Share Like
Simpan

Saat Ibu melihat anak-anak sebaya si Kecil telah duduk tanpa dibantu, sementara si Kecil belum bisa duduk, tentu Ibu akan cemas. Walau perkembangan tiap anak berbeda, sebersit pertanyaan ‘normalkah anakku?’ tentu pernah terlintas di pikiran Ibu, terlebih bila melihat perkembangan anak lain lebih baik daripada si Kecil. Untuk mengetahui apakah si Kecil memiliki tahapan perkembangan yang normal, beberapa aspek perkembangan yang umumnya dinilai adalah gerakan kasar, gerakan halus, kemampuan berbicara dan berbahasa, serta sosialisasi dan kemandirian.

Apa itu gerak kasar dan gerak halus?
Kemampuan gerakan anak dibedakan menjadi dua, yaitu gerak kasar dan gerak halus. Gerakan merangkak, duduk, dan berjalan termasuk dalam kemampuan gerakan kasar. Gerak kasar ini umumnya dilatih melalui bermain bersama orang tuanya. Ibu dapat memberikan mainan untuk dapat digapai si Kecil. Biasanya si Kecil dapat duduk sendiri tanpa dibantu pada usia 12 bulan dan berjalan tanpa berpegangan pada usia 15 bulan. Gerak halus dilakukan oleh bayi saat ia dapat menggunakan tangannya terhadap benda, seperti menggenggam pensil pada usia 6 bulan, memungut 2 benda atau menjumput benda kecil seperti potongan biskuit dengan tangannya pada usia 9 bulan. Berikanlah mainan atau makanan untuk melatih kemampuan gerak halus ini, seperti sereal atau sepotong sayur yang dapat dijumput dengan telunjuk dan jempol si Kecil. Kemampuan ini tidak ada saat lahir, namun akan berkembang bertahap pada 2 tahun pertama, dan si Kecil pun akan semakin mahir.

Kemampuan berbicara dan berbahasa
Bagaimana melatih kemampuan ini pada si Kecil? Banyak orang tua yang menekankan perkembangan berbahasa dan berbicara sebagai perkembangan yang paling penting. Ajaklah si Kecil mengobrol sesering mungkin, mainkan musik untuknya, dan ajaklah si Kecil bergabung bersama teman sebayanya. Mulailah mengajaknya bicara sedini mungkin, dan ulangi beberapa kali.

Sosialisasi dan kemandirian
Pada tahap perkembangan sosial, si Kecil belajar berinteraksi dengan orang lain, seperti saat ia berusia 3 bulan dapat tersenyum saat melihat orang. Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan kemandirian si Kecil dapat terlihat saat ia dapat mengancingkan bajunya sendiri, atau makan sendiri. Keahlian ini tentu harus didukung oleh perkembangan kemampuan berbahasa dan bersosialisasi.

Setelah Ibu mengetahui tahapan perkembangan anak tersebut, berikanlah stimulasi dini pada si Kecil agar empat aspek perkembangannya mencapai hasil optimal. Waspadai bila ada keterlambatan pada tiap tahap perkembangan si Kecil dan segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pertolongan sejak awal dan mencegah keterlambatan lebih lanjut.