Share Like
Simpan

Rasanya setiap orang pasti suka dengan musik, ya? Dari tua hingga muda, semuanya tentu punya lagu favorit yang tak pernah bosan diputar setiap hari. Begitu juga dengan si Kecil, Bu. Dulu, di tahun pertamanya, anak saya gemar sekali mendengar lagu anak-anak yang saya nyanyikan untuknya. Saya sampai sering tersenyum sendiri melihat tingkahnya yang menggemaskan ketika menari-nari sewaktu saya bernyanyi.

Dari situ saya jadi penasaran. Apakah musik dapat kita gunakan sebagai sarana untuk melatih kemampuan si Kecil saat ini? Ternyata bisa lho, Bu. Ingin tahu bagaimana caranya? Yuk, lihat beberapa contoh kegiatan yang bisa Ibu lakukan ini!

Rutin Bernyanyi untuk si Kecil

Si Kecil memang belum mengerti lirik yang Ibu nyanyikan. Namun, suara Ibu dan nada-nada indah yang didengarnya akan membuat dia merasa senang dan nyaman. Nah, sebagai stimulasi untuk perkembangan si Kecil, Ibu bisa melakukan beberapa hal di bawah ini saat bernyanyi:

  • Kenalkan si kecil dengan irama dan ketukan pada lagu dengan menggunakan alat musik saat bernyanyi, seperti piano atau gitar. Jika Ibu tidak memiliki alat musik tersebut, Ibu bisa menggunakan piring atau toples plastik untuk mengiringi nyanyian Ibu nanti. Hal tersebut dapat melatih kepekaaannya terhadap bunyi.
  • Cobalah untuk mengganti lirik lagu yang Ibu nyanyikan dengan nama si Kecil saat bernyanyi untuknya. Lambat laun, aktivitas ini dapat membantu si Kecil untuk mulai mengenali namanya sendiri.

Selain dari lagu yang Ibu nyanyikan, musik yang didengar si Kecil melalui CD player/tape yang diputar pun memiliki manfaat sendiri bagi perkembangannya saat ini. Bahkan, berdasarkan hasil risetnya, Psikolog Dr. Frances Rauscher dan neuroscientist Gordon Shaw juga berpendapat kalau perkenalan anak dengan musik sejak dini, dapat ikut meningkatkan kemampuan si Kecil dalam berbagai bidang, terutama matematika dan bahasa.

Pada awalnya saya sempat bertanya-tanya, apa yang membuat musik bisa memaksimalkan kemampuan si Kecil? Mungkin Ibu berpikiran sama juga, ya. Nah, dari artikelnya di Global Post, Cara Batema, seorang guru dan penulis spesialis anak ini mengemukakan kalau komposisi, struktur, dan harmoni yang kompleks dalam musik seperti klasik dan jazz dapat ikut memperkuat hubungan antar sel-sel di dalam otak. Menguatnya hubungan antar sel di otak si Kecil saat ini nantinya berguna untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kreativitas, memori, bahasa, dan emosi. Menarik ya, Bu?

Perkembangan ini tentunya akan semakin optimal jika didukung dengan asupan gizi dan makanan yang tepat. Selain dari ASI, untuk memenuhi kebutuhan protein, mineral, zat besi, dan vitaminnya saat ini, Ibu bisa menyajikan menu sayur, buah, dan juga bahan- bahan hewani ke dalam makanan pendamping ASI si Kecil.

Dalam memilih makanan pendamping, membuat MPASI sendiri dapat menjadi pilihan yang baik untuknya. Namun, kalau Ibu ingin menggunakan jenis MPASI instan yang tersedia dalam kemasan toples kaca, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Alternatif pertama, jika Ibu ingin menyuapi si Kecil langsung dari kemasan, pastikan makanan di dalamnya langsung dihabiskan dalam sekali makan, ya. Alternatif lainnya, Ibu bisa menuangkan makanan secukupnya ke tempat makan si Kecil dulu, kemudian menyimpan sisanya di kulkas dalam keadaan tertutup untuk disantap lagi nanti. Ini untuk mencegah makanan terkontaminasi, Bu. Selain itu, sebaiknya MPASI instan yang sudah terbuka juga disimpan dalam kulkas maksimal 2 hari saja. 

Selamat mencoba tips dari saya ini, Bu!