Whatsapp Share Like
Simpan

Wah, senangnya melihat bayi bisa terus tumbuh dengan optimal! Kini, ia pun sudah memasuki tahapan baru lagi di tumbuh kembangnya, yaitu mulai mengenal makanan padat. Seperti yang kita tahu, di usia 8 hingga 10 bulan, biasanya bayi sudah mulai terbiasa untuk menyantap menu MPASI-nya. Bagaimana dengan bayi, Bu? Apakah ia termasuk ke dalam golongan anak susah makan?

Mengapa Anak Susah Makan?

Kalau lihat pengalaman saya dan juga ibu-ibu lainnya, kesiapannya menerima MPASI ini tidaklah bergantung dari usia saja. Ibu bisa menerka-nerka saat yang tepat untuk mengenalkan bayi kepada makanan padat, jika ia sudah menunjukkan tanda-tanda seperti sudah kuat mengangkat lehernya saat duduk tegak, atau terlihat masih lapar meskipun ia sudah diberi ASI sebelumnya.

Namun, walaupun sudah siap, bagaimana kalau ia selalu menolak untuk makan MPASI yang Ibu sajikan? Dulu, bayi saya juga sempat seperti itu, Bu. Awalnya saya cukup bingung dan mencoba untuk mencari tahu alasannya. Ternyata, ada beberapa hal yang bisa jadi faktor pemicu, seperti tekstur yang berbeda, bau yang asing, atau bahkan memang ia sudah kenyang.

Tips Mengatasi Anak Susah Makan

Setelah mencari tahu dan mencoba-coba, kini saya punya beberapa cara untuk menangani kebiasaan menolak menu MPASI yang dilakukan bayi itu, Bu. Berikut strategi jitu yang bisa Ibu coba untuk mengatasi anak susah makan:

  • Jangan dipaksa

    Sebagai Ibu, tentu kita ingin bayi bisa menerima serta menikmati menu makanan lezat yang kita berikan. Namun, jika ia tidak menginginkannya, sebaiknya jangan dipaksa ya, Bu. Memaksa bayi justru bisa membuatnya trauma yang berakibat ia menolak makanan tersebut untuk waktu yang cukup lama. 

    Artikel Sejenis

    Jadi, tetaplah bersabar dan coba untuk mendekatkan sendok berisi makanan terlebih dahulu ke depan mulutnya sambil membujuknya. Apabila ia menolak, coba lagi beberapa saat hingga ia mau membuka mulutnya tanpa perlu dipaksa.

  • Makan bersama

    Saat bayi melihat Ibu makan, ia biasanya ikut terdorong untuk turut menyantap MPASI-nya. Nah, sambil makan nanti, Ibu juga bisa mengajarkan cara ia menyantap makanannya dan menunjukkan ekspresi bahwa makanan tersebut terasa lezat. Cara ini bisa membuatnya jadi lebih tertarik untuk menyantap menu MPASI-nya.

  • Sajikan sedikit demi sedikit

    Bu, memperkenalkan makanan yang terlihat asing bagi bayi sebaiknya disajikan sedikit demi sedikit. Jika Ibu menyajikannya secara sekaligus, bisa-bisa ia malah kehilangan nafsu makannya, lho. Perkenalkan bayi dari satu sendok per hari hingga ia terbiasa. Setelah itu, Ibu bisa menambahkan takaran porsinya.

  • Tambahkan ASI di menu MPASI-nya

    Rasa asing pada makanan bisa menjadi pemicu anak susah makan. Sebagai awal pengenalan bayi terhadap makanan padat, ada baiknya jika Ibu mencampurkan sedikit ASI agar rasanya tidak terlalu asing. Apabila ia tetap menolak, coba Ibu perhatikan kombinasi antara MPASI-nya dengan ASI yang Ibu tambahkan.

  • Coba dengan variasi menu

    Saat Ibu menyajikan bubur labu kuning tapi bayi menolak, coba ganti menu tersebut dengan satu sendok makan bayi buah pepaya yang sudah dihaluskan atau jeruk peras yang manis. Selain mengenalkan jenis-jenis makanan, variasi menu ini juga bisa menjadi alternatif Ibu untuk mengetahui apa yang disukai olehnya.

  • Buat suasana makan yang menyenangkan

    Bayi Ibu mungkin bosan dengan suasana yang itu-itu saja, sehingga selera makannya pun ikut hilang. Cobalah siasati dengan mengubah suasana makan menjadi lebih menyenangkan. Misalnya dengan sambil bercerita, membaca buku, atau makan sambil melihat kebun.

Cek Reaksi Alergi

Hal lainnya yang tak kalah penting untuk diperhatikan selama pemberian MPASI adalah mengecek reaksi alergi pada bayi. Coba periksakan terlebih dahulu apakah ia memiliki alergi pada jenis makanan tertentu untuk memastikan bahwa menu-menu yang akan Ibu sajikan cukup aman bagi bayi. Tunggu selama beberapa saat apakah ia mengalami reaksi alergi, seperti ruam, bengkak, atau gatal.

Pada beberapa kasus, ada jenis-jenis makanan yang belum bisa diterima olehnya, meskipun anak lain sudah bisa mengonsumsi dengan aman. Tetaplah cermat dalam memilih menu nutrisi tambahan bagi bayi ya, Bu, agar ia terhindar dari masalah yang nantinya justru bisa mengganggu atau bahkan membuatnya trauma.

Anak susah makan memang sangat membuat pusing ya, Bu. Kekhawatiran akan kekurangan gizi membuat para Ibu memikirkan bagaimana caranya supaya buah hati mau makan dengan lahap. Namun seiring dengan berjalannya waktu, bayi pasti mau makan secara perlahan-lahan. Intinya adalah Ibu harus bersabar dan pantang menyerah. Teruslah mencari tahu apa yang kira-kira dapat membuat bayi tergugah untuk makan.

Laman Tanya Pakar hadir untuk membantu Ibu yang ingin berkonsultasi seputar bayi. Para ahli di sana siap menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu supaya bisa menggunakan fitur tersebut, ya.