Whatsapp Share Like
Simpan

Si Kecil pada masa perkembangan biasanya mulai bisa menolak dengan mengatakan tidak. Hal tersebut ia lakukan pada banyak hal. Ibu biasanya akan mengusahakan berbagai cara agar si Kecil mau menurut. Salah satu cara yang sering digunakan adalah dengan menakut-takuti si Kecil. Akan tetapi, tahukah Ibu bahwa hal tersebut memberikan dampak buruk bagi si Kecil? Berikut ulasan lengkapnya!

Sulit membedakan antara kenyataan dan imajinasi

Pada usia 2-3 tahun, si Kecil akan dengan mudah percaya pada apa yang Ibu katakan. Cerita-cerita dongeng yang Ibu bacakan sebelum tidur seringkali membuat si Kecil sangat terkesan karena ia berpikir hal tersebut benar adanya di dunia nyata.

Ketika Ibu sering menakut-takuti si Kecil, dampak buruk yang mungkin terjadi adalah kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi. Misalnya si Kecil tidak mau menghabiskan makanannya lalu Ibu menakut-takuti dengan mengatakan bahwa dokter akan menyuntiknya dan rasanya sakit. Saat si Kecil harus disuntik dokter ketika sakit, ia akan menolak dan ketakutan karena menurut imajinasi yang telah Ibu ciptakan, disuntik dokter rasanya sakit.

Sering mengalami mimpi buruk

Dampak lain yang akan dialami si Kecil jika Ibu sering menakut-takuti adalah sering mengalami mimpi buruk. Padahal mimpi buruk dapat memberi efek pada kesehatan si Kecil karena tidurnya tidak nyenyak. Oleh karena itu, Ibu sebaiknya segera menghentikan kebiasaan menakut-takuti si Kecil, ya.

Menjadi penakut dalam banyak hal

Tanpa perlu menakut-takuti si Kecil, rasa takut akan tumbuh secara alami pada jiwa setiap anak. Akan tetapi, jika Ibu sering menakut-takuti si Kecil maka ia akan menjadi lebih penakut daripada teman-temannya. Hal ini dikarenakan si Kecil percaya pada semua hal yang Ibu katakan. Menjadi penakut dapat menghambat proses belajar si Kecil. Si Kecil yang penakut biasanya tidak mau mencoba hal baru dan tumbuh menjadi pribadi yang penuh prasangka.

Artikel Sejenis

Kurang mandiri dan hanya mengandalkan Ibu

Setelah si Kecil menjadi penakut, dampak lanjutan yang akan timbul yaitu ia menjadi kurang mandiri. Si Kecil penakut tidak berani beraktivitas sendiri. Kata-kata Ibu yang selalu menakut-takutinya membuatnya lebih memilih terhadap kegiatan yang akan ia lakukan. Hal ini akan merepotkan Ibu karena si Kecil selalu mengandalkan orang lain. Misalnya Ibu menakut-takuti si Kecil agar tidak keluar rumah pada malam hari dengan mengatakan ada hantu di luar.

Si Kecil akan sangat takut hingga berpikir bahwa semua tempat berhantu. Si Kecil bisa sampai tidak berani ke kamar mandi dan selalu minta diantar. Bahkan, jika Ibu tidak mau mengantar ke kamar mandi, si Kecil akan menahan kencingnya atau malah mengompol. Sedih, bukan?

Memicu berkembangnya rasa cemas dan gelisah

Dampak buruk lain yang mungkin terjadi jika Ibu terlalu sering menakut-takuti si Kecil yaitu tumbuhnya rasa cemas dan gelisah. Padahal rasa cemas dan gelisah yang terus menerus dapat mengganggu perkembangan emosi si Kecil, lho. Rasa cemas dan gelisah ini nantinya akan memicu stres dan bahkan mengganggu kesehatan tubuhnya.

Menurunkan nafsu makan

Saat si Kecil mengalami stres karena sering ditakut-takuti, nafsu makannya akan terus menurun. Hal itu dapat menyebabkan tubuh si Kecil kekurangan nutrisi sehingga mudah terkena penyakit. Untuk itu, Ibu bisa memberikan susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI. Kandungan di dalamnya sangat lengkap seperti vitamin A, C, E, Send, Selenium, dan Serat Pangan Inulin sehingga menjaga tubuh si Kecil selalu kuat.

Ada pula kandungan protein, kalsium, dan vitamin D yang membantu proses penambahan tinggi si Kecil. Selain itu terdapat pula kandungan omega 3, omega 6, minyak ikan, zat besi, asam sialat, dan sphingomyelin yang akan memperkuat memori dan menjadikannya lebih pintar. Terdapat 3 varian rasa yang tentunya disukai si Kecil seperti madu, vanilla, dan coklat.

Itulah 6 dampak buruk yang bisa muncul pada si Kecil apabila terlalu sering ditakut-takuti. Untuk membuat si Kecil menurut, ada banyak cara yang bisa dilakukan selain menakut-takuti. Misalnya si Kecil tidak mau makan sayur, Ibu sebaiknya tidak memaksa apalagi menakuti dengan mengatakan bahwa jika tidak makan sayur si Kecil akan jadi seperti kurcaci dalam cerita dongeng. Bujuklah si Kecil dengan baik-baik. Beri pengertian dan ciptakan suasana makan yang menyenangkan. Usahakan selalu ada komunikasi dua arah untuk membuat si Kecil menjadi penurut. Semoga informasi tersebut bermanfaat, ya!