Share Like
Simpan

Bila Ibu sering mendapatkan si Kecil cegukan, jangan segera berpikir ia menderita penyakit serius. Sebenarnya cegukan sudah dialami si Kecil sejak dalam kandungan, yakni sejak usia kehamilan Ibu enam minggu dan merupakan tanda yang normal. Cegukan terjadi karena diafragma atau sekat yang berada di antara rongga dada dan rongga perut tiba-tiba berkontraksi, atau mungkin juga akibat iritasi atau rangsangan otot sekitarnya.

Profesor Lynnette Mazur, seorang dokter anak asal Houston, Texas, Amerika Serikat, mengatakan bahwa cegukan disebabkan oleh proses makan atau menyusu, atau turunnya temperatur ruangan sekitar yang menyebabkan si Kecil kedinginan. Selain itu, cegukan juga dapat terjadi bila si Kecil terlalu gembira dan bersemangat. Walau bagi Ibu dan orang dewasa lain cegukan kelihatannya sangat mengganggu si Kecil, namun tidak demikian bagi si Kecil. Ibu baru boleh khawatir bila cegukan sering terjadi saat si Kecil tidur atau saat makan.

Bayi-bayi dengan penyakit refluks gastroesofageal, atau mengalirnya kembali makanan ke kerongkongan/esofagus, dapat menyebabkan cegukan yang sering. Hal ini yang juga perlu Ibu waspadai dan konsultasikan ke dokter, terutama bila si Kecil sering terlihat gumoh atau batuk dengan suara serak. Demikian pula jika cegukan terjadi sangat sering dan tidak terkontrol.

Bagaimana menghentikan cegukan pada si Kecil? Cegukan dapat hilang dengan sendirinya, sehingga Ibu tidak perlu khawatir. Sebagian orang tua akan memberikan air gula yang mungkin dapat sedikit membantu meringankan cegukan.

Yang perlu diingat, saat si Kecil cegukan sebaiknya Ibu tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat membahayakan si Kecil. Beberapa tindakan yang sering dilakukan orang, seperti menekan bola matanya, menekan ubun-ubunnya, membuat si Kecil kaget dengan menepuk kantung plastik hingga pecah di depan wajahnya, menarik lidahnya, atau menepuk punggung si Kecil dengan keras, sama sekali tidak bermanfaat dalam meredakan cegukan, malah berbahaya dan dapat melukai si Kecil.

Bila cegukan disebabkan adanya udara dalam lambung, meredakannya sangat mudah, yakni dengan mengusap lembut punggung dan membaringkan si Kecil pada posisi tengkurap. Berikan ia minuman yang hangat atau ASI atau sesuatu untuk diisap. Ubahlah posisi si Kecil agar lebih rileks dan disendawakan. Tindakan menyendawakan si Kecil dapat membantu mengurangi cegukan.

Ibu juga bisa mencoba dengan memberikan makan saat si Kecil benar-benar lapar, sehingga mengurangi cegukan saat ia sedang makan. Namun, sebaiknya hindari memberikan makanan saat si Kecil cegukan, dan tunggu sebentar hingga cegukannya menghilang. Alihkan perhatiannya dengan mengajaknya bermain sambil menunggu cegukannya hilang dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih 15 menit. Seiring dengan pertumbuhan usianya, cegukan ini akan menghilang.