Share Like
Simpan

Saat ini, industri film sudah semakin beragam. Ada banyak genre yang dapat dipilih untuk ditonton bersama-sama anggota keluarga. Dari mulai komedi, edukasi, sampai fiksi. Tidak hanya sebagai hiburan saja, film dan program TV juga dapat mempererat hubungan si Kecil dengan Ibu dan Ayah.

Dulu, saya sangat suka menjadikan ajang kumpul keluarga ini sebagai sarana mendidik si Kecil. Apalagi saat ada film bagus yang diputar di bioskop. Biasanya, saya langsung menanyakan kepadanya apakah ia ingin menonton ke bioskop. Setelah dicoba berkali-kali, ternyata media film bisa jadi mengasyikan untuk proses belajarnya juga, lho! Ingin tahu alasannya? Yuk, simak di sini!

  • Membantu si Kecil melihat benda atau tempat yang belum pernah dilihat.

Ibu, rasa ingin tahu si Kecil akan berkembang seiring dengan bertambahnya usia. Agar keingintahuannya terpenuhi dan terjawab, ada baiknya jika ia bisa melihat secara langsung benda atau tempat yang baru baginya. Oleh sebab itu, melalui media visual seperti video atau film, rasa ingin tahu si Kecil bisa terjawab tanpa harus mengunjungi tempat yang sesungguhnya.

  • Membuat si Kecil belajar melalui cerita.

Pada umumnya, anak-anak akan berimajinasi ketika mendengarkan sebuah cerita. Layaknya buku dongeng, tontonan yang berkualitas dapat memperluas pengetahuannya terhadap lingkungan sekitar dan juga bisa melatih kemampuan emosional pada si Kecil.

  • Meningkatkan kemampuan kognitif.

Memilih tayangan yang menarik namun edukatif memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan kognitif si Kecil. Melalui berbagai macam program TV atau film anak-anak, ia bisa belajar mengenal angka, kosa kata, dan mengembangkan kemampuan bersosialnya.

  • Termotivasi untuk membaca buku.

Melalui panduan yang tepat, anak-anak yang menonton film atau program TV akan terdorong untuk membaca buku. Misalnya, si Kecil menonton sebuah film yang ia suka dan ceritanya diangkat dari sebuah buku. Rasa ingin tahunya bisa memotivasi ia untuk membandingkan buku aslinya dengan film yang telah ia tonton. Hal ini juga bisa mengembangkan kemampuan berpikirnya lho, Bu.

Ternyata jika digunakan dengan bijaksana, media visual seperti film atau program TV dapat membantu Ibu menstimulasi kecerdasan si Kecil. Ibu dan Ayah dapat mengawasi dalam memilih tontonan yang baik baginya dengan menggunakan panduan simbol-simbol seperti BO (Bimbingan Orang Tua), SU (Semua Umur), dan 17+ (Dewasa) yang sering tertera di program-program TV. Perhatikan dan taati anjuran dari simbol tersebut agar si Kecil mendapatkan tontonan yang berkualitas, ya.

Bagaimana? Semoga tips yang saya berikan bisa membantu Ibu dalam memanfaatkan TV sebagai media belajar si Kecil, ya. Apalagi di usia 4-5 tahun ini, kemampuannya untuk berimajinasi dan berkreasi sudah semakin berkembang, Bu. Oleh karena itu, memilih tayangan yang tepat juga dapat ikut menstimulasi daya kreativitasnya sehingga ia bisa terus berkarya setiap hari.

Nah, tapi ingat juga, ya. Agar proses berkaryanya ini bisa berjalan dengan optimal, si Kecil tentu membutuhkan dukungan nutrisi yang dapat mendorong perkembangan kemampuan daya kreativitasnya.  Untuk itu, saya sejak dulu selalu menyajikan susu Frisian Flag Karya sebanyak 3 kali sehari di samping menu makanan sehari-harinya. Kombinasi Tinggi Vitamin D, Selenium, Seng, Kalsium, dan Inulin-nya diformulasikan untuk membantu mengoptimalkan perkembangan fisik dan otak si Kecil serta memenuhi kebutuhan nutrisinya. Melalui asupan gizi yang tepat, ia pun semakin bebas berkreasi bersama Ibu setiap harinya. Selamat beraktivitas dengan si Kecil, Bu!