Whatsapp Share Like Simpan

Sesaat setelah bayi lahir ke dunia, Ibu disarankan untuk segera melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sebagai cara untuk mempermudah bayi memulai proses menyusu. WHO merekomendasikan IMD diterapkan pada satu jam pertama setelah bayi dilahirkan. Caranya adalah dengan meletakkan bayi di atas dada atau perut ibu, lalu secara alami ia mampu mencari sendiri sumber ASI dan langsung menyusu.

Selama 6 bulan awal kehidupan bayi, ASI eksklusif adalah sumber asupan utama yang telah terbukti memiliki banyak manfaat penting bagi bayi. Untuk itulah prosedur IMD perlu dipahami dengan benar supaya Ibu dapat memberikan bayinya ASI secara optimal. Berikut ada beberapa informasi penting seputar Inisiasi Menyusui Dini yang perlu untuk Ibu ketahui.

Manfaat Inisiasi Menyusui Dini untuk Ibu dan Bayi

IMD memiliki berbagai manfaat, baik bagi Ibu maupun bayi. Berikut ini adalah serangkaian manfaatnya:

  • Menambah kesempatan bagi bayi untuk mendapatkan kolostrum

Kolostrum merupakan ASI pertama yang keluar dari payudara Ibu. Kolostrum biasanya berwarna kekuningan, bertekstur sangat kental, dan banyaknya hanya sekitar satu sendok teh. Cairan pertama ASI ini sangat disarankan untuk diberikan pada bayi karena mengandung banyak nutrisi yang baik bagi kesehatan bayi.

  • Mencegah gangguan suplai ASI

Pemberian Inisiasi Menyusui Dini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan pada produksi ASI nantinya, Bu. Ibu menyusui kerap kali menemui masalah seputar produksi ASI, mulai dari ASI tidak mau keluar, payudara membengkak, hingga ASI hanya keluar sedikit. Untuk itulah program IMD ini penting sekali untuk segera dilakukan setelah bayi dilahirkan ke dunia.

Artikel Sejenis

  • Mendukung kesuksesan pemberian ASI secara eksklusif

IMD diketahui dapat mendukung keberhasilan Ibu dalam memberikan ASI kepada bayi secara eksklusif sampai bayi setidaknya berusia 4 bulan. Namun, ASI eksklusif sebaiknya diberikan sampai bayi berumur 6 bulan dan boleh dilanjutkan hingga usianya 2 tahun.

  • Membangun bonding antara Ibu dan bayi

Menurut penelitian, bayi yang kulitnya bersentuhan langsung dengan kulit  sang ibu (skin-to-skin) sesaat setelah dilahirkan mampu membangun bonding yang lebih erat dengan ibunya. Tak hanya itu saja, skin-to-skin ini juga dianggap sebagai sebuah metode yang efektif untuk menenangkan bayi yang sakit. Saat proses ini berlangsung, Ibu dan bayi akan sama-sama merasakan kenyamanan.

  • Memperbaiki kondisi kesehatan bayi

Inisiasi Menyusui Dini bermanfaat untuk memperbaiki kondisi kesehatan, meningkatkan sistem imun, menjaga kesehatan sistem pencernaan, dan membantu proses tumbuh kembang bayi. Ini artinya IMD dapat menekan angka kematian bayi baru lahir yang banyak terjadi di negara berkembang, seperti Indonesia.

  • Membantu bayi baru lahir untuk beradaptasi

Bayi baru lahir tentu akan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dari perut Ibu ke dunia. Bayi bisa mudah merasa cemas dengan lingkungan barunya tersebut, Bu. Untuk mengatasi kecemasan pada bayi ini diperlukan penanganan yang tepat agar memberikan dampak positif bagi dirinya, baik dalam jangka waktu pendek ataupun panjang.

Penanganan tersebut adalah melalui Inisiasi Menyusui Dini. Kontak langsung antara kulit Ibu dan bayi selama IMD akan memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi, sehingga ia tidak mudah merasa cemas dan cepat terbiasa dengan dunia barunya.

Baca juga: Keajaiban Menyusui Bagi Kesehatan Ibu dan Anak

Upaya Dalam Menerapkan IMD

Sayangnya, belum semua rumah sakit atau bidan yang menerapkan proses Inisiasi Menyusui Dini ini. Hal tersebut pun bisa menjadi masalah yang akan dihadapi oleh para ibu yang ingin memberikan IMD kepada bayinya. Sebagai solusinya, Ibu harus mencari rumah sakit atau klinik bersalin yang mendukung program ini sebelum waktu persalinan tiba.

Bagi Ibu yang mengharapkan IMD, ada beberapa hal yang harus Ibu perhatikan ketika mencari tempat bersalin, yaitu:

  • Dokter dan perawat yang bertugas membantu proses persalinan mendukung pemberian ASI dan bersedia membantu Ibu agar dapat menyusui dengan lancar.
  • Mempunyai kebijakan bagi ibu dan bayi berada di dalam satu ruangan setelah persalinan.
  • Memberikan waktu pada Ibu untuk menerapkan IMD setelah persalinan dan bayi dibiarkan menyusu sesuai kebutuhannya.
  • Tidak merekomendasikan ibu, khususnya yang ASI nya belum keluar, untuk menyusui bayinya dengan susu tambahan.
  • Tugas lainnya seperti menimbang dan memandikan bayi dapat dilakukan setelah proses Inisiasi Menyusui Dini dilakukan.

Namun ada beberapa prosedur yang bisa membuat IMD tidak dapat dilakukan, seperti adanya komplikasi persalinan atau operasi caesar yang terjadi di luar rencana. Walaupun begitu, apabila keadaannya masih memungkinkan bagi Ibu untuk melakukannya, sebaiknya sampaikan keinginan tersebut kepada dokter atau perawat yang membantu proses persalinan Ibu.

 

Untuk mendukung keberhasilan Inisiasi Menyusui Dini juga akan memerlukan kesiapan fisik dan mental dari Ibu. Yakinkan diri sendiri bahwa Ibu bisa melakukannya dengan baik. Ibu tentunya juga akan membutuhkan dukungan dari orang di sekitar Ibu, baik itu keluarga, dokter kandungan yang membantu persalinan, maupun pihak rumah sakit. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bu.

Susu Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA turut menunjang program ASI eksklusif berkat kandungan nutrisi yang lengkap di dalamnya. Susu ini telah diformulasikan dengan berbagai nutrisi yang Ibu butuhkan selama menyusui, mulai dari protein, karbohidrat dan lemak, Serat pangan (Inulin), Tinggi Zat Besi, Tinggi Kalsium, Tinggi Asam folat, hingga 29 multivitamin dan mineral.

Untuk Ibu yang memiliki pertanyaan seputar bayi, ibu dapat bertanya langsung ke pakar kami melalui fitur Tanya Pakar. Namun untuk menggunakan fitur tersebut, ibu perlu melakukan registrasi terlebih dahulu ya, Bu. Selamat mencoba.


Sumber:

Alodokter

Hellosehat