Whatsapp Share Like
Simpan

Memiliki janin di dalam kandungan membuat ibu hamil harus lebih memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi. Selain untuk tumbuh kembang janin, nutrisi tersebut juga diperlukan untuk sang ibu agar tetap kuat menjaga kehamilannya. Oleh karena itu, ibu hamil perlu memenuhi nutrisi yang dibutuhkan melalui makanan yang bergizi untuk mendapatkan asupan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

Selama hamil, Ibu juga disarankan untuk minum susu ibu hamil. Susu yang khusus diformulasikan untuk ibu hamil ini dikatakan memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat bagi Ibu dan janin dalam kandungan. Mau tahu apa saja kandungan nutrisi serta manfaat yang dimiliki susu ibu hamil? Cari tahu jawabannya dari informasi berikut ini yuk, Bu:

Calon Ibu, Haruskah Minum Susu Ibu Hamil?

Ada yang beranggapan minum susu ibu hamil selama Ibu mengandung itu tidak wajib, selama kebutuhan nutrisi sudah terpenuhi. Meski begitu, mengkonsumsi susu tersebut sebenarnya memiliki banyak manfaat lho, Bu. Inilah berbagai manfaatnya:

  • Memenuhi kebutuhan vitamin dan zat besi yang diperlukan janin. Janin yang Ibu kandung juga akan memerlukan asupan vitamin dan zat besi yang bermanfaat untuk pembentukan dan pertumbuhan tulang serta perkembangan janin intrauterin.
  • Memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D. Ibu mengandung sangat memerlukan vitamin D untuk menurunkan risiko alergi pada bayi di masa depan. Selama kehamilan, Ibu juga setidaknya akan membutuhkan asupan kalsium sebanyak 1.000-1.300 mg setiap hari untuk kekuatan dan pertumbuhan tulang bagi Ibu dan janin di dalam kandungan. Mengkonsumsi susu kehamilan akan membantu pemenuhan kedua nutrisi tersebut agar Ibu dan janin terhindar dari tulang keropos.
  • Mencerdaskan janin. Adanya kandungan yodium di dalam susu ibu hamil terbukti dapat membantu perkembangan otak dan mencerdaskan janin.
  • Membantu perkembangan sistem saraf janin. Susu untuk ibu hamil kaya akan kandungan protein, asam lemak, dan asam amino. Ketiganya penting untuk membantu perkembangan sistem saraf janin, Bu.
  • Menurunkan risiko penyakit tertentu. Mengkonsumsi susu kehamilan juga dikatakan dapat membantu menurunkan risiko penyakit tertentu pada Ibu, seperti osteoporosis, ricket neonatal, dan multiple sclerosis.
  • Sebagai antasida. Susu kehamilan juga berperan sebagai antasida yang ampuh dalam meredakan mulas dan penyakit lambung yang umum dialami oleh Ibu mengandung.

Kapan Sebaiknya Minum Susu Ibu Hamil?

Setiap Ibu mengandung memiliki kondisi yang berbeda-beda, ada yang cenderung kuat tapi ada juga yang cenderung lemah. Kondisi tersebut akan mempengaruhi waktu yang sesuai untuk mengkonsumsi susu kehamilan. Bagi Ibu yang tergolong lemah dan sering mual hingga muntah dalam jumlah banyak, maka disarankan rutin minum susu untuk ibu hamil selama kehamilan guna membantu pemenuhan nutrisi yang tidak bisa tercukupi dengan baik.

Untuk Ibu mengandung, frekuensi minum susu sebaiknya dilakukan setiap hari pada malam hari sampai menjelang tidur. Mengapa begitu? Meminum susu hangat dan ditambah dengan madu sebelum tidur akan membantu Ibu untuk meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kadar gula darah di malam hari.

Artikel Sejenis

Kebanyakan Ibu mengandung akan menghindari minum susu untuk ibu hamil di pagi hari, karena dirasa sangat berat bagi perut untuk dicerna sehingga dapat menyebabkan rasa lesu. Ada juga yang mengeluhkan asam lambungnya meningkat saat mengkonsumsinya di pagi hari. Maka dari itu, malam hari menjadi waktu terbaik untuk mengkonsumsinya.

Baca juga: Susu Ibu Hamil vs Suplemen Kalsium

Kandungan Nutrisi Susu Ibu Hamil yang Ideal

Di dalam susu untuk ibu hamil tentunya harus memiliki kandungan nutrisi yang sesuai untuk kebutuhan Ibu selama proses mengandung. Susu ibu hamil yang ideal adalah yang mengandung nutrisi sebagai berikut:

  • Vitamin A: diperlukan untuk perkembangan organ janin, seperti mata, ginjal, paru-paru, jantung, dan tulang. Vitamin A juga membantu meningkatkan imunitas pada tubuh Ibu supaya tidak mudah sakit.
  • Vitamin D: baik untuk kekuatan tulang Ibu dan janin, membantu fungsi kerja otot janin, dan mengoptimalkan penyerapan kalsium oleh tubuh.
  • Omega 3: berperan untuk menurunkan risiko bayi memiliki alergi, kelahiran prematur dan penyakit jantung pada Ibu dan janin, mencerdaskan otak janin, dan menghindarkan Ibu dari terkena baby blues.
  • Zat Besi: untuk mencegah keguguran, memperkecil kelahiran prematur, meningkatkan produksi sel darah merah untuk janin, dan membantu perkembangan organ tubuh janin.
  • Asid folat: berperan dalam menghasilkan sel darah merah, mencegah janin terkena bibir sumbing, cacat jantung bawaan, dan cacat tabung saraf, serta mengurangi risiko kelahiran prematur.
  • Kalsium: Kalsium yang terkandung di dalam susu ibu hamil berfungsi untuk membentuk otot dan tulang yang kuat, menjaga kestabilan detak jantung, menjaga fungsi saraf.
  • Rendah lemak: menghindarkan Ibu dari kenaikan berat badan yang berlebih, bayi terlahir besar, diabetes gestasional, dan preeklampsia.

Rekomendasi Susu Ibu Hamil

Susu untuk ibu hamil yang direkomendasikan adalah yang rendah lemak. Meski selama hamil Ibu tetap harus mendapatkan asupan lemak untuk kebutuhan Ibu dan janin, tapi mengkonsumsi lemak secara berlebih tentunya kurang baik bagi kesehatan.

Salah satu contoh susu ibu hamil yang baik untuk Ibu pilih adalah Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA. Susu ini mengkombinasikan zat gizi makro berupa protein, karbohidrat, dan lemak dengan berbagai nutrisi penting lainnya, seperti serat pangan inulin, tinggi zat besi, tinggi kalsium, tinggi asam folat, 29 multivitamin, dan mineral.

Jaga selalu kandungan Ibu hingga masa persalinan nanti dan penuhi asupan nutrisi agar Ibu dan janin selalu dalam kondisi sehat. Mengkonsumsi susu ibu hamil dapat membantu memenuhi pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan, jadi jangan malas untuk minum susu secara rutin ya, Bu.

Jika Ibu ingin berkonsultasi seputar kehamilan, bisa langsung berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Para ahli di sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

Sumber:

Haibunda, Halodoc, Hellosehat