Share Like
Simpan

Waktu awal hamil dulu, saya benar-benar tidak mengerti cara bergaya. Merasa badan membengkak, saya pun “putus asa” dan malas berdandan. Penampilan yang asal-asalan itu malah bikin sumpek lho, Bu. Suami dan orang-orang terdekat pun protes. Apakah Ibu mengalami hal serupa?

Akhirnya, saya mencoba mengeksplorasi gaya. Ternyata saat hamil, kita bisa tetap terlihat modis, Bu. Kuncinya, bukanlah memborong koleksi pakaian baru. Terus terang, saya malah menghindari belanja gaun hamil karena khawatir nantinya tidak terpakai. Lagipula, dana membeli baju bisa dialokasikan untuk keperluan lainnya. Nah Ibu, inilah trik yang membantu saya untuk tampil stylish, namun tetap nyaman.

Buka-buka Lemari

Hal pertama yang saya lakukan adalah menjelajahi lemari pakaian. Tak disangka Bu, kegiatan ini sangat seru. Saya mencoba dan memperagakan pakaian seolah-olah sedang fashion show, sementara suami menjadi jurinya.

Dari situ saya jadi tahu Bu, baju mana saja yang masih nyaman dan pantas dikenakan dan mana yang tidak. Kemudian, koleksi baju yang bisa dipakai tersebut saya pisahkan. Modelnya kebanyakan adalah kaos berpotongan longgar, blazer semi formal, gaun baby doll serta rok dan celana dengan karet pada pinggang. Bahkan, kemeja suami pun bisa saya pakai, lho!

Berburu Tren

Untungnya, saya gemar membuka majalah dan blog fashion. Walaupun lagi hamil, saya tetap nggak mau ketinggalan mode, dong! Namun tentu pemakaiannya disesuaikan dengan kepribadian dan kondisi. Contohnya, memadukan celana kulot yang sedang tren, dengan atasan longgar. Saya juga suka mengintip gaya berbusana selebriti yang sedang hamil untuk dijadikan inspirasi.

Bermain dengan Warna & Aksesoris

Apakah Ibu termasuk penyuka gaya serba matching atau lebih memilih pakaian simpel bernuansa monokrom? Keduanya membuat penampilan tampak manis sekaligus stylish. Kita juga bisa kelihatan lebih trendi secara instan dengan bermain warna, misalnya memilih warna yang sedang in. Sesekali, saya juga mencoba tampil berani dengan memadukan warna-warna cerah. Di samping itu, manfaatkan kalung, syal, bros serta aksesori lainnya, agar penampilan tidak membosankan.

Kostum Pesta

Menghadiri pesta merupakan tantangan tersendiri. Sempat bingung dengan baju yang dikenakan, akhirnya gaun dengan model kaftan menjadi “penyelamat” saya. Kali lain, saya memilih atasan longgar berbahan chiffon yang dipadankan dengan sarung. Setelan tersebut tetap cantik dikenakan setelah melahirkan.  

Belanja?

Bagaimana jika ingin berbelanja baju ya, Bu? Itu sah-sah saja, namun prinsip saya adalah membeli yang perlu dan tetap terpakai saat tidak hamil. Menjelang trimester tiga, saya membeli celana berbahan elastis yang tidak ketat. Ya, seperti yang disampaikan The California Pacific Medical Center di Amerika Serikat, pakaian sempit, terutama pada bagian pinggang, tidak baik untuk kesehatan ibu hamil serta dapat memicu mual

Tak disangka, saya yang semula kurang percaya diri malah kebanjiran pujian.  Wah, senangnya! Penampilan stylish memang bisa mendongkrak mood, Bu. Studi di Journal of Experimental Social Psychology pun menyebutkan bahwa pakaian yang dikenakan memengaruhi jiwa pemakainya. Apabila kita merasa cantik dan bahagia dengan tampil stylish, si Kecil dalam kandungan turut merasakan efek positifnya.

Perlu diingat, modal utama dalam penampilan adalah badan yang sehat. Semua itu diperoleh dengan asupan Kalsium, Vitamin, Asam Folat, Protein serta zat bergizi lainnya. Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut, Ibu bisa mengonsumsi susu khusus ibu hamil, Frisian Flag Mama. Yuk, tampil stylish dan fit!