Whatsapp Share Like
Simpan

Kondisi tubuh si Kecil yang masih sangat rentan terhadap penyakit perlu perlakuan yang sangat hati-hati. Sebagai orang tua, Ibu akan selalu memperhatikan tiap detail kebutuhan si Kecil. Kualitas kebersihan dan kenyamanan di sekitar si Kecil menjadi hal yang wajib dilakukan oleh Ibu. Meskipun Ibu telah mengupayakan segalanya dengan sangat maksimal, ada kalanya si Kecil masih bisa terkena gejala penyakit tertentu. Saat hal tersebut terjadi, Ibu tidak perlu terlalu menyalahkan diri sendiri. Hal tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi Ibu dan si Kecil yang sama-sama sedang beradaptasi.

Penularan penyakit lewat udara adalah hal yang memang sulit untuk dihindari. Terlebih si Kecil usia 0-5 bulan masih dalam masa penguatan sistem antibodinya. Penularan virus tersebut salah satunya yang menyebabkan batuk pada si Kecil. Terdapat banyak sumber dan penyebab si Kecil bisa terkena batuk. Batuk sendiri adalah cara tubuh untuk melindungi dirinya sendiri. Dengan batuk, ia akan berusaha untuk membuat saluran pernapasan bisa kembali bersih. Maka dari itu, ketika batuk pasti ingin mengeluarkan dahak di tenggorokan dan tenggorokan terasa nyaman kembali.

Biasanya batuk dapat diindikasikan bahwa penderitanya sedang terkena gejala infeksi. Beberapa hal yang dapat menyebabkan batuk seperti, tersedak benda kecil, flu, radang tenggorokan, batuk rejan, pneumonia, dan asma. Ibu jangan panik terlebih dahulu, bukan berarti si Kecil sedang terjangkit penyakit berbahaya, kok. Maka sebaiknya jika si Kecil tidak berhenti batuk selama 2 minggu segera berkonsultasi ke petugas medis.

Jika si Kecil sedang mengalami gejala batuk, Ibu pasti ingin segera memberikan pengobatan terbaik. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasi batuk pada si Kecil yang disesuaikan dengan kemampuan tubuh si Kecil.

  1. Sebaiknya istirahatkan si Kecil di tempat yang aman, nyaman, dan bersih. Biarkan si Kecil banyak beristirahat untuk membantu tubuhnya pulih kembali,
  2. Teruslah berikan ASI untuk si Kecil, karena ASI dipercaya dapat mengencerkan lendir dahak sehingga mempermudah untuk batuk.
  3. Mandi dengan air panas yang beruap dapat membantu memecah dahak yang ada pada tenggorokan sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.
  4. Setelah memandikan si Kecil, oleskan minyak telon ataupun kayu putih pada kaki, tangan, dan tubuh si Kecil supaya kembali hangat.
  5. Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang terkena flu.
  6. Jemur si Kecil di pagi hari. Sinar matahari bermanfaat untuk menstimulasi kekebalan si Kecil


Berikut ini adalah obat yang dapat diberikan oleh bayi usia 0-5 bulan.

Paracetamol

Artikel Sejenis

Si Kecil yang sedang demam dan nyeri membutuhkan kandungan paracetamol untuk meredakan gejala tersebut. Paracetamol cenderung aman di perut si Kecil. Saat memberikan paracetamol, Ibu tidak perlu memberi si Kecil makan terlebih dahulu. Takaran yang diberikan pada si Kecil adalah setiap empat jam sekali, namun tidak dibenarkan untuk memberi obat lebih dari 4 kali sehari.

Ibuprofen

Hampir mirip dengan paracetamol, obat ini juga dapat mengurangi rasa nyeri, demam, dan mengurangi peradangan. Ibu bisa memberikan ibuprofen pada si Kecil ketika ia telah berumur 3 bulan atau beratnya sekitar 5 kg. Ibuprofen memang memiliki kandungan yang relatif lebih kuat dibandingkan paracetamol. Sebaiknya Ibu memberikan obat yang mengandung ibuprofen tidak lebih dari 3 kali sehari.

Hal yang perlu diwaspadai ketika si Kecil batuk adalah jika batuknya terjadi terus menerus lebih dari 5 hari dan semakin memburuk ketika batuk disertai muntah. Si Kecil tidak doyan minum susu yang akan menyebabkan dia dehidrasi. Kenaikan suhu tubuh diatas 38 derajat celcius. Susah bernapas dan dahak berwarna kuning, hijau bahkan berdarah. Jika hal-hal tersebut terjadi, segeralah periksakan si Kecil ke pihak medis supaya segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Batuk pada bayi sebenarnya adalah hal yang biasa, hal tersebut sebagai upaya diri untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Meskipun memang banyak yang beranggapan bahwa batuk pada bayi dapat menjadi indikasi penyakit serius lainnya. Upayakan kebersihan selalu terjaga, mulai dari tempat tidur, peralatan makan hingga orang-orang yang berkontak langsung dengan si Kecil. Jika Ibu sedang flu sebaiknya gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.

Kewaspadaan sebagai bagian dari rasa kasih sayang Ibu untuk si Kecil, sehingga Ibu perlu siap siaga jika ada yang mengganggu kondisi kesehatan si Kecil. Semoga si Kecil bisa kuat dari berbagai macam terjangan penyakit.