Whatsapp Share Like
Simpan

Seringkali Ibu beranggapan bahwa kebutuhan cairan pada bayi sama seperti orang dewasa. Sehingga banyak yang memilih memberikan air mineral kepada si Kecil. Padahal bayi tidak memerlukan air apapun selain ASI. ASI memang makanan sekaligus minuman sempurna untuk bayi baru lahir hingga usia 2 tahun. Ini karena ASI mengandung segala nutrisi yang diperlukan agar bayi tumbuh sehat, kuat, tinggi, dan pintar. Mulai dari zat makronutrisi seperti karbohidrat, protein dan lemak, serta zat mikronutrisi seperti vitamin dan mineral. Termasuk mencegah dehidrasi pada si Kecil.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu konsumsi ASI untuk si Kecil harus mulai dikurangi. Si Kecil sudah mendapatkan nutrisi melalui makanan pendamping ASI. Untuk mencegah dehidrasi, Ibu juga sudah bisa memberikan air mineral sebagai pengganti ASI. Namun, berapakah usia ideal si Kecil bisa mengonsumsi air mineral? Simak penjelasannya berikut ini.

Usia Bayi bisa mengonsumsi Air Mineral

Seperti diketahui di atas bahwa ASI merupakan makanan sekaligus minuman sempurna untuk si Kecil. Itulah sebabnya mengapa bayi yang baru lahir sebaiknya diberikan ASI Eksklusif. Si Kecil tidak membutuhkan air mineral karena bayi di bawah 6 bulan mendapatkan cukup cairan hanya dari ASI.  Memberikan air mineral pada bayi di bawah 6 bulan akan mengganggu kemampuan tubuhnya untuk menyerap nutrisi yang dikandung oleh ASI.

Setelah usia 6 bulan, biasanya bayi sudah mengonsumsi makanan pendamping ASI. Makanan ini berupa sayur, buah, atau biji-bijian yang sudah lebih berserat. Pada saat ini, si Kecil sudah bisa diberikan sedikit air mineral. Ibu juga bisa memberikan air mineral ketika si Kecil berkeringat atau merasa kehausan. Menurut dr. Reisa Broto Asmoro, bayi mungkin memerlukan air mineral ketika cuaca sangat panas. Si Kecil juga membutuhkan air untuk belajar bahwa meminum air dapat mengatasi rasa hausnya. Namun pemberian air ini pun harus tetap diperhatikan. Sebaiknya tidak terlalu banyak sehingga tidak menghalangi penyerapan nutrisi dari ASI serta tidak menggantikan sumber energi yang dibutuhkan. Si Kecil yang sudah mendapatkan cukup cairan dari ASI tidak harus mengonsumsi air mineral. Terkhusus untuk bayi dengan berat badan yang kurang juga sebaiknya lebih banyak diberikan ASI.

Mengapa Air Mineral Tidak Disarankan dalam Jumlah Banyak?

Selain alasan di atas, ada beberapa alasan lain mengapa bayi tidak seharusnya diberikan air mineral terlalu banyak di awal pertumbuhannya. Karena beberapa perubahan di lingkungan, biasanya keluarga sudah tidak mengonsumsi air mineral rebusan di rumah. Banyak dari Ibu yang memilih air mineral dalam kemasan galon karena dianggap jauh lebih higienis.

Artikel Sejenis

Air mineral dalam kemasan biasanya mengandung fluoride, natrium, dan sulfat yang cukup tinggi. Zat-zat ini biasanya terkandung dalam jumlah yang cukup banyak sehingga pencernaan bayi belum mampu untuk mencernanya. Ketiganya juga merupakan zat kimia yang berisiko menyebabkan keracunan bahkan mati mendadak pada bayi. Jika terpaksa sekali harus mengonsumsi air mineral maka pilihlah air mineral dengan kandungan fluoride, natrium, dan sulfat yang rendah. Usahakan untuk memilih air mineral dengan kandungan natrium di bawah 200 mg per liter dan kandungan sulfat di bawah 250 mg per liter.

Alasan lain mengapa bayi tidak dianjurkan meminum air mineral terlalu banyak adalah karena air tidak mengandung kalori. Ketika si Kecil mengonsumsinya, dia akan merasa cepat kenyang namun tidak mendapatkan nutrisi sama sekali. Ini yang menjadi penyebab berat badan si Kecil turun. Konsumsi air terlalu banyak juga menyebabkan kadar elektrolit dan sodium dalam tubuh turun drastis. Penurunan ini tidak hanya menimbulkan dehidrasi pada si Kecil, tetapi juga kerusakan otak, kejang, bahkan kematian.

Banyaknya Air yang Diberikan

Pada saat mengonsumsi makanan pendamping ASI, asupan ASI pada si Kecil biasanya berkurang dari 739-887ml menjadi 414-739 ml per hari. Jumlah ini bisa berubah tergantung kepadatan, jenis, dan kuantitas makanan yang diberikan. Untuk mengimbangi kekurangan cairan ini, Ibu bisa memberikan air sebanyak 60-120 cc dua kali sehari. Jumlah ini bisa diberikan sampai si Kecil berusia 12 bulan. Apabila Ibu masih bingung apakah si Kecil sudah tercukupi cairannya dalam sehari, dokter spesialis anak biasanya menyarankan penggunaan rumus di bawah ini.  

  • Bayi mengonsumsi ASI: 30 x berat badan bayi / 2
  • Bayi mengonsumsi susu pertumbuhan: 30 x berat badan bayi

Contoh: Konsumsi air mineral untuk bayi yang mengonsumsi ASI dengan berat badan 9 kg.  Perhitungganya sebagai berikut 30 x 9 = 270 hasil ini kemudian dibagi 2 sehingga hasilnya 135. Jadi dalam sehari bayi diusahakan meminum air mineral sebanyak 135 ml.

Setelah mengetahui informasi di atas, kini Ibu bisa lebih teliti dan lebih memerhatikan kebutuhan cairan si Kecil. Usahakan konsumsi air mineral si Kecil tidak mengganggu pertumbuhannya ya Bu.