Whatsapp Share Like
Simpan

Pernahkah Ibu memperhatikan si Kecil yang mulai belajar mencoret-coret berbagai permukaan seperti kertas, meja, atau bahkan tembok? Tenang, Bu! Menurut Dokter spesialis anak, Lenny S. Budi, hal tersebut normal terjadi. Terutama saat berusia 1-3 tahun dimana si Kecil sudah mulai bisa mengontrol gerakan motoriknya. Hal ini menjadikan si Kecil antusias melakukan berbagai beraktivitas menggunakan tangan. Karena itu, mari gunakan kesempatan ini untuk mulai mengajari si Kecil berkarya. Salah satu caranya adalah dengan mengajak ia untuk melakukan finger painting.

Manfaat Bermain Finger Painting

Finger painting adalah seni melukis menggunakan jari tangan. Si Kecil yang baru pertama melakukannya pasti akan sangat antusias untuk mencoba. Selain seru, aktivitas ini juga memiliki banyak manfaat bagi si Kecil lho, Bu. Berikut beberapa manfaatnya:

  1. Melatih motorik halus. Dengan bermain finger painting, ujung-ujung jari mungilnya akan banyak bergerak dan bergesekan dengan cat dan media lukis lainnya. Cara ini dapat melatih keterampilan motorik halus si Kecil.
  2. Meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas. Biarkan si Kecil menyalurkan imajinasi dan kreativitasnya ke atas kertas, Bu. Ia bebas untuk menggambar apapun yang ia pikirkan. Jangan lupa untuk memuji hasilnya, ya.
  3. Sebagai media ekspresi. Emosi anak saat melukis akan terlihat dari warna yang digunakan dan apa yang sedang ia gambar. Di sini ia bebas untuk mengekspresikan hatinya. Apakah ia sedang senang, sedih, atau marah.
  4. Meningkatkan koordinasi mata dan tangan. Saat melukis, mata dan tangan si Kecil akan saling bekerja sama. Dengan begitu koordinasi antara keduanya pun dapat meningkat.
  5. Mengenalkan  konsep warna.  Selain dapat mempelajari aneka jenis warna, si Kecil juga dapat bereksperimen tentang pencampuran warna sehingga menghasilkan warna sekunder.
  6. Mengurangi sifat hiperaktivitas pada anak penderita autis dan hiperaktif. Anak yang hiperaktif dan autis cenderung susah untuk diam dan konsentrasi terhadap suatu kegiatan. Melalui permainan ini, ia dapat berlatih berkonsentrasi sehingga dapat mengurangi hiperaktivitasnya.

Siapkan Alatnya

Untuk memulai bermain finger painting bersama si Kecil, persiapkan alat-alat berikut ini, Bu:

  • Alas plastik yang lebar (dapat menutupi sebuah meja kecil).
  • Meja yang sesuai dengan postur tubuh si Kecil. Ibu juga bisa menggunakan meja khusus aktivitas anak-anak yang biasanya sudah dilapisi plastik dan mudah dicuci.
  • Cat air yang aman bagi anak-anak.
  • Wadah-wadah kecil untuk tempat cat (Ibu bisa menggunakan cetakan agar-agar, atau bahkan gelas plastik).
  • Kertas A4.
  • Tissue dan perlengkapan pembersih tangan.

DIY Edible Paint

Cat lukis yang dibeli di toko mungkin belum terjamin keamanannya bagi si Kecil, Bu. Jadi, mengapa tak membuat sendiri saja cat yang aman? Caranya sangat mudah kok, Bu. Bahan-bahannya pun dapat ditemukan dengan mudah di swalayan. Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini, Bu:

Bahan-bahan yang diperlukan:

Artikel Sejenis

  • 200 gram tepung jagung
  • 2 sdm gula pasir
  • Air secukupnya
  • Pewarna makanan dalam berbagai warna

Cara membuat:

  1. Masukkan semua bahan (kecuali pewarna) ke dalam panci, aduk hingga tercampur rata. Masak dengan api sedang sambil terus diaduk sampai adonan mengental.
  2. Cek tekstur adonan. Jika terlalu keras, dapat ditambahkan air sambil terus diaduk.
  3. Bagi adonan ke dalam beberapa wadah terpisah.
  4. Teteskan pewarna makanan ke masing-masing adonan sesuai selera, aduk hingga tercampur rata.
  5. Adonan yang sudah jadi bisa dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan simpan di dalam kulkas untuk dipakai kembali.

Cara Bermain Finger Painting

Berikut adalah langkah-langkah bermain finger painting:

  1. Sebarkan alas plastik hingga menutupi meja yang digunakan.
  2. Siapkan wadah dan tuangkan cat berbagai macam warna ke dalamnya.
  3. Siapkan kertas A4 di hadapan Ibu dan si Kecil.
  4. Sebagai permulaan, akan lebih baik jika Ibu turut serta memberi si Kecil contoh terlebih dahulu.
  5. Celupkan ujung jari Ibu ke dalam warna yang diinginkan, lalu mulailah memberikan contoh menggambar bentuk-bentuk sederhana. Seperti buah, matahari, gunung, dan bentuk-bentuk sederhana yang sudah dikenali si Kecil.
  6. Setelah diberikan contoh, tuntun si Kecil untuk melanjutkan gambar yang dibuat Ibu dengan mewarnai bentuk yang telah ibu gambar sebelumnya. Atau, Ibu bisa meminta si Kecil untuk menggambar bentuk serupa lalu mewarnainya.
  7. Jika dibutuhkan, Ibu bisa membantu dengan menuntun jarinya ketika menggambar.
  8. Angkat kertas dan biarkan kertas mengering.
  9. Lukisan finger paint pun sudah jadi!

 

Mudah kan, Bu, bermain finger painting? Jika lukisannya dibingkai dan dipajang di ruang keluarga, pasti si Kecil akan merasa bangga dan dihargai. Tidak hanya itu, lukisan si Kecil juga bisa dijadikan pembungkus kado, sampul buku, pembatas buku, dan lainnya. Atau, Ibu juga bisa mengolah gambar si Kecil menjadi kartu ucapan keluarga yang manis dan personal.

Walaupun sedikit kotor tentunya semua akan terbayar ketika melihat senangnya wajah si Kecil yang sedang melukis. Apalagi, kegiatan finger painting ini juga dapat melatih koordinasi motorik halus si Kecil serta menguatkan otot jarinya. Yuk Ibu, ajak si Kecil berkarya dengan jarinya!

Jika ingin berkonsultasi tentang nutrisi, tumbuh kembang, atau topik lainnya seputar anak, tanyakan saja langsung kepada ahlinya di laman Tanya Pakar, Bu. Untuk bisa mengaksesnya, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu, ya.