Whatsapp Share Like
Simpan

Muntah adalah kondisi yang sangat sering terjadi dan dapat menyerang siapa saja. Meskipun muntah adalah hal yang wajar, akan tetapi sebagai Ibu tentunya tidak akan tega melihat si Kecil memuntahkan kembali makanannya. Sebelum Ibu terlampau khawatir, sebaiknya Ibu mencari tahu apa yang menyebabkan si Kecil muntah dan hal yang bisa Ibu lakukan untuk menanganinya.

Seringkali Ibu tidak bisa membedakan mana muntah dan ‘gumoh.’ Muntah adalah kondisi dimana si Kecil kembali mengeluarkan isi perutnya setelah minum ASI secara terpaksa melalui mulut. Ketika muntah otot perut dan diafragma dada berkontraksi kuat tapi perut rileks. Sedangkan gumoh terjadi karena adanya pergerakan balik arah isi lambung ke dalam kerongkongan, isi lambung tersebut berupa cairan liur, ASI, cairan lambung, dan cairan pankreas. Biasanya ketika gumoh terjadi saat si Kecil bersendawa. Gumoh mengalir saja dari mulut, tanpa ada kontraksi otot perut.

Biasanya gumoh terjadi karena tubuh anak sedang mengeluarkan udara yang terlalu banyak masuk ke perut saat ia minum susu. Nah, sedangkan muntah bisa diindikasikan ada gangguan pada pencernaan si Kecil. Berikut adalah beberapa penyebab gumoh dan muntah yang banyak terjadi pada bayi. Sebaiknya Ibu juga memperhatikan setiap pola atau kebiasaan si Kecil khususnya setelah minum susu.

Penyebab gumoh pada bayi:

  • Bayi terlalu banyak  minum ASI sehingga lambungnya penuh. Pada usia di bawah 4 bulan, lambung bayi hanyalah seukuran bola pingpong dan katup lambung belum kuat. Sehingga bayi hanya bisa meminum dalam jumlah kecil setiap kali menyusu. Sebaiknya Ibu dapat mengira-ira kapan si Kecil harus berhenti minum.
  • Gumoh terjadi karena katup pada lambung bayi belum dapat menutup dengan sempurna. Sehingga susu yang masuk ke dalam lambung dapat kembali naik ke mulut. Untuk mengurangi potensi si Kecil gumoh, sebaiknya jangan langsung berbaring setelah menyusui. Selain itu biasanya gumoh juga terjadi ketika si Kecil sendawa dan terlalu banyak kemasukan udara di perutnya.

Penyebab muntah pada bayi:

  • Kondisi si Kecil kurang sehat
    Muntah bisa terjadi karena berbagai sebab salah satunya adalah kondisi si Kecil yang sedang tidak enak badan. Muntah merupakan respon tubuh untuk mengeluarkan zat beracun yang masuk ke dalam tubuh. Saat si Kecil muntah adalah reaksi tubuh karena ada infeksi virus ataupun bakteri yang masuk ke tubuh si Kecil.
  • Minum susu pertumbuhan
    Bagi bayi yang terpaksa harus minum susu pertumbuhan, biasanya akan lebih sering mengalami muntah. Hal tersebut dikarenakan susu pertumbuhan tidak semudah ASI untuk bisa dicerna pada pencernaan bayi. Terlebih bayi minum menggunakan botol, sehingga ia minum lebih banyak dan akan terus minum walaupun telah kenyang.
  • Infeksi pada pada perut
    Jika bayi muntah disertai gejala-gejala seperti ruam, ubun-ubun menonjol, perut bengkak, sesak napas dan muntah disertai lendir atau darah, dapat menginidikasikan bayi sedang terserang penyakit tertentu. Hal ini sebaiknya mendapatkan penanganan petugas medis profesional.

Kenalilah muntah setelah bayi makan

Jika si Kecil pernah muntah sesaat setelah minum ASI ataupun gumoh, sebaiknya Ibu mengenali penyebabnya apakah karena si Kecil kebanyakan minum atau si Kecil terlalu cepat mengisap susu. Perhatikan juga cairan yang keluar dari mulut si Kecil dan kondisi seluruh badannya. Periksalah jika ada keluhan lain atau gangguan pernapasan dan kondisi perut si Kecil. Ibu perlu curiga jika si Kecil selalu muntah setiap selesai minum susu, dikhawatirkan si Kecil keracunan ASI. Sehingga Ibu juga perlu memperhatikan makanan apa saja yang telah Ibu makan. Jika si Kecil mengalami muntah ataupun gumoh, sebaiknya posisikan si Kecil seperti akan duduk atau bisa disenderkan di punggung.

Tips mengantisipasi muntah pada si Kecil

  • Ketika menyusui pastikan si Kecil kepalanya pada posisi tegak. Angkatlah si Kecil setelah menyusu pada posisi tegak supaya ia bisa bersendawa.
  • Setelah habis payudara satu, biarkan si Kecil bersendawa terlebih dahulu barulah berganti menyusu dengan payudara yang lain.
  • Saat menggendong si Kecil, baiknya memposisikan perut si Kecil jangan sampai tertekan pada bahu Ibu.
  • Gunakan pakaian yang nyaman, jangan terlalu ketat, supaya menghindari perut si Kecil terlalu tertekan.
  • Apabila si Kecil sedang pilek sebaiknya bersihkan terlebih dahulu, bisa menggunakan pipet atau semprotan khusus membersihkan hidung. Hidung penuh lendir bisa menjadi penyebab si Kecil kurang nyaman dan bisa memicu muntah.

Itu tadi cara mengetahui penyebab dan cara untuk mengantisipasi terjadinya muntah dan gumoh pada si Kecil. Semoga dapat mengurangi kekhawatiran sekaligus meningkatkan kewaspadaan Ibu dalam menjaga kondisi kesehatan si Kecil. Semoga si Kecil selalu sehat dan kuat ya, Bu.

Artikel Sejenis