Whatsapp Share Like Simpan

Kekurangan Vitamin D berpotensi mengganggu pertumbuhan anak karena Vitamin D menjadi salah satu asupan yang penting untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang si kecil. Vitamin D merupakan sebuah vitamin larut lemak yang diproduksi di kulit ketika terpapar sinar matahari, jenis vitamin ini berperan dalam penyerapan kalsium dan fosfat dalam tubuh. 

Selain itu, Vitamin ini bermanfaat untuk pembentukan tulang, menjaga kesehatan jantung, otak, dan otot. Selain itu, vitamin D juga memiliki manfaat lain untuk mencegah terjadinya infeksi pada tubuh si Kecil. 

Dilansir dari laman Healthline, beberapa penelitian terbaru menemukan bahwa Vitamin D yang terpenuhi secara optimal bisa melindungi tubuh anak dari infeksi mikroba dengan tiga mekanisme, di antaranya menguatkan ikatan antar sel, meningkatkan, serta memperkuat sistem imun tubuh. 

Kekurangan Vitamin D bisa mengganggu produksi antioksidan yang bisa mendukung peran Vitamin C sebagai antimikroba. Karena itu, banyak ahli menyarankan agar orang tua memberikan asupan Vitamin D kepada anaknya dari berbagai makanan, serta kebiasaan berjemur di pagi hari atau sore.

Kebutuhan vitamin D perlu dipenuhi dengan baik agar tubuh dapat menyerap kalsium serta fosfor bagi kesehatan tulang serta gigi. Namun tidak hanya itu, asupan vitamin D yang terpenuhi dengan baik pada anak pun dapat memengaruhi tumbuh kembangnya.

Artikel Sejenis

Risiko Kekurangan Vitamin D pada Anak

Dengan peran penting yang dimiliki Vitamin D, kekurangan Vitamin D bisa menyebabkan beberapa risiko bagi si kecil. Gejala kekurangan vitamin D pada anak-anak biasanya lebih terlihat. Pada kasus serius, anak bisa mengalami rakitis, yaitu kondisi di mana tulang menjadi rapuh sehingga pertumbuhannya mengalami kelainan.

Kondisi ini bisa menimbulkan tanda seperti nyeri pada tulang, kelemahan otot, serta kelainan bentuk persendian. Bila dibiarkan terus-menerus, kekurangan Vitamin D bisa berujung pada berbagai penyakit serius.

  • Tulang Menjadi Rapuh

    Kekurangan Vitamin D yang termasuk sebagai zat gizi pembentuk tulang bisa menimbulkan masalah pada tulang anak. Di dalam tulang, vitamin D berfungsi menjaga jumlah kalsium dan fosfor, yang merupakan mineral penting kepadatan tulang.

    Kekurangan Vitamin D membuat jenis mineral ini kurang optimal dalam menjaga dan bisa menyebabkan penurunan jumlah mineral. Hal ini yang kemudian membuat tulang anak berpotensi menjadi lebih mudah rapuh, mudah patah, hingga berisiko terkena penyakit osteoporosis dini.

  • Lebih Berisiko Terkena Kanker

    Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di American Society for Radiation Oncology mengungkapkan bahwa tubuh yang kekurangan Vitamin D lebih berisiko mengalami kanker payudara, kanker prostat, kanker paru, kanker tiroid, hingga kanker usus.

    Para ahli mengatakan Vitamin D memiliki kemampuan anti-kanker yang dapat membantu tubuh mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Orang dengan jumlah vitamin D yang kurang, berisiko tiga kali lebih tinggi terserang penyakit kanker.

  • Lebih Mudah Depresi

    Kekurangan Vitamin D selanjutnya seperti yang disebutkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan British Journal of Psychiatry bahwa orang yang kekurangan Vitamin D, cenderung lebih sering mengalami depresi. Dalam penelitian itu disebutkan bahwa Vitamin D berperan untuk mengatur hormon dan memengaruhi bagian otak sebagai pusat kontrol suasana hati.

  • Mengganggu Kemampuan Kinerja Otak

    Risiko lain dari kekurangan Vitamin D adalah mengganggu kinerja otak. Sebuah studi dari jurnal Neurology menyebutkan bahwa kondisi kekurangan Vitamin D yang parah pada orang dewasa meningkatkan risiko demensia alias pikun hingga dua kali lipat.

  • Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis

    Beberapa penelitian yang berkembang menyatakan bahwa kekurangan Vitamin D bisa mengakibatkan berbagai penyakit kronis. Di antaranya seperti hipertensi, diabetes mellitus (diabetes tipe 1), beberapa penyakit inflamasi dan autoimun, dan beberapa jenis kanker, hingga penyakit jantung.

