Saatnya Perkenalkan MPASI Pada Si Kecil!


Setelah menyelesaikan periode konsumsi ASI eksklusif, dari lahir hingga usia 6 bulan, bayi harus mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI. Makanan Pendamping Asi (MPASI) adalah makanan semi padat dengan tekstur lembut yang dikonsumsi bayi mulai usia 6 bulan untuk menunjang pemberian ASI. Mengapa si kecil harus dipekenalkan dengan MPASI? Pertanyaan itu kerap dilontarkan banyak ibu tentang pentingnya MPASI untuk tumbuh kembang bayi. MPASI diperkenalkan untuk merangsang keterampilan motoriknya, terutama di bagian mulutnya, yaitu menggerakkan mulut dan lidah. Selain itu, dengan memperkenalkan MPASI, bayi pun bisa mengenal tekstur, warna, serta rasa yang baru dari sebuah makanan. Hal tersebut akan merangsang perkembangan fungsi pencernaannya. Untuk itu, sebaiknya berikan MPASI secara perlahan, bertahap, namun tetap kontinyu pada awal pemberiannya. Sebab, lambung dan usus si kecil memerlukan waktu berdaptasi terhadap proses peralihan dari makanan cair (ASI) ke jenis makanan baru yang sedikit padat.

Mengapa MPASI harus diperkenalkan pada usia 6 bulan? Alasan pertama adalah lambung dan usus bayi sudah memasukki kondisi matang. Lambung bayi pada usia ini sudah cukup matang untuk mampu mengolah makanan cair dan semi padat, sementara usus sudah cukup matang dalam proses penyaringan makanan. Alasan kedua, produksi protein Immunoglobin di dalam tubuh sudah mulai meningkat, sehingga usus dan lambung mampu mencegah masuknya alergen ke dalam saluran penernaan yang bisa membahayakan kondisi pencernaan si kecil.

Alasan ketiga, bayi sudah memiliki kemampuan menggerakkan lidah dan mulutnya untuk mendorong makanan yang masuk ke bagian mulut yang lebih dalam. Pada usia ini, bayi juga sudah memiliki kematangan dalam hal refleks menelan. Si kecil sudah mampu menggerakkan lidah dan membuka katup mulut dalam secara bersamaan dan mendorongnya ke dalam faring. Alasan keempat, pada usia ini, bayi sudah mampu duduk dengan menegakkan badannya (meskipun ada beberapa yang harus dibantu dengan kursi untuk menyandarkan punggungnya). Tulang punggung bayi sudah memasukki usia matang, sehingga sudah kuat untuk menopang tubuh bagian atas sehingga bisa duduk. Dengan duduk, proses pencernaan makanan MPASI pun lebih lancar karena tubuh berada dalam posisi tegak.

Alasan kelima, di usia 6 bulan, proses pertumbuhan gigi bayi sudah dimulai. Peran gigi dalam mengolah makanan di dalam mulut sangat penting, karena gigi dapat membantu untuk mengunyah dan memotong makanan. Alasan keenam, bayi usia 6 bulan sudah mulai memiliki rasa ingin tahu, sehingga ketertarikan terhadap makanan pun sudah mulai ditunjukkan. Hal ini sebagai cikal bakal membangun rasa ingin mencicipi suatu makanan.

Keterlambatan pemberian MPASI maupun pemberian MPASI yang terlalu dini tentu saja akan menimbulkan dampak yang buruk bagi si kecil. Jika bayi diberikan MPASI saat usianya sudah mencapai lebih dari 6 bulan maka akan timbul masalah makan dikemudian hari karena pada fase kritisnya si kecil tidak diberikan kesempatan untuk menstimulasi kemampuan oromotornya seperti menelan, mengunyah, dan menggigit. Sementara itu, pemberian MPASI yang terlalu dini akan mengakibatkan beban "renal solid" berupa meningkatnya konsentrasi plasma natrium dan ureum serta dapat mengakibatkan kegemukan.