Share Like
Simpan

Tahun baru, semangat baru! Memulai tahun yang baru merupakan langkah awal si Kecil untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih optimal. Tidak cuma orang dewasa, anak-anak juga sudah bisa memiliki resolusi di tahun baru karena ia sudah mampu berpikir sendiri. Kemampuannya menentukan tujuan hidup yang ingin dicapai juga merupakan salah satu hal penting dalam tahap tumbuh kembang anak, lho, Bu.

Menurut artikel yang saya baca di forum Ibu dan Balita, ketika si Kecil memasuki usia 6 tahun, ia telah berada di masa ideal untuk membuat resolusi. Psikolog Christine Carter, Ph.D. yang juga menulis buku Raising Happiness: 10 Simple Steps for More Joyful Kids and Happier Parents mengatakan, si Kecil butuh dukungan orang tua dalam menyusun dan memenuhi resolusinya. Resolusi yang berhasil dicapai tentu membuat pribadi si Kecil menjadi lebih baik, Bu.

Mumpung masih awal tahun, simak tips membantu si Kecil menyusun resolusi berikut ini, yuk!

1. Orang Tua Sebagai Sosok Panutan

Anak akan selalu menjadikan orang tua sebagai sosok panutan dalam hidupnya. Baik itu dalam berperilaku, berkata, hingga kebiasaan-kebiasaan kecil yang ditiru. Karena itu, jadikan menyusun resolusi sebagai agenda wajib Ibu dan Ayah setiap awal tahun.

Mula-mula, beri si Kecil pengertian apa itu resolusi dan alasan mengapa ia harus memilikinya. Agar si Kecil mudah memahaminya, perlihatkan bahwa Ibu dan Ayah juga menyusun resolusi bersama. Contohnya, resolusi untuk rajin merapikan gudang seminggu sekali, atau resolusi untuk rutin masak bersama tiap akhir pekan. Perlu diingat, resolusi tersebut jangan hanya menjadi catatan, lho, Bu. Tunjukkan pada si Kecil bahwa Ibu dan Ayah berusaha melakukan resolusi tersebut.

2. Lakukan Resolusi Secara Bertahap

Menurut Carter, butuh waktu sekitar enam minggu untuk membuat suatu kegiatan menjadi kebiasaan. Jika si Kecil memiliki resolusi untuk tetap menjaga kebersihan kamarnya, mulailah dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bertahap. Misalkan, minggu pertama, ajarkan si Kecil untuk merapikan tempat tidurnya setiap pagi. Minggu kedua, latih kedisiplinan si Kecil dengan menyuruhnya meletakkan kembali setiap mainan ke tempatnya sehabis dipakai. Begitu pun pada minggu-minggu berikutnya. Secara bertahap, resolusi si Kecil untuk tetap menjaga kebersihan kamarnya pasti akan tercapai, Bu.

3. Beri si Kecil Motivasi

Jangan pernah paksa si Kecil untuk membuat resolusi, terutama jika ia belum siap. Sebab, jika membuat resolusi setengah hati, si Kecil tidak akan semangat menjalani resolusinya. Semangat ini pun datang dari kekuatan motivasi si Kecil. Ya, Bu, motivasi dalam diri sendiri adalah kunci penting berhasilnya sebuah resolusi. Untuk membakar motivasinya, Ibu dan Ayah perlu menggali minat dan bakat si Kecil. Misalkan, si Kecil terlihat berminat bermain piano, tanyakah apakah ia ingin menjadi seorang pemain piano yang hebat. Jika si Kecil mengiyakan, arahkan ia untuk memiliki resolusi, yakni resolusi untuk memainkan satu lagu yang sulit di piano.

Supaya semangat si Kecil tidak goyah dalam menjalankan resolusi, beri ia penghargaan untuk setiap pencapaian yang berhasil diraihnya. Melalui pujian serta pengakuan dari Ibu dan Ayah, si Kecil siap menyusun resolusi selanjutnya dan menjadikannya kenyataan.

Semoga informasi ini dapat menjadi inspirasi, Bu!