Whatsapp Share Like
Simpan

Persalinan normal adalah proses persalinan yang terjadi secara alami yang ditandai dengan kontraksi rahim Ibu, melalui pembukaan leher rahim, dan dibantu dorongan otot panggul Ibu untuk bisa mengeluarkan bayi dari vagina. Bayi yang sudah siap dilahirkan ke dunia umumnya berada di usia kehamilan antara minggu ke-37 sampai ke-42. Berikut ini ada beberapa informasi penting yang perlu Ibu ketahui seputar persalinan normal. Yuk, langsung disimak, Bu.

Persiapan Sebelum Persalinan Normal

Sebelum melahirkan bayi ke dunia, ada beberapa persiapan yang perlu Ibu lakukan supaya prosesnya dapat berlangsung dengan lancar, antara lain:

  • Mencari dokter spesialis anak yang sesuai. Menjelang kelahiran bayi, Ibu sebaiknya sudah mulai mencari dokter spesialis anak sesuai agar Ibu merasa nyaman saat harus membawa buah hati berkonsultasi, periksa kesehatan, dan imunisasi.
  • Mempelajari prosedur persalinan normal sejak di awal kehamilan. Persalinan normal adalah proses yang berat dan membutuhkan persiapan yang matang. Untuk itu Ibu perlu mempelajari prosedurnya sejak di awal kehamilan dengan cara bertanya pada ibu lain yang pernah memiliki pengalaman serupa atau mengikuti kelas persalinan. Beberapa hal penting yang perlu Ibu pelajari misalnya tahapan saat melahirkan, tanda mulai persalinan, teknik mengejan dan bernapas, dan cara mengontrol nyeri ketika proses bersalin.
  • Berbelanja keperluan bayi. Memasuki usia kehamilan 7 bulan, Ibu sudah bisa mulai berbelanja barang-barang keperluan bayi, seperti pakaian, popok, keperluan mandi, dan lainnya. Belilah secukupnya saja ya, Bu, jangan kalap saat melihat barang-barang bayi yang lucu dan menggemaskan.
  • Siapkan tas melahirkan. Keperluan untuk melahirkan sebaiknya harus sudah dipersiapkan di dalam tas khusus sebulan sebelum tanggal perkiraan persalinan. Jadi, Ibu hanya perlu membawanya saja saat tanda-tanda akan melahirkan muncul.
  • Rutin berolahraga ringan. Olahraga sebelum persalinan bertujuan untuk memperkuat nafas dan melenturkan otot panggul supaya mudah saat melahirkan nanti. Lakukan olahraga yang ringan saja, seperti jogging, jalan kaki, sepeda statis, yoga, pemanasan otot, atau squat. Bisa juga dengan mengikuti senam hamil yang banyak diadakan di rumah sakit.

Tanda-tanda Persalinan Normal

Bagi Ibu yang baru pertama kali hamil mungkin ada rasa cemas. Oleh karena itu Ibu perlu tahu beberapa tanda saat akan memasuki persalinan normal. Tanda-tandanya adalah sebagai berikut:

  1. Kepala janin mulai turun ke panggul. Memasuki trimester ketiga, kepala janin akan mulai turun ke panggul sehingga menyebabkan Ibu sering ingin buang air kecil karena ada penekanan pada kandung kemih. Namun, nafas Ibu akan lebih ringan karena janin tidak lagi menekan diafragma Ibu.
  2. Vagina mengeluarkan lendir yang mengandung darah. Fungsi dari lendir yang dihasilkan oleh leher rahim (serviks) tersebut adalah untuk melindungi janin agar terhindar dari infeksi. Ini menjadi pertanda bahwa servis sudah mulai terbuka.
  3. Kontraksi. Saat Ibu merasakan kontraksi pada otot rahim yang terjadi setiap 10 menit, artinya Ibu akan segera melahirkan bayi.
  4. Punggung terasa nyeri. Kontraksi biasanya juga diiringi dengan nyeri pada punggung bawah yang sesekali muncul dan hilang sendiri.
  5. Pecah ketuban. Pecahnya ketuban ditandai dengan keluarnya air secara deras dan tiba-tiba dari vagina. Saat ketuban yang melindungi janin sudah robek, maka janin harus secepatnya dilahirkan dalam kurun waktu 24 jam.

Baca juga: Fakta Menarik Seputar Proses Kelahiran!

