Share Like
Simpan

Tentu ada saatnya ketika Ibu merasa tidak berdaya menghadapi si Kecil yang terus menangis. Walaupun telah mencoba berbagai macam cara, tetap saja ia merengek dan sulit ditenangkan. Pada situasi seperti ini, wajar saja jika Ibu merasa kehabisan akal.

Sebenarnya Bu, menangis adalah cara bayi untuk berkomunikasi dengan lingkungan. Mengingat kemampuan bahasanya belum terbentuk, maka dia hanya bisa menyampaikan keinginan atau maksud melalui tangisan.

Jadi, jika Ibu bisa memperhatikan gerak-geriknya si Kecil dengan lebih peka, maka Ibu pun akan lebih memahami maksud dari tangisannya.

Nah, Ibu ingin tahu lebih lanjut mengenai cara memahami dan menenangkan bayi yang menangis? Yuk, lihat bersama!

1. Periksa kembali kebutuhan si Kecil.
Seringkali, si Kecil menangis karena kebutuhannya tidak terpenuhi. Jadi, langkah pertama yang sebaiknya Ibu lakukan adalah memeriksa kembali semua kebutuhan si Kecil. Misalnya dengan memastikan bahwa si Kecil sudah makan, popoknya sudah diganti, ataupun sudah dibuat bersendawa.

Ibu bisa membuat daftar aktivitas ataupun perawatan yang perlu diberikan kepada si Kecil dalam bentuk daftar cek (check list).. Jadi, jika ada yang belum dilakukan akan lebih mudah untuk diketahui. Pada umumnya, setelah semua kebutuhannya terpenuhi si Kecil pun akan jauh lebih mudah untuk ditenangkan.

2. Pahami kondisi si Kecil
Mengingat organ tubuhnya belum berfungsi sempurna, si Kecil pun belum bisa mengontrol rangsangan dengan baik. Nah, ketika berada di tempat yang ramai dan berisik, wajar saja jika si Kecil tidak kuat menerima rangsangan dari lingkungan. Intensitas suara yang didengarkan oleh orang dewasa bisa 2-3 kali lipat efeknya pada anak bayi, lho!.

Pada situasi seperti ini, Ibu bisa coba pindahkan si Kecil ke tempat yang lebih sepi terlebih dahulu. Asalkan cukup tenang dan tidak terlalu ramai, seharusnya sudah cukup untuk menenangkan sang buah hati.

3. Coba perhatikan keinginan si Kecil.
Kadang-kadang, si Kecil menangis karena hanya ingin meminta sesuatu hal yang sederhana saja Bu. Mungkin, dia hanya ingin diambilkan mainan atau pindah tempat duduk saja. Namun, kemampuan verbalnya yang belum berkembang kerap menghalangi si Kecil untuk mengatakan keinginannya.

Jadi, coba lakukan hal yang sederhana terlebih dahulu. Perhatikan aktivitas yang sedang dilakukan, dan berikan sedikit variasi. Jika si Kecil menangis waktu bermain, coba ganti mainannya dengan yang lain. Biasanya, yang dibutuhkan si Kecil hanya variasi-variasi sederhana ini.

Si Kecil pun bisa saja memberikan tanda menginginkan sesuatu, seperti menunjuk barang yang diinginkannya atau bersikap berusaha meraih benda tersebut. Hal ini pun menjadi tanda bagi Ibu seandainya kemudian si Kecil menangis.

Ternyata, tidak sesulit itu kan Bu, menenangkan si Kecil yang menangis? Dengan memberi perhatian lebih dan coba mengenali kebiasaan-kebiasaannya, Ibu pun dapat lebih menenangkan dirinya ketika menangis. Jangan lupa penuhi kebutuhan gizinya juga ya, agar si Kecil dapat tetap sehat dan lebih ceria menjalani hari!

Salam Hangat.