Whatsapp Share Like
Simpan

Anak usia 4-6 tahun berada dalam fase emas pertumbuhan dan perkembangan. Di fase penting anak ini diperlukan nutrisi dan zat gizi yang mencukupi untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Selama ini, fokus utama pemenuhan nutrisi dan gizi anak terlalu terpaku pada asupan makanannya saja. Padahal, tahukah Ibu bahwa nutrisi dan zat gizi penting bagi si Kecil termasuk juga pada pemenuhan kebutuhan air bagi tubuh anak pada setiap harinya?

Layaknya pengetahuan umum yang tentu juga Ibu ketahui, bahwa tubuh manusia, termasuk anak, sebagian besar tersusun atas air. Fakta tersebut menjadi bukti bahwa pasokan air dalam tubuh si Kecil amatlah penting untuk diperhatikan sebagaimana Ibu memperhatikan asupan makanannya.

Menurut Batmanghelidj (2007), proses pertumbuhan anak menggunakan air. Sel-sel tubuh anak akan dikembangkan dan memerlukan banyak air. Tanpa adanya pasokan air memadai di tubuh si Kecil, mustahil pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya dapat berjalan dengan baik. Jadi, sepenting itulah menjaga kecukupan jumlah air bagi si Kecil, Bu.

Kebutuhan air di dalam tubuh anak dicukupi melalui dua hal, yakni air minum dan air yang terkandung dalam bahan makanan yang dikonsumsinya. Di antara keduanya, asupan air si Kecil paling banyak dipenuhi melalui air minumnya (air putih). Sementara air yang diperoleh tubuh dari makanan hanya berkisar sekitar 20 % saja, dimana paling banyak terkandung pada sayur dan buah-buahan. Untuk itulah, jumlah air yang diminum si Kecil setiap harinya harus menjadi perhatian utama Ibu.

Lalu, seberapa banyak sih jumlah ideal air minum yang menjadi kebutuhan anak di usia 4-6 tahun?

Ibu, jumlah kebutuhan air manusia salah satunya dibedakan berdasarkan umurnya. Oleh sebab proses pertumbuhannya, kebutuhan seorang anak jauh lebih besar dari orang dewasa. Kebutuhan air anak pra-sekolah yakni usia 4-6 tahun di Indonesia rata-rata sebesar 1,2-1,5 liter atau sekitar 5-6 gelas per hari. Besar air tersebut adalah jumlah minimal yang harus dicukupi untuk tiap anak di tiap harinya. Namun, hal yang harus digaris  bawahi adalah bahwa jumlah kebutuhan tersebut bisa saja lebih besar tergantung dari berat badan, aktivitas, serta kondisi khusus anak seperti lingkungan dan penyakit.

Artikel Sejenis

Seorang anak yang memiliki aktivitas fisik tinggi atau sangat aktif tentu akan memiliki jumlah kebutuhan air yang lebih banyak bila dibandingkan dengan anak lain yang minim kegiatan. Atau ketika si Kecil sedang berkegiatan olahraga di sekolah, maka Ibu harus menyadari bahwa anak lebih banyak membutuhkan air. Beberapa kondisi gangguan kesehatan seperti diare atau demam juga akan mempertinggi jumlah kebutuhan air si Kecil. Begitu pula dengan cuaca, suhu udara lingkungan yang panas dapat menyebabkan kebutuhan air anak meningkat. Dalam kondisi-kondisi tertentu tersebut, Ibu wajib memperhatikan jumlah asupan air minum si Kecil agar tetap seimbang dengan kondisi tubuhnya.

Manfaat air bagi tubuh

Berikut ini akan disampaikan beberapa manfaat dari air bagi tubuh manusia.

  • Membantu proses pertumbuhan, yakni mendukung aktivitas sel tubuh, membentuk sel serta dibutuhkan dalam regenerasi sel.
  • Menjaga fungsi dan kerja organ tubuh yang penting seperti jantung, ginjal, dan saluran kemih.
  • Sebagai pengatur suhu tubuh supaya tetap stabil, oleh karena itu anak yang sedang demam dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Menjaga sistem kekebalan tubuh anak agar tidak mudah terserang penyakit.

Dampak kurang minum bagi anak

Kurang minum bagi anak dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan tubuhnya. Beberapa masalah kesehatan yang dapat timbul saat anak kurang minum di antaranya adalah:

  • Dehidrasi yakni masalah kesehatan yang terjadi akibat tubuh kekurangan cairan. Tanda-tanda tubuh si Kecil mengalami dehidrasi adalah rasa pusing, kelelahan, menurunnya konsentrasi/fokus dan kemampuan berpikir. Akibatnya anak tidak dapat belajar dengan maksimal.
  • Obesitas pada anak ternyata juga dapat diakibatkan karena kurang minum lho, Bu.
  • Gangguan pencernaan yang umum terjadi pada anak yang kurang minum adalah sembelit atau kesusahan BAB.   
  • Menghambat pertumbuhan otak, sebab komposisi gizi otak sebanyak 78 % adalah air (Blinkov, 1986 dalam Santoso, dkk., 2014). Kekurangan komposisi air menyebabkan kerja otak menurun, akibatnya perkembangan kognisi anak juga bisa terhambat.

Jadi, sekarang Ibu sudah tahu kan betapa pentingnya kecukupan asupan air bagi tubuh si Kecil? Maka dari itu, Ibu mesti siap-siap nih untuk selalu memantau kebiasaan minum air si Kecil. Pastikan kebutuhan si Kecil selalu terpenuhi. Jangan sampai si Kecil mengalami berbagai masalah kesehatan akibat kurang minum ya, Bu...