Hai Bunda, daftar disini

Dewi Tri Afriani

Dewi Tri Afriani

Umum

Cara Rawat Bayi Kuning

Jika Anda melihat tanda-tanda semburat kekuningan pada kulit dan bagian putih mata bayi, bisa jadi ia mengalami penyakit kuning.

Kondisi ini biasa dialami bayi di minggu pertama kelahirannya. Tenang saja, Anda tidak sendirian!

Kondisi kuning terjadi pada sekitar 50 persen bayi baru lahir, dan kebanyakan merupakan kasus ringan yang bisa ditangani dengan cepat.

Yang terjadi pada bayi kuning adalah, tubuhnya memproduksi bilirubin dalam jumlah berlebih akibat fungsi hati dan saluran pencernaannya yang belum sempurna. Bilirubin sendiri merupakan produk normal hasil penguraian sel darah merah yang sudah tua, disalurkan melewati hati, usus, dan akan dikeluarkan melalui feses bayi.

Sebagian besar kasus bayi kuning terjadi pada 3-5 hari setelah bayi lahir (pada bayi lahir prematur mungkin prosesnya akan lebih lambat). Kondisi kuning fisologis (bukan disebabkan oleh kelainan atau penyakit) biasanya akan hilang dengan sendirinya. Untuk membantu pemulihannya, susui si kecil sesering mungkin. Dengan begitu, kelebihan bilirubin di dalam tubuhnya dapat segera keluar melalui fesesnya.

Bagaimana dengan tindakan menjemur bayi di pagi hari? Menurut dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpA(K), MMPaed., spesialis anak dari Bagian Hepatologi Anak RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, tindakan menjemur bayi di bawah matahari pagi tidak membantu memecahkan bilirubin.

Boleh saja menjemur bayi di pagi hari, tapi tujuannya hanya agar bayi mendapatkan asupan vitamin D yang diperlukan oleh tulang. Lakukan sebelum pukul 07.00 dan tak perlu lama-lama, cukup 30 menit saja.

Anda patut curiga jika bayi menunjukkan gejala lemas, tak mau menyusu, serta suhu tubuh cenderung meningkat. Segera berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan kadar bilirubinnya. Jika kadarnya cukup tinggi (di atas10 mg/dL), dokter akan merekomendasikan bayi Anda untuk menjalani terapi sinar atau fototerapi untuk membantu memecahkan bilirubin agar mudah larut dalam air tanpa harus diubah dulu oleh hati.

Komentar
2 Komentar
Dewi Tri Afriani
Dewi Tri Afriani -

sama sama bunda

Ayu Ardiana
Ayu Ardiana -

terima kasih infoya...