Hai Bunda, daftar disini

Yuni Sulistiyaningsih

Yuni Sulistiyaningsih

Umum

Kontraksi Palsu pada Ibu Hamil

Bagi para ibu hamil, terutama mereka yang usia kandungannya telah memasuki 7 bulan, pasti pernah merasakan perasaan tegang diperut, bahkan yang disertai nyeri seperti nyeri haid. Perasaan tersebut biasanya di sebut dengan kontraksi. Dunia medis mengenal 2 macam kontraksi, yang paling umum adalah kontraksi yang merupakan tanda-tanda persalinan, dimana kontraksi tersebut merupakan upaya rahim untuk mendorong bayi anda keluar. Selain kontraksi persalinan, terdapat juga kontraksi Braxton Hicks atau yang lebih dikenal dengan kontraksi palsu. Apa sih yang dimaksud dengan kontraksi palsu, dan apa perbedaannya dengan kontraksi persalinan?

Pengertian kontraksi palsu
Kontraksi palsu atau kontraksi Braxton Hicks merupakan kondisi menegangnya otot-otot rahim yang membuat otot perut ikut mengencang bahkan terasa keras jika disentuh. kondisi tersebut diikuti dengan perasaan nyeri pada perut yang kemudian menjalar ke tubuh bagian bawah. Biasanya kondisi ini hanya berlangsung selama 1-2 menit saja.

Kontraksi palsu mulai terjadi pada usia kandungan menginjak 28 minggu, meski demikian tidak semua ibu hamil bisa merasakannya di usia tersebut. Beberapa kasus baru merasakannya di trisemester ketiga kehamilan.

Reaksi yang dirasakan pada wanita hamil pun berbeda setiap orangnya. Beberapa dari meraka merasa sangat terganggu akan kontraksi ini karena menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman terutama jika terjadinya menjelang waktu persalinan dimana kontraksi tersebut dirasakan semakin kuat. Namun sebaliknya , kontraksi palsu bagi beberapa wanita terasa tidak menyakitkan.

Penyebab terjadinya kontraksi palsu
Pada umumnya terjadinya kontraksi palsu dipicu oleh beberapa hal diantaranya karena pergerakan bayi dalam rahim, akibat membawa beban yang terlampau berat, setelah berolahraga, dehidrasi, atau setelah melakukan hubungan seksual.

Wanita yang sama sekali tidak mengalami kontraksi palsu selama kehamilannya cenderung akan melewati persalinan dengan waktu yang lebih lama dan lebih menyakitkan dibanding mereka yang beberapa kali merasakan kontraksi palsu selama kehamilan. Karena pada dasarnya kontraksi palsu terutama yang terjadi menjelang persalinan bermanfaat untuk melunakkan mulut rahim sehingga memperlanjar usaha ibu saat mendorong bayi melewati jalan lahir.

Perbedaan kontraksi palsu dengan kontraksi persalinan
Perbedaan antara kontraksi palsu dan kontrasi menjelang persalinan sangat bisa dirasakan diantaranya:

Pada kontraksi palsu, intensitas nya tidak semakin kuat bahkan akan segera menghilang, sementara pada kontraksi persalinan intensitas kontraksinya justru menguat dari waktu ke waktu.
Kontraksi palsu akan berkurang rasanya saat anda mengubah posisi, sementara pada kontraksi persalinan justru semakin terasa.
Kontraksi palsu terjadi tanpa pola waktu dan tidak beraturan, sementara kontraksi persalinan memiliki pola tertentu dengan waktu yang semakin pendek.
Beberapa kasus kontraksi palsu tidak menyebabkan rasa sakit, yang timbul hanya perasaan tidak nyaman, sementara kontraksi persalinan selalu menimbulkan rasa sakit.

Meredakan perasaan tidak nyaman akibat kontraksi palsu
Untuk meredakan perasaan tidak nyaman akibat serangan kontraksi palsu, beberapa cara dibawah ini bisa anda lakukan:

Mengubah posisi anda, atau menghentikan sama sekali aktifitas yang sedang anda lakukan. Cara paling efektif yaitu segera beristirahat dari segala aktifitas yang anda lakukan.
Sambil beristirahat, minumlah segelas air, seringkali dehidrasi memicu timbulnya kontraksi palsu.
Jika memungkinkan berendam air hangat agar tubuh anda rileks
Selalu kosongkan kantung kemih, karena jika sampai terjadi iritasi bisa menyebabkan kontraksi ini semakin parah.
Lakukan relaksasi dengan mengatur nafas untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

Meski kontraksi palsu tidak menimbulkan bahaya pada kehamilan anda, namun anda harus tetap waspada dan segera pergi ke dokter kandungan anda terutama jika kontraksi tersebut terjadi di usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan terjadi hingga lebih dari 4 kali dalam satu jam, atau jika timbul tanda-tanda terjadinya kelahiran prematur. Jika tidak, jadikan kontraksi palsu sebagai latihan sebelum persalinan kelak.

Komentar
0 Komentar