Share Like
Simpan

Ibu pasti setuju, mengenalkan konsep berbagi pada si Kecil sangat penting untuk diajarkan sejak dini, kan? Namun Bu, konsep berbagi tersebut tentu bukan hanya memberikan benda atau materi lainnya pada orang lain saja, tetapi juga berbagi giliran berbicara, giliran bermain, dan juga berbagi kasih sayang.

Dulu, saat menginjak usianya yang ke-4, si Kecil sempat menunjukkan tanda-tanda tidak mau berbagi saat bermain. Sampai-sampai, semua barang miliknya tidak boleh disentuh anak lain. Duh, saya langsung khawatir jika nanti ia dijauhi dan tidak memiliki teman. Apalagi, ternyata anak-anak yang belum memahami konsep berbagi cenderung akan tumbuh menjadi anak yang hanya berfokus pada dirinya sendiri.

Waktu itu, beberapa teman menyarankan saya untuk melatih empati dan rasa berbagi si Kecil dengan sering mengajaknya rutin bermain bersama teman-temannya di taman. Tempat bermain adalah lokasi yang potensial agar ia merasa nyaman dan mengenal anak lain di sekitarnya. Sembari menemaninya bermain ayunan atau perosotan, Ibu dapat mengajarkannya untuk bersabar menunggu giliran dan juga memberi kesempatan pada anak lain untuk memainkannya juga.

Nah, kira-kira apa saja sih manfaat mengajak si Kecil untuk berbagi? Simak ulasan berikut ini, yuk!

1. Belajar bersabar.

Melihat banyaknya mainan yang menarik untuk dicoba di taman bermain, tentu akan membuat si Kecil bersemangat dan ingin cepat-cepat memainkan semuanya, ya. Nah, situasi ini cocok sekali kita gunakan untuk mulai mengajarkannya mengontrol diri dan mau mengantri serta bergantian dengan teman-temannya yang lain. Dari situ, si Kecil bisa ikut mengembangkan sikapnya untuk bersabar, Bu.

2. Menanamkan rasa empati dan murah hati.

Memberikan kesempatan bermain pada anak lain juga secara langsung  menanamkan rasa empati dan murah hati dalam dirinya lho, Bu. Jika sudah demikian, nantinya ia akan dengan mudah diterima di lingkungan sosial mana pun di masa mendatang.

3. Mudah membuka diri dan bersosialisasi.

Sebagian besar para ibu mengharapkan anaknya mau membuka diri sehingga akan mudah memahami perasaannya. Saya pun demikian. Ibu tentu juga setuju, kan?

Anak yang mudah membuka diri akan mudah juga bersosialisasi. Ini akan memberinya keuntungan di masa mendatang. Karakternya yang ramah dan terbuka dengan orang baru akan membuatnya memiliki banyak teman.

Si Kecil yang telah terbiasa untuk berbagi akan memiliki segudang keuntungan di kehidupannya kelak. Hal itu juga nantinya berpengaruh pada pembentukan karakternya, Bu. Ketika ia tumbuh dewasa, ia akan dengan mudah menjalin pertemanan, dan hal itu sangat berperan penting dalam kehidupannya di masa mendatang.

Wah, manfaatnya banyak juga ya, Bu! Nah, satu tips dari saya. Saat si Kecil sudah mau inisiatif berbagi kepada temannya nanti, berikan ia pujian ya, agar ia semakin bersemangat mengulangi perbuatan baiknya tersebut. Rekam juga momen istimewa itu dalam bentuk foto atau video untuk dokumentasi momen tumbuh kembangnya yang berharga itu.

Bagaimana? Siap membimbing si Kecil untuk mulai belajar berbagi sejak kecil? Pada masa di mana si Kecil sedang aktif berimajinasi dan berkreasi lewat kegiatan bermainnya sehari-hari, mengembangkan kemampuan bersosialisasi tersebut tentu dapat ikut mendukung proses tumbuh kembangnya di tahap Kreasi ini, Bu. Lewat kerjasamanya bersama teman-teman lainnya, si Kecil pun jadi bisa berkolaborasi untuk menciptakan kreasi yang menarik.

Untuk mendukung proses kreasinya itu, ia tentu juga membutuhkan nutrisi yang mendukung daya tahan tubuhnya. Oleh sebab itu, saya selalu menyajikan susu pertumbuhan Frisian Flag Karya Suprima 3 kali sehari. Susu pertumbuhan ini  diperkaya dengan Selenium dan Seng yang berperan untuk mendukung sistem kekebalan tubuh si Kecil, menangkal radikal bebas, serta memperkuat sistem imun agar tubuhnya tetap kuat dan sehat. Selain itu, Frisian Flag Karya Suprima juga dilengkapi kombinasi Tinggi Vitamin D, Selenium, Seng, Kalsium, Fosfor, Vitamin A, C, dan E, dan juga Inulin.

Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca artikel ini, Bu. Semoga bermanfaat!