Share Like
Simpan

Berbagai perubahan yang terjadi selama kehamilan berlangsung dapat mengganggu kemampuan Ibu melakukan beberapa jenis aktivitas tertentu. Status kesehatan Ibu secara keseluruhan harus dievaluasi dan diawasi oleh dokter sebelum melakukan program olahraga. Bila setelah melalui pemeriksaan dokter dan Ibu dinyatakan sehat atau tidak ada komplikasi, Ibu bisa melakukan olahraga selama 30 menit setiap hari.

Olahraga tidak hanya membuat Ibu menjadi lebih bugar, tetapi juga dapat memperkuat otot-otot dan memperlancar aliran darah. Namun sebaiknya sebelum memulai olahraga, sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter.

Bila Ibu memiliki kondisi medis tertentu seperti asma, penyakit jantung, atau diabetes, maka Ibu tetap dapat berolahraga, namun tentu dengan pola yang berbeda. Selain itu, olahraga dapat membahayakan bila Ibu memiliki:
• perdarahan atau spotting
• plasenta letak rendah
• keguguran berulang
• pernah melahirkan prematur
• leher rahim (serviks) yang lemah

Apa saja yang diperlukan saat berolahraga?
• kenakan pakaian yang nyaman dan cukup longgar serta kenakan bra penyangga
• pilih sepatu olahraga yang sesuai dan nyaman
• lakukan pemanasan (warming up) sebelum olahraga minimal 5 menit dan pendinginan (cooling down) setelah olahraga minimal 5 menit
• lakukan olahraga di tempat yang datar guna mencegah terjadinya cedera
• jangan lupa untuk mengonsumsi cukup kalori untuk mencegah kekurangan energi saat berolahraga
• lakukan olahraga minimal 1 jam setelah makan
• tetap minum sebelum, selama dan setelah olahraga
• setelah melakukan latihan di lantai, dianjurkan untuk bangun secara perlahan agar tidak timbul rasa pusing atau terasa berputar
• bila dalam kondisi lelah, dianjurkan untuk tidak berolahraga
• hindari berbagai aktivitas olahraga yang membuat Ibu bergerak sangat aktif, seperti lompat, skipping, lari, basket, dll
• hindari berolahraga pada kondisi udara panas

Memilih jenis olahraga
• berenang
• berjalan kaki
• bersepeda statis


Stop olahraga, bila …
• timbul perdarahan vagina
• sesak napas
• sakit kepala
• nyeri dada
• otot menjadi lemah
• nyeri atau bengkak pada betis
• menurunnya gerakan janin
• pecah ketuban

Bila Ibu mengalami keluhan saat berolahraga, maka sebaiknya Ibu berhenti berolahraga dan konsultasikan ke dokter.