Whatsapp Share Like
Simpan

Berkomunikasi menjadi cara yang dilakukan Ibu untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan si Kecil. Komunikasi memang menjadi kunci perkembangan si Kecil. Walaupun si Kecil belum bisa merespon perkataan Ibu dengan baik, komunikasi tetap penting. Hal ini tentunya akan membuat ikatan yang lebih erat dengan si Kecil. Sering-seringlah mengajak si Kecil berbicara agar dia tumbuh menjadi anak yang pintar.

Saat si Kecil lahir dia sudah membawa respon sendiri terhadap beberapa rangsangan. Si Kecil akan berkomunikasi melalui senyuman, tawa, atau tangisan. Sebelum si Kecil bisa berbicara dia sudah memahami perkataan yang sering Ibu ucapkan. Selain itu si Kecil juga sudah bisa menangkap emosi Ibu. Sehingga sangat penting jika Ibu terus berbicara dengan si Kecil.

Semakin dini Ibu mengajak si Kecil berbicara maka kemampuan belajarnya akan lebih cepat. Kemampuan belajarnya akan mendukung ketika si Kecil mulai belajar membaca, menulis, dan perkembangan mentalnya akan berkembang. Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam proses komunikasi si Kecil. Berkomunikasi dapat dilakukan secara verbal maupun non-verbal. Banyak cara yang bisa Ibu lakukan untuk melatih si Kecil berkomunikasi dengan baik.

Kecerdasan si Kecil bisa juga dilatih melalui komunikasi. Si Kecil yang sering berkomunikasi akan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik. Selain mengajaknya berbicara, Ibu harus bisa merangsang si Kecil untuk berani berbicara. Ibu bisa membacakan cerita kepada si Kecil sehingga mampu merangsang indera pendengarannya.

Komunikasi ini memang sangat penting bagi si Kecil. Bila si Kecil jarang melakukan komunikasi maka proses perkembangannya biasanya akan lebih lambat. Selain itu daya pikir si Kecil cenderung lebih lambat dari bayi lainnya. Dengan berkomunikasi si Kecil juga akan bisa lebih cepat berbicaranya. Ajari si Kecil mengatakan beberapa kata sampai ia mengatakannya dengan benar.

Artikel Sejenis

Sekarang Ibu telah mengetahui bahwa komunikasi dengan si Kecil sangat penting untuk pertumbuhannya. Lalu bagaimana cara agar si Kecil bisa berkomunikasi dengan baik? Ajaklah si Kecil untuk berbicara. Bicaralah sesering mungkin dengan kalimat pendek-pendek dan vokal yang jelas. Ibu bisa melakukannya sembari menyusui, menyuapi, memandikan, bermain, dan sambil mengajaknya jalan-jalan. Ucapkan kalimat-kalimat tersebut dengan penuh ekspresi.

Saat berbicara, Ibu bisa menunjuk benda yang sedang dibicarakan. Memasuki usia 6 bulan si Kecil akan cenderung melihat ke arah telunjuk Ibu. Sampaikan beberapa kalimat pendek dengan menunjuk suatu benda. Ibu bisa melakukannya saat bermain. Minta tolong si Kecil untuk mengambilkan benda yang Ibu tunjuk. Sehingga ketika Ibu menyebutkan nama benda itu, si Kecil akan tahu benda yang dimaksud. Hal ini juga bisa melatih ingatan si Kecil terhadap sesuatu.

Bacakanlah buku dongeng atau buku cerita dengan warna dan gambar yang menarik. Meskipun si Kecil belum paham ceritanya, dia akan tertarik melihat gambar dan warna dari buku tersebut. Si Kecil akan merasa senang dengan melihat gambar yang berwarna dan unik. Si Kecil juga akan lebih senang ketika Ibu membacakannya cerita.

Pada usia 7 bulan si Kecil mulai memahami kata-kata singkat seperti “ayah”, “ayo”, “makan”, “tidak”. Si kecil pun sudah bisa memberi respon terhadap sesuatu yang dia takuti dan senangi. Ibu harus membiasakan di Kecil mendengarkan kata yang benar. Jangan biarkan dia mendengar pelafalan kata yang salah karena hal ini akan tersimpan dalam memorinya.

Di usianya yang masuk 9 bulan si Kecil sudah bisa mengucapkan “mama” atau “dada.” Ibu perlu untuk terus memotivasi si Kecil agar tetap belajar. Ibu bisa bermain dengan si Kecil sambil mengucapkan cilukba. Rangsangan seperti ini juga membantu dalam proses komunikasi si Kecil. Berikan stimulus yang lain agar kemampuan komunikasi si Kecil berkembang.

Tersenyumlah sesering mungkin kepada si Kecil karena hal ini bisa memberi suasana nyaman baginya. Bila suasana hatinya baik maka Ibu bia mengajak si Kecil berbicara banyak hal. Menjaga kondisi hati si Kecil juga sangat penting. Jangan sampai dia merasa bosan dan tidak senang saat berkomunikasi dengan Ibu. Hindarkan si Kecil dari berbagai rangsangan negatif karena bisa memberi efek yang buruk terhadap perkembangan mentalnya.

Saat berkomunikasi, usahakan si Kecil selalu menerima perkataan yang positif. Dengan begitu sikap yang terbentuk dalam diri si Kecil pun akan baik. Jauhkan si Kecil dari perkelahian atau pertikaian karena tidak baik untuk pertumbuhannya. Ibu sebagai orang terdekat si Kecil sangat berperan penting dalam tumbuh kembangnya. Sehingga Ibu harus tetap semangat berkomunikasi dengan si Kecil sesering mungkin sehingga dia tumbuh menjadi anak yang pintar.