Whatsapp Share Like
Simpan

Pernahkah Ibu merasa bingung bagaimana menghadapi si Kecil ketika emosinya sedang meluap-luap atau sedang tantrum? Sebagai seorang Ibu, tentunya ingin melihat si Kecil tumbuh dengan perkembangan emosi yang baik dan stabil ya. Namun, perlu Ibu ketahui, memasuki usia yang ke -5, si Kecil akan menemui banyak pengalaman-pengalaman baru yang juga akan berdampak pada kondisi psikologisnya.

Memasuki puncak usia emasnya, Ibu akan menghadapi si Kecil yang mulai mengenal banyak pengalaman emosi. Emosi yang ditunjukkan si Kecil pun beragam dari emosi positif maupun emosi negatif. Emosi si Kecil juga akan berhubungan dengan relasi sosial yang mulai dijalani si Kecil di usia 5 tahunnya. Karenanya Ibu perlu memperhatikan hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan dihindari demi tumbuh kembang psikologis si Kecil yang lebih optimal berikut ini:

Lakukan

  • Berinteraksi untuk mengatakan apa yang diinginkan si Kecil

    Ibu masih sering mendapati si Kecil masih suka menangis bahkan tantrum? Bisa jadi saat si Kecil menangis, si Kecil hanya ingin mengatakan keinginannya namun masih merasa kesulitan. Untuk mengatasinya, Ibu bisa memberikan stimulus dengan sering mengajak interaksi si Kecil untuk memancing si Kecil mengatakan apa yang diinginkannya.

  • Berikan Pujian

    Ibu melihat si Kecil mau mengembalikan mainan ke tempat semula? Jangan lupa beri pujian pada si Kecil ya Bu. Pujian-pujian kecil seperti itu akan membuat emosi si Kecil menjadi bahagia dan merasa dihargai. Si Kecil akan merasa senang dan tidak terbebani untuk melakukan tugas-tugas ringan selanjutnya.

  • Berikan contoh simpati dan perhatian

    Biasakan si Kecil untuk menaruh simpati dan perhatian pada lingkungan sekitarnya ya bu. Ibu bisa memberi contoh dengan mengajak si Kecil berkunjung ke panti asuhan atau segera menolong jika ada teman si Kecil yang terjatuh.

    Artikel Sejenis

  • Meminta maaf jika salah

    Sebagai manusia, pasti Ibu juga pernah melakukan kesalahan pada si Kecil, baik ketika marah atau mulai menggunakan suara yang tinggi ketika berbicara pada si Kecil. Ibu tidak perlu ragu untuk meminta maaf pada si Kecil, dengan meminta maaf justru akan melatih si Kecil menjadi anak yang berani meminta maaf jika melakukan kesalahan.

  • Mencurahkan perhatian dan kasih sayang

    Mencurahkan perhatian dan kasih saying bukan berarti memanjakan si Kecil lho Bu. Dengan perhatian dan kasih saying yang cukup, si Kecil akan merasa aman dan nyaman. Kondisi aman dan nyaman akan berdampak baik pada kondisi psikologisnya sehingga si Kecil akan merasa bahagia dan jarang bersedih. Jika si Kecil bahagia, maka ia akan mudah mencerna hal-hal baru di sekitarnya serta akan lebih termotivasi untuk mengemukakan ide-ide kreatif si Kecil.

Hindari

  • Berbohong

    Berbohong pada si Kecil meskipun tujuannya baik, bukanlah cara yang efektif untuk perkembangan psikologis si Kecil Bu. Sebaiknya Ibu membiaskaan untuk memberikan penjelasan yang sederhana tentang apa yang terjadi sehingga si Kecil tidak merasa dibohongi dan merasa dianggap penting oleh Ibu.

  • Kekerasan Fisik

    Meskipun emosi Ibu sudah sampai dipuncak, jangan pernah menggunakan kekerasan fisik pada si Kecil. Kekerasan fisik pada si Kecil akan membuat emosi si Kecil merasa tertekan dan merasa tidak berdaya. Akibatnya si Kecil akan merasa sering ketakutan dan sulit untuk mengatakan ide-ide dan keinginannya karena takut jika salah akan diberikan hukuman berupa pukulan atau tindakan fisik lainnya.

  • Menakut-nakuti dan Mengancam

    Jika Ibu pernah menakut-nakuti si Kecil dengan binatang, hantu, atau hal-hal yang belum diketahuinya, mulai sekarang hentikan kebiasaan tersebut ya Bu. Selain berpengaruh buruk bagi perkembangan emosinya, menakut-nauti bahkan mengancam akan membuat si Kecil menjadi takut untuk mengkesplorasi hal-hal baru sehingga perkembangan si Kecil akan terhambat.

  • Menggunakan kata-kata negatif

    Stop menggunakan kata-kata kasar maupun kata-kata yang emosional. Si Kecil yang masih berusia 5 tahun cenderung akan menirukan apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Karenanya, jika Ibu ingin si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, jauhi penggunaan kata-kata negatif ya. Selalu gunakan kata-kata positif agar si Kecil juga turut termotivasi dan selalu merasa bahagia.

Perlu Ibu ketahui, kondisi psikologis si Kecil menjadi faktor yang penting dalam tumbuh kembang si Kecil. Perkembangan psikologis yang optimal akan berpengaruh pada aspek tumbuh kembang si Kecil lainnya lho. Jika kondisi emosional dan sosial si Kecil berkembang dengan baik, maka akan memacu pertumbuhan fisik, motorik dan kognitif si Kecil yang baik pula. Dampaknya si Kecil akan menjadi anak yang sehat, kuat, serta pintar.