Share Like
Simpan

Senangnya si Kecil kini tumbuh dengan sehat dan cerdas! Pertumbuhan mental dan fisiknya yang beriringan membutuhkan perhatian khusus dari Ibu dan keluarga. Namun, tahukah Ibu, lingkungan sekolah yang termasuk baru baginya dapat membuatnya merasa terbebani dan stress lho, Bu. 

Sebagai orang tua, tentu Ibu mendambakan si Kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas. Namun sayangnya, ambisi orang tua yang ingin anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas dapat membuat ia justru menjadi tertekan dan stress. Oleh karena itu, dampingi terus ia di masa tumbuh kembang balita ini dan biarkan ia merasa leluasa dalam bereksplorasi. Agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas dan bebas stress, Ibu bisa mencoba beberapa tips berikut ini:

Ajarkan Ia Agar Tetap Tenang

Ketika si Kecil menghadapi hambatan di masa tumbuh kembangnya ini, ia akan menjadi mudah resah. Ia akan menganalisa dari kedua orang tuanya ketika bereaksi terhadap suatu situasi. Saat kedua orang tuanya juga terlihat resah, ia juga akan menjadi semakin resah. Agar Ibu dapat mengajarkannya untuk tetap tenang, Ibu harus dapat mengontrol emosi Ibu terlebih dahulu. Ketika Ibu terlihat tenang, maka si Kecil juga akan merasa tenang.

Ajarkan Ia Berpikir Positif

Cobalah untuk menunjukkan kepadanya pola berpikir yang positif. Ketika si Kecil melakukan sesuatu dan tidak berhasil, ia akan cenderung menjadi kecil hati. Berikan ia motivasi dan semangat agar perasaan cemasnya hilang. Hal ini sangatlah penting terutama di masa tumbuh kembang balita karena dapat membuat si Kecil merasa dimengerti dan bebas stress.

Tegakkan Disiplin

Membiasakan si Kecil untuk disiplin di tahap tumbuh kembang balita dapat membuatnya tumbuh dan berkembang menjadi anak yang teratur. Sebaiknya Ibu menerapkan disiplin secara konsisten. Jika ia melalaikannya, berikan ia sanksi agar ia belajar menghadapi risiko. Berikan ia sanksi jika si Kecil melakukan kesalahan berulang-ulang dan bukan di beberapa kelalaian pertamanya. 

Komunikasi Dua Arah Yang Efektif

Berbeda dengan orang dewasa pada umumnya, butuh cara berkomunikasi yang jelas dan lembut untuk memberikan perintah kepada si Kecil. Hindari mengomeli ia panjang lebar karena ia belum sepenuhnya paham. Ajak ia berdiskusi dengan nada suara yang lembut dan bukan berteriak. 

Tahan Emosi, Jangan Jadikan si Kecil Pelampiasan

Ketika Ibu atau Ayah pulang dari kantor, seringkali masih tersisa beban pekerjaan yang membuat suasana hati kurang baik serta lelah. Ditambah melihat tingkah laku si Kecil yang mungkin menjengkelkan, pastinya dapat menyebabkan Ibu atau Ayah merasa kesal. Jangan lampiaskan kekesalan kepadanya. Berpikirlah sejenak agar Ibu atau Ayah merasa lebih tenang dan berintrospeksi. 

Seiring dengan pertumbuhannya, menyesuaikan diri dengan kepentingan si Kecil terkadang memang sulit. Itulah sebabnya dibutuhkan kerja sama yang kuat antara Ibu dan Ayah agar si Kecil tidak merasa terabaikan. Sesibuk apapun orang tua, cobalah selalu luangkan waktu berkualitas  bersamanya, agar proses tumbuh kembangnya dapat berjalan dengan optimal. Oleh karena itu, ayo ajak si Kecil bermain bersama ketika Ibu dan Ayah memiliki waktu luang. Selain orang tua, anak-anak juga membutuhkan refreshing dari kegiatan belajarnya. Hal ini dapat membantunya melepas stress dan juga mempererat ikatan dengan Ibu dan anggota keluarga lain. 

Semoga info kami bermanfaat ya, Bu!