Bunda ini ada artikel yang bagus lho, untuk mencegah tifus pada bayi adalah :
1. Ibu
* Pada minggu-minggu terakhir sebelum persalinan, pastikan ibu dalam kondisi
bebas virus dan kuman agar tak menulari bayinya sewaktu persalinan kelak.
* Jaga kebersihan dan makanan ibu selama menyusui. Pastikan makanan dan
minuman yang dikonsumsi selalu terjamin kebersihannya.
* Periksa kesehatan ibu apabila bayi yang disusui sering diare atau demam.

2. Bayi
* Untuk bayi yang mulai mengonsumsi makanan tambahan, pastikan kebersihan makanannya terjamin.
* Biasakan bayi selalu dalam keadaan bersih. Sehabis kencing atau buang air besar, bersihkan dengan tuntas.
* Lakukan imunisasi wajib sesuai jadwal.

3. Lingkungan
* Sediakan air minum yang memenuhi syarat. Pastikan air diambil dari tempat yang higienis seperti sumur dan produk minuman yang terjamin. Jangan gunakan air yang sudah tercemar. Jangan lupa, masak air terlebih dulu hingga mendidih (1000C).
* Pembuangan kotoran manusia harus pada tempatnya. Jangan pernah membuang kotoran bayi secara sembarangan sehingga mengundang lalat karena lalat akan membawa bakteri *Salmonella typhi*, terutama ke makanan.
* Bila di rumah banyak lalat, basmi hingga tuntas.
* Lakukan vaksinasi terhadap seluruh keluarga (orang tua dan anak yang lebih besar). Vaksinasi dapat mencegah kuman masuk dan berkembang biak. Saat ini pencegahan terhadap kuman *Salmonella* sudah bisa dilakukan dengan vaksinasi bernama chotipa (cholera-tifoid-paratifoid) atau tipa (tifoid-paratifoid). Anak usia 2 tahun yang juga rentan terhadap tifus, lakukan vaksinasi.