Fase Sebelum Persalinan Normal

Sebelum melahirkan bayi secara normal, Ibu akan melalui tahapan yang disebut sebagai kala 1 yang terdiri dari tiga fase, yaitu:

Artikel Sejenis

  1. Fase laten. Ini adalah fase terlama dan tidak nyaman yang dapat berlangsung selama 5-18 jam dimana Ibu akan merasakan kontraksi ringan sampai sedang secara berkala. Kontraksi ini berlangsung selama 30-45 detik dengan jarak 5-20 menit yang terjadi sampai serviks mengalami pembukaan sekitar 3 cm.
  2. Fase aktif. Fase ini terjadi setelah serviks mengalami pembukaan sepanjang 3-4 cm. Ibu akan lebih sering mengalami kontraksi setiap 2-3 menit dalam jangka waktu 50-70 detik. Ibu sebaiknya segera ke rumah sakit saat sudah memasuki fase ini. Jika ketuban belum pecah, dokter akan membantu dengan memecahkan selaput ketuban. Ibu mungkin akan merasa nyeri dan gelisah akibat kontraksi yang terus meningkat. Untuk mengontrolnya, Ibu bisa latihan pernapasan.
  3. Fase transisi. Posisi bayi mulai bergerak turun sehingga menyebabkan durasi dan frekuensi kontraksi semakin meningkat. Saat sudah memasuki fase ini, artinya bayi sebentar lagi akan terlahir ke dunia.

Proses Persalinan Normal

Pada kala 2, yaitu saat serviks telah terbuka sempurna, Ibu akan merasakan kontraksi yang berlangsung selama 60-90 detik dengan selang waktu setiap 2-5 menit. Normalnya, bayi akan terdorong di setiap kontraksi, tapi apabila kontraksinya berkurang atau janin tetap tidak turun, Ibu akan disarankan untuk merubah posisi tidur, seperti miring ke salah satu sisi. Jika masih tidak berhasil, Ibu akan diberi obat untuk memicu kontraksi.

Ibu juga perlu mengejan untuk membantu proses turunnya janin. Namun ketika Ibu merasa nyeri pada jalan lahir, Ibu akan diminta untuk berhenti mengejan supaya bayi bisa keluar dengan perlahan dan menghindari robekan perineum (daerah di antara anus dan vagina) dan vagina. Apabila dibutuhkan, dokter mungkin akan melakukan tindakan episiotomi, yaitu memotong sedikit perineum lalu dijahit kembali setelah bayi sudah lahir untuk mempercepat persalinan atau menghindari robekan pada perineum. Ibu tak perlu khawatir, karena sebelum tindakan tersebut dilakukan Ibu akan diberi suntikan bius lokal.

Ketika kepala bayi telah keluar sempurna, Ibu akan kembali mengejan untuk mengeluarkan badan bayi seluruhnya. Setelah bayi terlahir dan dianggap aman yang ditandai dengan bayi menangis kencang, ia akan langsung diberikan pada Ibu untuk mendapatkan inisiasi menyusui dini (IMD) dan membangun hubungan kuat antara Ibu dan bayi. Setelah itu, tali pusat dipotong serta bayi dibersihkan dan ditimbang.

Setelah proses persalinan normal, Ibu masih akan melalui kala 3 di mana Ibu harus berjuang untuk mengeluarkan plasenta (ari-ari) yang biasanya membutuhkan waktu selama 5-30 menit. Kemudian, dokter akan memberikan oksitosin untuk meminimalisir perdarahan. Proses melahirkan normal dari kala 1 sampai kala 3 membutuhkan waktu sekitar 12-14 jam. Namun bagi Ibu yang pernah melahirkan normal sebelumnya biasanya akan membutuhkan waktu bersalin yang lebih singkat.

Masalah yang Mungkin Dihadapi Ibu

Meskipun jarang terjadi, tapi beberapa Ibu mungkin akan mengalami masalah sebelum, saat, dan setelah persalinan normal, seperti berikut ini:

  • Persalinan terlalu lama
  • Kelahiran prematur
  • Terlambat lahir
  • Perdarahan setelah melahirkan
  • Ketuban pecah dini
  • Emboli air ketuban, yaitu air ketuban masuk ke dalam pembuluh darah Ibu sehingga menyebabkan penyumbatan pada arteri paru-paru.

Perubahan Setelah Persalinan

Apabila tidak ditemui masalah pada Ibu dan bayi, dokter akan mengizinkan Ibu untuk pulang dalam waktu 24-48 jam setelah melahirkan. Namun Ibu perlu bersiap-siap akan adanya perubahan yang bisa terjadi setelah menjalani persalinan secara normal, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Mengompol ketika batuk atau tertawa karena melemahnya otot panggul.
  • Muncul wasir dalam beberapa hari.
  • Mengeluarkan lochea atau nifas selama beberapa minggu.
  • Menghasilkan kolostrum dan ASI sebagai asupan bagi bayi.
  • Perut menggelambir akibat peregangan otot saat hamil.

Apabila Ibu mengalami keluhan setelah pulang ke rumah, sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter agar bisa ditangani secepatnya. Semoga informasi seputar persalinan normal ini bisa membantu mengatasi rasa cemas Ibu sebelum melahirkan buah hati.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar kehamilan, bisa langsung berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Para ahli di sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

Sumber:

Alodokter