Whatsapp Share Like
Simpan

Stres tidak hanya dialami oleh orang dewasa. Bayi juga rentan terhadap stres. Namun Ibu sering sekali tidak peka terhadap tanda-tanda si Kecil stres. Karenanya seringkali si Kecil sudah terlanjur rewel sehingga sulit ditenangkan. Agar lebih sigap mengatasi kecemasan pada si Kecil, Ibu harus mengerti apa saja yang bisa menyebabkan stres pada si Kecil. Ternyata hal sepele yang biasa terjadi sehari-hari juga bisa menjadi penyebabnya. Apa saja itu? Berikut penjelasannya.

Ketidaknyamanan Fisik

Ketidaknyamanan fisik seperti rasa sakit, kelelahan, dan lapar bisa menjadi penyebab utama stres pada si Kecil. Dengan tubuh yang masih sensitif dan kendali yang belum sempurna, si Kecil rentan mengalami cedera dan sakit fisik. Rasa sakit akibat cedera yang dirasakan si Kecil mungkin tidak kuat untuk ditahan dan rentan menimbulkan stres. Hindari ini dengan selalu mengawasi gerak gerik si Kecil dan jauhkan dia dari benda-benda yang mungkin membahayakan. Untuk si Kecil yang sedang belajar dan berkembang, rasa lelah juga tidak boleh diabaikan. Si Kecil bisa saja berjuang namun jangan terlalu memaksakan.

Sakit

Masalah kesehatan bisa menjadi pemicu si Kecil stres karena dia merasakan sakit namun tidak bisa mengungkapkan. Berbeda dengan sakit fisik ketika si Kecil terjatuh, sakit karena masalah kesehatan bisa berlangsung cukup lama. Penanganan yang kurang baik menyebabkan waktu penyembuhan lebih lama atau bahkan menjadi lebih parah sehingga membuat si Kecil mudah stres. Segera konsultasikan masalah kesehatan si Kecil ke dokter spesialis anak agar rasa sakit yang dirasakan si Kecil tidak berlangsung lama.

Suhu Udara

Faktor ini juga masih berhubungan dengan kondisi si Kecil yang sensitif. Si Kecil tidak bisa terpapar cuaca yang sangat terik maupun sangat dingin. Jika suhu udara terasa sangat panas, pakaikan si Kecil pakaian yang tipis dan nyalakan pendingin ruangan dengan suhu yang tidak berlebihan. Begitupun sebaliknya, apabila si Kecil merasa kedinginan segera pakaikan pakaian hangat untuk mencegahnya rewel dan akhirnya stres. Perubahan cuaca yang tidak menentu juga bisa menjadi salah satu penyebab stres si Kecil.

Berpisah dari Orang Tua

Si Kecil tidak serta merta bisa langsung akrab dengan orang lain di sekitarnya. Ketika si Kecil mau berinteraksi dengan bayi atau orang lain pun, dia akan tetap mencari Ibu ketika sudah merasa tidak nyaman. Si Kecil pun tidak mau jika ditinggal sendirian walau dalam waktu yang cukup singkat. Jika terpisah dari Ibu, si Kecil lebih mudah merasakan stres serta panik dan mulai menangis sebagai responnya. Usahakan untuk berada di samping si Kecil walaupun dia sedang bermain dengan orang lain. Namun, secara bertahap latihlah dan beri pengertian bahwa ketika Ibu pergi pasti akan kembali lagi. ini akan mencegahnya terlalu bergantung kepada Ibu ketika bertumbuh nanti.

Artikel Sejenis

Stimulasi Berlebihan

Ibu biasanya akan sangat semangat mengajarkan sesuatu kepada si Kecil. Namun tahukah Ibu bahwa stimulasi yang berlebihan justru malah menimbulkan stres pada si Kecil. Apalagi ini dilakukan secara terus menerus. Selain stres, stimulasi berlebihan juga menimbulkan efek lain seperti emosi yang negatif karena rasa bosan, tidak mau belajar, tidak responsif dan masih banyak lagi.

Berganti Lingkungan

Bayi yang baru mengenal dunia akan merasa sulit untuk menerima lingkungan barunya. Adaptasi dibutuhkan agar si Kecil bisa mengenal lebih baik yang ada di sekitarnya. Dalam masa-masa inilah biasanya si Kecil akan rentan terhadap stres. Buatlah si Kecil tetap merasa nyaman dengan orang-orang yang dia sayangi selama masa perubahan hidupnya.

Kondisi Keluarga

Ibu dan Ayah mungkin sering berargumen bahkan untuk hal kecil sekalipun. Namun, ketika masalah tersebut muncul usahakan untuk tidak berargumen atau bertengkar di depan si Kecil. Berbicara kepada si Kecil pun harus menggunakan bahasa yang lembut dan penuh kasih sayang. Si Kecil mungkin belum mengerti apa yang dibicarakan, akan tetapi psikologisnya bisa saja terganggu.

Ibu yang Stres

Bayi adalah makhluk pintar yang dengan mudah menyerap informasi dan mempelajari hal baru, terutama secara emosional. Penelitian menunjukkan bahwa stres pada Ibu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan otak bayi bahkan sejak di dalam rahim. Apabila Ibu mengalami stres dan depresi selama kehamilan, bayi yang dilahirkan pun akan mempunyai hormon stres yang tinggi. Begitupun selama masa perkembangannya. Ketika Ibu stres, Ibu akan cenderung jauh dan kurang berperan dalam memenuhi kebutuhan fisik, sosial, dan emosional si Kecil. Ini yang akan menyebabkan si Kecil merasa tidak nyaman, ditinggalkan, dan akhirnya mengalami stres.

Dengan mengetahui penyebab stres pada bayi, diharapkan Ibu bisa langsung memberikan penanganan yang tepat. Usahakan agar si Kecil tidak menunggu terlalu lama karena kekuatan si Kecil untuk menahan stres tidak sama dengan orang dewasa. Buatlah suasana senyaman mungkin, dampingi si Kecil agar tidak memberi dampak yang lebih buruk kedepannya.