Hai Bunda, daftar disini

Puspita Sari

Puspita Sari

Umum

NASEHAT ANAK

Gmn cara nasehati anak yg super aktif, krn kadang aktifnya bisa menbahayakan seperti jatuh, pukul2an
be2rapa nasehat sudah sy lakukan ttp tidak di perdulikan, mohon saran

Komentar
7 Komentar
Lusiana Yessi Fitri Handayani
Lusiana Yessi Fitri Handayani -

........................................

Lusiana Yessi Fitri Handayani
Lusiana Yessi Fitri Handayani -

........................................

Lusiana Yessi Fitri Handayani
Lusiana Yessi Fitri Handayani -

........................................

Lusiana Yessi Fitri Handayani
Lusiana Yessi Fitri Handayani -

........................................

Lusiana Yessi Fitri Handayani
Lusiana Yessi Fitri Handayani -

........................................

Susiyati Idris
Susiyati Idris -

saya punya keponakan usia 5th yang juga super aktif, sepertinya menasihati anak seperti agak sulit ya? mungkin karena masih terlalu kecil jadi tidak terlalu paham, tapi saran saya, bagaimana jika si anak saat pada kondisi yang sangat aktif, kita ajak melakukan hal-hal yang lebih berguna, misalkan kita ajak membereskan suatu perkerjaan rumah yang tentunya ringan, atau kita ajak melakukan permainan yang tidak terlalu banyak gerak, bagaimana bunda ?

PakarPsikologi FrisianFlag
PakarPsikologi FrisianFlag -

Sayang sekali Bunda tidak menyebutkan usia anak, karena sebetulnya akan berbeda pendekatannya untuk anak batita dengan anak lebih besar. Ini akan dijawab untuk anak batita, kalau anak Bunda usianya lebih besar, silahkan bertanya lagi.

Pada anak batita, nasehat boleh saja diberikan, tapi jangan diharapkan mengubah perilakunya. Anak batita masih mengalami kesulitan untuk betul-betul memahami perkataan orangtua, apalagi kalau orangtua sudah bicara cukup panjang. Batita juga sangat kesulitan untuk mengendalikan emosi dan perilakunya. Jadi, buat batita, lebih penting untuk berikan tindakan kongkrit, dan biasanya sama sekali bukan hukuman. Bagaimana caranya? Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan.

Apabila kita memiliki anak aktif, mau tak mau kita harus lebih aktif pula berpikir apa lagi kegiatan yang bisa dilakukan oleh anak kita. Kalau kita menyerahkan pilihan pada anak saja, kemungkinan ia akan bosan dan cenderung jadi ’nakal’. Semakin banyak kegiatan yang bisa dilakukan anak (dan dia berminat melakukannya), akan mengurangi kemungkinan anak melakukan berbagai kenakalan, sekaligus mencerdaskan anak. Jadi langkah 1 adalah memvariasikan kegiatan anak.

Jika yang dilakukan anak tak membahayakan diri sendiri / orang lain (mis. Jatuh di lantai empuk, merengek2, terus menempel di kaki kita, dll), anak tak harus diperhatikan. Justru dengan diabaikan, anak sudah merasa ’terhukum’. Syaratnya, begitu anak mengubah perilakunya, orangtua harus segera memperhatikan anak lagi. Misalnya ketika anak merengek, diabaikan saja (bahasa canggihnya ’ignoring’), tapi begitu dia diam, kita langsung mengajak anak mengobrol. Jadi langkah 2, jangan langsung menasehati / menghukum, tapi abaikan saja, dan segera puji setelah anak berubah perilaku.

Langkah ketiga adalah ajak anak bekerjasama. Contohnya dengan mengumumkan batas waktu (mis. ”Jarum panjang jam di angka 3, kita mulai bereskan mainan yuk. Tenang, masih ada 10 menit lagi, kalian masih bebas bermain sampai jarum panjang menunjuk angka 3”), atau memberitahukan konsekuensi yang akan kita jalankan (mis. ”Kalau makannya tak dihabiskan, kamu belum boleh bermain.” Dan betul-betul tak boleh main kalau makan tak habis). Sebelum bermain, boleh juga anak sudah diperingatkan, ”Kalau ada yang memukul temannya, waktu bermain langsung habis. Kalian harus segera masuk kamar masing-masing.”

Langkah keempat adalah menjalankan konsekuensi. Kalau sudah disebutkan bahwa akan masuk kamar ketika ada yang memukul, yah harus segera masuk kamar. Itu sudah jadi hukuman buat anak. Sama sekali tak menyakitkan secara fisik, tak perlu ada kata-kata yang menyudutkan anak, tapi langsung bertindak memasukkan anak ke kamar. Tentu saja tak boleh terlalu lama. Untuk anak 3 tahun, maksimal 3 menit saja. Setelah itu barulah ortu boleh memberi nasehat. Selamat mencoba!