Whatsapp Share Like
Simpan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini terus menggalakkan vaksinasi pada bayi. Melihat masih terdapat 1,7 juta bayi yang belum mendapatkan vaksin, pemerintah berusaha melakukan pemerataan vaksin hingga tingkat desa. Bahkan, saat ini konsep imunisasi dasar lengkap diubah menjadi imunisasi rutin lengkap. Selanjutnya, imunisasi rutin lengkap dibagi lagi menjadi imunisasi dasar dan lanjutan. Gunanya untuk memaksimalkan imunisasi yang telah diberikan supaya tingkat kekebalan si Kecil semakin optimal.

Pemberian imunisasi pada bayi sangat penting untuk menghindarkan mereka tertular berbagai macam penyakit. Bayi usia 0-12 bulan sangat rentan terhadap kuman dan virus. Sayangnya, saat ini masih banyak bayi yang belum mendapatkan imunisasi bahkan sejak ia lahir. Banyak orang tua khawatir kalau si Kecil jadi sakit panas, ada juga yang susah mendapatkan akses imunisasi, orang tua sibuk bekerja, atau kurangnya pengetahuan tentang vaksin. Akibatnya si Kecil akan mudah tertular penyakit karena tidak ada proteksi pada tubuh mereka.

Imunisasi diberikan kepada bayi disesuaikan dengan usia dan kebutuhannya. Jadi Ibu perlu mengetahui imunisasi apa saja yang harus diberikan kepada si Kecil setiap bulannya. Berikut ini imunisasi yang sebaiknya diberikan kepada si Kecil mulai dari usia 0 hingga 6 bulan sesuai dengan arahan Kemenkes.

  1. Hepatitis B
    Kurang dari 24 jam setelah si Kecil lahir, ia membutuhkan vaksin Hepatitis B (HB-0). Fungsinya untuk mencegah si Kecil tertular Hepatitis B dari Ibu setelah persalinan. Imunisasi ini menjadi langkah awal pencegahan penyakit pada si Kecil yang sedang memulai masa tumbuh kembangnya.

  2. Polio
    Vaksin yang kedua adalah Polio yang diberikan pada usia si Kecil 1 bulan. Nah, untuk vaksin polio tetes ini akan diberikan kepada bayi sebanyak 4 kali yaitu pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Fungsi dari vaksin polio ini agar si Kecil terhindar dari penyakit lumpuh layu. Untuk mengoptimalkan kekebalannya, vaksin folio suntik juga akan diberikan ketika usia 4 bulan. Vaksin polio ini berguna untuk mencegah serangan penyakit oleh virus yang berada pada saluran pencernaan dan tenggorokan.
  3. BCG
    Vaksin BCG diberikan sebanyak 1 kali pada bayi sebelum ia memasuki usia 3 bulan. Sangat disarankan untuk memberikan BCG pada usia 2 bulan. Fungsinya agar si Kecil terhindar dari penyakit tuberculosis yang berbahaya karena menyerang paru-paru dan selaput otak. Penyakit ini cukup berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.
  4. Pentavalen (DPT-HB-HiB)
    Pentavalen adalah vaksin gabungan dari DPT (difteri, pertussis, tetanus), vaksin HB (Hepatitis B), serta vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B). Vaksin tersebut berfungsi untuk mencegah bayi tertular enam penyakit yaitu, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan radang otak (meningitis). Untuk pemberian vaksinnya, dilakukan 4 kali saat si Kecil berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan.
    Keempat vaksin di atas wajib diberikan pada bayi usia 0-6 bulan. Tertib memberikan vaksin pada si Kecil dapat mengantisipasi si Kecil tertular berbagai penyakit berbahaya. Optimalkan perkembangan si Kecil di usia emasnya dengan tubuh yang sehat dan kuat. Ibu pun juga harus selalu memperhatikan kesehatan tubuhnya sendiri ya, karena turut memengaruhi kualitas ASI yang diproduksi.

Selain keempat vaksin itu, terdapat vaksin lanjutan hingga bayi berusia 12 bulan yaitu vaksin campak. Ada pun vaksin tambahan yang dapat diberikan kepada si Kecil, seperti vaksin influenza, vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella), Pneumokokus, varisella, HPV, dan bakteri haemopholus influenza tipe B. Sebelum memberikan vaksin tambahan, Ibu perlu konsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu untuk melihat kondisi tubuh si Kecil.

Mungkin banyak Ibu yang khawatir karena setiap kali si Kecil diberikan vaksin, tubuhnya malah jadi panas. Jangan khawatir, tiap bayi merespon vaksin dengan cara yang berbeda-beda, badan yang panas menjadi cara si Kecil untuk beradaptasi dengan sistem kekebalan tubuhnya. Berikan ia ASI yang cukup supaya panas tubuhnya bisa segera turun. Vaksin bermanfaat untuk mencegah si Kecil dari kuman dan virus, sehingga ia bisa mempersiapkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai macam penyakit.

Artikel Sejenis

Pentingnya vaksin bagi tubuh si Kecil, dikarenakan setelah sekali si Kecil mendapatkan vaksin, tubuh si Kecil akan melawan penyakit lebih baik. Bagi bayi yang tidak divaksin ia akan memiliki risiko yang sangat tinggi terkena penyakit-penyakit yang membahayakan perkembangannya, bahkan bisa mengalami kecacatan hingga kematian. Jika terjadi keluhan pada si Kecil setelah dilakukan vaksin, segeralah untuk berkonsultasi ke tenaga medis profesional untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.