    Beberapa penelitian menyatakan bahwa orang yang kekurangan vitamin D berisiko mengalami masalah sirkulasi darah yang berakibat penyakit jantung. Vitamin D yang terpenuhi dengan baik akan membantu jantung memompa darah lebih efektif. 

Sumber Vitamin D untuk Anak

Agar si Kecil tak kekurangan Vitamin D, Ibu optimalkan dari beberapa jenis makanan yang kaya akan vitamin D untuk anak. 

Ikan Salmon

Ikan salmon termasuk makanan mengandung vitamin D untuk anak. Selain vitamin D, salmon termasuk jenis ikan yang memiliki beragam nutrisi lain, seperti protein, lemak, vitamin A, vitamin B12, vitamin B3, selenium, kalsium, kalium, dan natrium. Selain penting untuk kesehatan tulang, ikan salmon juga bermanfaat untuk menunjang perkembangan otak, baik untuk kesehatan jantung, kulit, rambut, serta mengatasi depresi. 

Ikan Tuna

Vitamin D untuk anak juga bisa Ibu temukan dalam ikan tuna. Di dalamnya terdapat nutrisi lain yang tak kalah penting, mulai dari protein, vitamin B, kalsium, fosfor, kalium, zinc, selenium, asam lemak omega 3. Ikan yang populer di kalangan masyarakat Indonesia ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan si Kecil, di antaranya mendukung perkembangan otak, meningkatkan metabolisme tubuh, mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, serta mencegah anemia.

Ikan Sarden

Jenis ikan lainnya yang mengandung vitamin D untuk anak adalah ikan sarden. Di balik rasanya yang gurih, sarden diperkaya nutrisi penting lainnya, seperti protein, karbohidrat, vitamin B12, vitamin E, zat besi, kalsium, magnesium, kalium, dan zinc. Dari nutrisi tersebut, ikan sarden bermanfaat untuk melindungi fungsi otak, menjaga kesehatan jantung, membangun dan memelihara otot tubuh, dan menjaga kesehatan tulang.

Jamur 

Jamur merupakan jenis sayuran penghasil vitamin D untuk anak yang dibutuhkan oleh tubuh. Sebab, jamur mengandung pro-vitamin yang bernama ergosterol. Ergosterol akan membantu jamur untuk mensintesiskan vitamin D2 ketika terkena paparan sinar matahari. 

Kuning telur

Selain jenis ikan dan hati sapi, kuning telur juga termasuk makanan yang mengandung vitamin D untuk anak. Selain vitamin D, kuning telur juga mengandung protein, kalori, lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi, fosfor, kalium, sodium, dan zinc. Dari banyaknya nutrisi dalam kuning telur, makanan ini pun memiliki banyak manfaat, mulai dari mengurangi peradangan, meningkatkan sistem imun tubuh, menurunkan tekanan darah, dan menjaga kesehatan mata. Sama seperti hati sapi, pemberian kuning telur kepada si Kecil juga harus sesuai batas normal karena dalam satu telur mengandung mengandung sekitar 200 mg kolesterol. 

Itulah beberapa riskio yang bisa terjadi ketika anak kekurangan Vitamin D dan sumber Vitamin D untuk anak yang bisa Ibu dapatkan secara alami. Sebenarnya kebutuhan vitamin D untuk anak juga bisa diperoleh dari suplemen vitamin D, vitamin D2, dan vitamin D3. Namun, pemberian suplemen ini harus sesuai dengan anjuran dan resep dari dokter. Sebab, kebutuhan vitamin D untuk anak sebenarnya sudah bisa Ibu penuhi dari sumber alami dan susu pertumbuhan yang diperkaya oleh vitamin D3. 

Salah satu susu pertumbuhan yang mengandung vitamin D3 adalah Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+. Kandungan nutrisi dalam susu pertumbuhan ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya demi mendukung potensi tumbuh kembang si Kecil lebih optimal.

Selain vitamin D3, susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) yang lengkap untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. Tahukah Ibu bahwa 9 asam amino esensial (9AAE) merupakan salah satu nutrisi yang sangat penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga membutuhkan asupan dari makanan yang mengandung protein, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya. 

Perlu diketahui bahwa protein hewani adalah jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati. Ini karena protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. Padahal, kebutuhan 9AAE juga harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembang anak lebih optimal. 9 jenis asam amino esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Jika kekurangan satu jenis asam amino esensial, maka akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Selain itu, 9 asam amino esensial (9AAE) juga berfungsi untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh, sebagai sumber energi, membangun antibodi, serta dapat mengangkut zat gizi pada tubuh si kecil.

Selain 9 asam amino esensial (9AAE) dan vitamin D untuk anak, susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 1+ juga diperkaya dengan nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi. Hadir dalam tiga varian rasa, vanilla, madu, dan cokelat yang disukai si Kecil.