Share Like
Simpan

Pernahkah Ibu merasa khawatir ketika mengganti popok bayi? Sebabnya, kulit bokong si Kecil masih sangat sensitif dan mudah mengalami iritasi saat ini. Itu pun menjadi kekhawatiran saya, Bu. Nah, untuk menghindari munculnya iritasi pada kulit si Kecil, saya mulai cari tahu informasi soal penggunaan popok bayi yang benar.

Selain mengetahui cara merawat kulit bokong bayi yang benar, Ibu juga perlu tahu risiko pemakaian popok bayi yang kurang tepat. Saya coba rangkum sejumlah informasi ini supaya Ibu mudah mengetahuinya.

1. Ruam

Apakah kulit bokong si Kecil terlihat merah dan sedikit meradang? Tidak perlu khawatir, karena ruam popok umum terjadi pada bayi. Anak saya pun sempat mengalami hal yang sama, Bu. Setelah saya periksakan ke dokter, barulah saya mengerti bahwa peradangan ini disebabkan oleh kebersihan kulit si Kecil yang kurang terjaga. Dokter menyarankan untuk mengganti popoknya secara teratur, khususnya setelah ia buang air besar.

Nah, untuk mempercepat proses penyembuhan ruam popok, Ibu bisa oleskan salep atau krim yang mengandung Zinc Oxide. Balurkan tipis-tipis pada area bokongnya dan biarkan mengering sebelum ditutup dengan popok. Jika ruam popok tidak kunjung membaik setelah 2-3 hari, segera konsultasikan dengan dokter, ya.

2. Alergi

Ibu tentu setuju bahwa penggunaan popok sangat membantu saat melakukan perawatan bayi. Namun, beberapa bayi alergi terhadap bahan kapas, plastik, dan kain yang menjadi komponen  popok bayi, Bu. Alergi ini mulanya akan menunjukan gejala kulit meradang dan memerah seperti ruam popok. Namun, berbeda dengan ruam popok, ruam pada kulit bokong si Kecil yang terkena alergi akan terlihat sedikit menonjol. Selain itu, reaksi alergi biasanya muncul beberapa menit setelah kulit bokong bayi bersentuhan dengan popok. Jika ia mengalami gejala tersebut, Ibu bisa beralih pada popok berbahan kain, ya.

3. Infertilitas

Bu, beberapa hari yang lalu saya sempat mendengar berita bahwa popok bayi dapat menyebabkan infertilitas atau kemandulan pada anak laki-laki. Setelah saya cari tahu lebih lanjut, ternyata popok bayi berbahan plastik yang dapat meningkatkan risiko infertilitas. Menurut jurnal penelitian dari Archives of Disease in Childhood,  popok berbahan plastik yang digunakan secara berkelanjutan dapat meningkatkan suhu pada area kantung kemaluan bayi laki-laki, sehingga memengaruhi kualitas sperma bayi. Untuk itu, pastikan Ibu menghindari komponen plastik dalam popok si Kecil. Menjaga kesehatan kulit bayi sangatlah penting agar ia selalu merasa nyaman. Salah satu cara yang bisa Ibu lakukan adalah dengan menjaga kebersihan sekitar kulit bokong yang tertutup popok bayi

Menurut artikel online yang saya baca, Ibu disarankan untuk mengganti popok si Kecil secara rutin atau setiap 2-3 jam sekali. Selain itu, pastikan ukuran popok yang dipakai pas dan tidak membatasi ruang geraknya. Untuk menghindari iritasi pada bokong si Kecil, saya juga menggunakan bahan yang lembut sehingga tidak menimbulkan gesekan pada kulitnya Yuk, jaga kesehatan kulit si Kecil agar proses tumbuh kembangnya dapat berjalan secara optimal!