Whatsapp Share Like
Simpan

Bulan pertama merupakan momen penting bagi seorang Ibu beradaptasi dengan kehidupan baru setelah melahirkan. Begitupun sang buah hati yang masih rentan dan mulai bereksplorasi dengan lingkungan barunya. Bayi berusia satu bulan biasanya memerlukan tidur selama 17 jam per hari. Si Kecil akan bangun hanya untuk mendapatkan ASI setiap 2 sampai 3 jam.

Keletihan mungkin akan dirasakan sang Ibu, sehingga sangat penting bagi Ibu untuk menjaga kondisi tubuhnya supaya selalu fit. Kondisi kesehatan Ibu yang prima akan memudahkan Ibu memantau setiap perkembangan yang terjadi pada si Kecil. Berikut ini beberapa patokan kemampuan yang dimiliki oleh bayi berusia satu bulan.

  1. Sensori bayi mulai berkembang

    Bayi yang lahir dengan normal telah memiliki insting untuk bernapas, mengepalkan tangan mungilnya, menggengam jari Ibu, serta membedakan bau tubuh ibunya dengan orang lain. Meskipun kemampuan penglihatannya belum berkembang sempurna dan terbatas pada jarak pandang sekitar 1 meter, bayi sudah mulai mengenali wajah ibunya. Saat ibu menyusui adalah waktu yang tepat untuk semakin memperkuat ikatan batin dengan si Kecil. Ibu bisa menatap si Kecil sembari memberikan sentuhan dan suara yang lembut.  Pada usia satu bulan, bayi masih bergantung pada gerak refleks karena ia belum memiliki kendali penuh terhadap ototnya. Bayi hanya bisa menangis, menguap, mengisap, dan bersin. Meskipun begitu, si Kecil sudah dapat menyadari bahwa dirinya memiliki tangan, dan ia telah memiliki kendali atas tangannya tersebut dengan cara menggenggam jari Ibu ataupun mengisap jempolnya sendiri jika ia merasa lapar.Si Kecil juga mampu tersenyum secara spontan. Sebagai upaya untuk merespon kemampuan sensori si kecil adalah dengan sesering mungkin mengajak si Kecil untuk ngobrol dan bercanda, buatlah ia tersenyum.

  2. Pancaindra mulai memberikan respon

    Saat lahir, bayi telah mampu membuka kedua matanya, meskipun pada usia ini penglihatannya belum sempurna. Jarak pandang masih terbatas sekitar satu meter. Beberapa bayi telah mampu mengikuti objek bergerak yang ada di sekitarnya. Perlahan latihlah mata si Kecil untuk mengikuti objek-objek yang ada di depannya. Indra pendengaran pada bayi telah berfungsi sejak usia 28 minggu di dalam kandungan. Sehingga bayi sudah dapat mendengarkan suara tubuh Ibu dan di luar rahim Ibu. Ajaklah si Kecil untuk berbicara atau bernyanyi, bahkan sejak dalam kandungan. Suara Ibu menjadi suara favorit si Kecil, ia akan merasa senang kalau sang Ibu bahagia, begitupun ketika sang Ibu sedang sedih ia akan bingung. Indra perasa dan penciuman bayi usia ini juga telah berfungsi dengan baik, selain membedakan bau ibunya dan orang lain, si Kecil juga telah mengetahui rasa manis dari ASI ataupun susu bubuk pertumbuhan. Berikan sentuhan lembut untuk menstimulasi indra perabanya. Si Kecil akan merasa nyaman ketika sang ibu sering memberikan sentuhan dan pijatan lembut padanya. Selain itu memijat si Kecil juga bermanfaat untuk membantu perkembangan ototnya.

  3. Gerakan tubuh dan refleks si Kecil

    Perkembangan tiap bayi memang tidak dapat disamaratakan, terdapat faktor-faktor lingkungan dan keturunan yang akan berpengaruh. Pada usia satu bulan biasanya si Kecil sudah mulai mencoba untuk mengangkat kepalanya. Si Kecil sudah mulai jarang melengkungkan badan dan ia akan semakin sering membuka kepalan tangannya. Bayi yang baru lahir telah memiliki refleks untuk mencari puting ketika payudara Ibu didekatkan kepadanya, ia juga sudah pintar untuk mengisap, menelan, bahkan tersedak jika ia merasa meminum ASI terlampau banyak.

  4. Perkembangan emosi si Kecil

    Pada usia awal, bayi hanya bisa mengomunikasikan emosinya melalui tangisan. Hal-hal yang membuat si Kecil menjadi kurang nyaman seperti lapar, popok yang sudah penuh, letih, kepanasan, ataupun kedinginan. Sebaiknya jangan biarkan si Kecil menangis terlalu lama, karena hal itu juga dapat mengganggu pertumbuhannya.  Orang-orang terdekat yang ada di sekitar si Kecil juga memiliki pengaruh terhadap emosinya. Si Kecil akan mudah rewel jika ia berada pada lingkungan yang kurang nyaman dan menyenangkan. Si Kecil pun akan merekam setiap kata ataupun keadaan di otaknya, hal tersebut akan memiliki pengaruh terhadap kecerdasan emosinya.

Setiap bayi memiliki keunikan masing-masing, setiap tahapan perkembangan memiliki beberapa perbedaan antara bayi satu dan lainnya. Setiap orang tua pasti berharap buah hatinya tumbuh sehat dan kuat sesuai tahapan perkembangannya, , Ibu tidak perlu terlalu khawatir jika ada beberapa tahapan yang belum dilakukan si Kecil. Tetaplah bersabar dan terus bantu si Kecil untuk melewati masa tumbuh kembangnya. Ibu bisa juga berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk membicarakan perkembangan si Kecil jika dirasa ada kejanggalan yang terjadi.