Share Like
Simpan

Sebagai orangtua, kita pasti menginginkan yang terbaik untuk si Kecil. Berbagai hal kita upayakan demi perkembangan si Kecil. Kursus adalah salah satu jalannya. Namun, benarkah si Kecil benar-benar memerlukannya?

 

Kemarin, saya melihat brosur iklan sebuah tempat kursus bahasa asing di dekat rumah. Isinya merupakan informasi dibukanya pendaftaran kelas bahasa untuk anak berusia dini. Membacanya mengingatkan saya pada beberapa tahun yang lalu. Kala itu, saya berniat mendaftarkan si Kecil untuk les bahasa asing di usianya yang kelima.

 

Salah satu teman pernah berkomentar, “5 tahun? Apa tidak terlalu dini untuk les?” Pertanyaan yang wajar, sebab banyak orangtua menganggap kursus bahasa asing di usia dini merupakan pemborosan dan belum tentu si Kecil akan menangkap materi dengan baik. “Nanti saja kalau sudah agak besar,” begitu pendapat orang pada umumnya.

Kapan Sebaiknya Les Bahasa Asing?

Dari situ, saya jadi penasaran dan mencari tahu info tentang kapan sebaiknya anak les bahasa asing.  Hasilnya ternyata cukup mengejutkan, Bu. Beberapa studi menunjukkan bahwa les bahasa asing sejak usia dini berpengaruh positif pada kemampuan bahasa si Kecil. Erika Levy, ahli bahasa dari Columbia University mengatakan bahwa sejak usia 3 tahun, kemampuan berbahasa si Kecil akan meningkat tajam. Alhasil, mereka akan mampu menyerap apa yang mereka dengar dengan cepat.

 

Caryn Antonini, founder situs bahasa Early Lingo juga berpendapat bahwa si Kecil sebaiknya memulai pelajaran bahasanya semenjak dini. Mengapa begitu? Ini karena semakin dini si Kecil belajar, maka semakin besar kemungkinan dia bisa cepat fasih berbicara bahasa asing dengan aksen yang baik. Apabila proses pelajaran dilakukan secara rutin, maka dia pun akan semakin terlatih dan terbiasa.

 

Apa Saja Manfaatnya?

Dengan mengikuti les bahasa asing, tanpa disadari si Kecil sedang mengembangkan kemampuan kognitifnya. Memori pada otak akan bekerja untuk menyimpan segala informasi yang ia butuhkan. Selain itu, kemampuan pendengaran si Kecil juga semakin terasah dengan adanya kesempatan untuk mendengarkan bunyi bahasa yang berbeda dari yang ia dengar sehari-hari.

 

Lebih dari itu, pembelajaran bahasa asing dapat bermanfaat untuk perkembangan kemampuan sosial si Kecil di masa mendatang. Dia akan terbiasa untuk berpikir cepat ketika dihadapkan pada berbagai situasi yang berbeda. Kepercayaan diri si Kecil terasah karena dia terlatih untuk berkomunikasi dan menyampaikan pendapatnya melalui kelas bahasa.

 

Apa Saja Stimulasi yang Bisa Kita Berikan?

Biasanya, di rumah saya pun turut melatih kemampuan berbahasa si Kecil. Misalnya, dengan memintanya menceritakan apa saja yang telah ia pelajari di kelas. Atau, bisa juga dengan memintanya menyebutkan kosakata baru apa saja yang telah ia pelajari. Selain membantunya untuk mengingat kembali materi, saya pun bisa melihat sudah sejauh mana perkembangan si Kecil setelah mengikuti les bahasa asing.

 

Agar proses pembelajaran bahasanya dapat berjalan dengan baik, si Kecil juga memerlukan nutrisi kunci untuk mendukungnya. Oleh karena itu, saya berusaha melengkapi kebutuhan nutrisinya semaksimal mungkin. Salah satu caranya dengan memberikan si Kecil Frisian Flag Karya. Frisian Flag Karya merupakan susu pertumbuhan favorit si Kecil. Susu ini diperkaya dengan kombinasi tinggi Vitamin D, Kalsium, Fosfor, Seng, Selenium, Vitamin, A, C, & E serta Inulin. Rasanya lezat, kandungan nutrisinya pun lengkap sekali. Tidak heran, si Kecil pun selalu bersemangat di tengah kegiatan les bahasa asingnya!