

Mungkin Ibu bertanya-tanya, apa jadinya jika si Kecil kekurangan 9AAE? Nah, penelitian dari J.Nutr menunjukkan bahwa kekurangan semua jenis 9AAE akan menghambat potensi tinggi badan dan kecerdasan si Kecil sebanyak -50%. Duuhhh.. Ibu pasti tidak ingin si Kecil mengalami hal ini, kan?

Eits, Ibu tidak perlu khawatir, karena 9AAE yang lengkap bisa didapatkan dalam susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ yang dikombinasikan juga dengan DHA 4x lebih tinggi dan berbagai nutrisi prima lainnya.

Susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga diperkaya dengan 8 nutrisi penting untuk meningkatkan akal kreatif si Kecil, seperti omega 3 (ALA), omega 6 (LA), minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin. Bahkan, Frisian Flag PRIMAGRO 1+ merupakan satu-satunya susu pertumbuhan yang memiliki asam sialat dan sphingomyelin dibandingkan susu lain di kelasnya.

Tak hanya itu lho, susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ pun mengandung nutrisi prima untuk meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil, di antaranya zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C, serta serat pangan inulin yang dapat mendukung kesehatan pencernaannya. Dengan mengonsumsi Frisian Flag PRIMAGRO 1+, si Kecil bisa lebih kreatif, tangkas, dan berani. 

Ibu juga bisa memantau tumbuh kembang si Kecil sesuai grafik pertumbuhan dari WHO dan CDC melalui fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Fitur ini sangat bermanfaat agar mencegah terjadinya risiko stunting pada si Kecil. Yuk, langsung coba fiturnya di sini.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz