Hai Bunda, daftar disini

Nur Sobah

Nur Sobah

Umum

Bagaimana mengatasi anak yang suka menangis/senjatanya menangis jika tidak dituruti kemauannya?

kadang saya suka sampai kesal sekali klw anak sdh menangis dan tidak mau diam klw kemauannya belum dituruti,sebaiknya bagaimana ya bunda didiamkan saja/ di beri kemauannya,tapi kalau diberi kemauannya pasti nanti kebiasaan.terima kasih

Komentar
7 Komentar
Titin Yuntrisna
Titin Yuntrisna -

thanks infonya, mg bermanfaat........!

SUSI LOWATI
SUSI LOWATI -

IS THE BEST FF...

Loly Anggraini
Loly Anggraini -

thx infonya

PakarPsikologi FrisianFlag
PakarPsikologi FrisianFlag -

Ada hukum perilaku yang bilang bahwa kita akan mengulangi perilaku yang menguntungkan / menyenangkan buat kita. Contohnya kalau kita orangtua membujuk anak dengan sosis dan kemudian dia jadi mau makan, lain kali kita pasti akan mengulangi lagi bujukan ini ketika anak tak mau makan. Hukum ini juga berlaku buat anak. Misalnya nih, kalau anak meminta sesuatu tak dikasih, eh ternyata setelah dia menangis, orangtuanya (marah sih, tapi.....) kemudian memberikan apa yang dia minta itu. Hmmm, anak yang pintar pasti akan mengerti bahwa tangisannyalah yang membuat orangtua memberikan apa yang dia mau. Lain kali, tentu saja dia akan berusaha mengulanginya kalau dia punya kemauan.

Nah, kalau Bunda senang anak menangis, tentu saja Bunda perlu melakukan ini berulangkali, agar anak paham bahwa kalau dia belum menangis maka dia tak akan mendapat apa yang dimauinya. Namun sepertinya Bunda tak senang kan. Artinya Bunda perlu melakukan sebaliknya, kalau anak menangis, seperti apapun tangisannya, tak perlulah Bunda memberikan apa yang dia mau.

Memang sih, di awal tentunya akan berat buat Bunda dan juga buat anak. Kemungkinan dia akan menangis lebih keras, karena selama ini tangisan sudah menjadi senjatanya (dan dia akan mengira bahwa dia perlu mempersenjatai dirinya lebih dahsyat). Tapi selama Bunda konsisten dan terus menerus menolak memberikan apa yang dimaui (dan hanya memberikan jika anak meminta dengan manis), tentu saja lama kelamaan anak akan mengerti.

Nah, dicoba dulu Bunda. Nanti kalau ada pertanyaan lagi, silahkan ditanyakan kembali!

Nur Sobah
Nur Sobah -

terima kasih bunda atas masukannya

Fitri Budiani
Fitri Budiani -

dua hal penyebab yang menurut saya “it’s okey” untuk seorang anak menangis.
Pertama adalah RASA SAKIT, yaitu apabila seorang anak merasakan sakit secara fisik termasuk lapar dan haus. Kedua adalah RASA SEDIH, yaitu apabila seorang anak merasakan hal atau kejadian yang membuanya sedih.

Hal-hal lain penyebab tangis antara lain MARAH, INGIN SESUATU, TAKUT, KANTUK, atau ALASAN GA JELAS, harus dibiasakan untuk tidak dijadikan alasan seorang anak untuk menangis. Ketika anak menangis, kita harus tetap tenang, jaga emosi, dan harus segera mencari tahu alasan atau penyebab kenapa sang anak menangis. Apabila ia menangis karena rasa sakit atau sedih, kita boleh menenangkan dia dengan lemah lembut, ditimang atau dibelai. Tapi apabila anak tersebut menangis karena marah, kantuk atau ingin mainan, maka kita harus menenangkan mereka dengan nada suara tegas dan berwibawa. Jaga emosi kita jangan sampai mengeluarkan suara tinggi apalagi marah yang meledak.

Ada EMPAT PANTANGAN yang menurut saya sama sekali TIDAK BOLEH kita lakukan dalam menenangkan seorang anak ketika menangis, Ke Empat pantangan tersebut adalah:MEMANJAKAN, MEMBOHONGI, MENAKUT-NAKUTI dan MEMUKUL.
1.Memanjakan.
Cara ini tentu ada pengecualian. Apabila tangisan sang anak disebabkan karena rasa sakit atau sedih, maka cara ini boleh dilakukan selama tidak berlebihan atau dibuat-buat. Namun apabila tangisan sang anak karena marah atau ingin sesuatu, maka jangan kita memanjakan mereka karena akan membuat mereka berfikir bahwa TANGIS ADALAH SENJATA ampuh mereka. Hal ini sangat penting. Jangan sekali-kali membuat sang anak menganggap bahwa menangis adalah cara jitu agar kemauannya dituruti.

2.Membohongi
Hal ini sangat buruk bagi psikologis anak. Selain sang anak akan ikut menjadi pembohong juga, wibawa orangtua yang suka berbohong akan hilang dimata sang anak. Dan rasa percaya anak akan berkurang pada orangtua. Biasakanlah sang anak menerima keadaan apa adanya

3. Menakut nakuti
Cara ini juga lumayan sering juga dilakukan karena lumayan jitu untuk menghentikan tangisan sang anak. Akan tetapi cara ini mempunyai dampak yang buruk bagi sang anak. Cara ini dapat membuat sang anak menjadi penakut, kehilangan percaya diri, dan pemurung karena merasa takut akan hal-hal yang seharusnya tidak ditakuti.

4. Memukul
Cara ini adalah hal yang paling buruk karena bisa membuat sang anak menjadi trauma, rendah diri, kasar, violence atau bahkan menjadi seorang pembenci.

intinya :
Seorang anak menangis adalah hal yang biasa. Namun apabila kita sering salah dalam mengatasinya, maka dampak psikologis, sifat dan cara berpikir sang anak akan menjadi negatif. Sehingga bagaimana cara kita mengatasi anak yang menangis menjadi hal yang sangat penting.

tanks....

referensi : om goggle

Erlitna Ginting
Erlitna Ginting -

Bunda, semua anak biasanya senjatanya ya nangis, tapi bunda jangan turuti semua keinginan sikecil hanya karena nggak tahan denger tangisannya, awalnya mereka pasti akan menangis. Lalu coba suruh sikecil berhenti dulu nagisnya, baru setelah diam beri pengertian bahwa bukan karena mereka nagis baru permintaannya dituruti.