Whatsapp Share Like
Simpan

Setelah dinyatakan hamil, Ibu pasti sudah merasakan gejala-gejala kehamilan seperti morning sickness, mudah Lelah, dan lainnya. Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon kehamilan. Selain itu, salah satu masalah lain yang ternyata disebabkan oleh hormon yaitu sembelit. Meski belum pasti, peningkatan hormon progesteron yang terjadi pada Ibu hamil mungkin menjadi salah satu penyebabnya. Hormon progesteron ini berfungsi untuk merelaksasi otot-otot halus termasuk pada bagian pencernaan pada Ibu hamil sehingga otot akan lebih lambat bekerja dan menyerap lebih banyak air.

Selain karena faktor hormon yang tidak mungkin untuk dihindari, sembelit juga dapat diakibatkan oleh beberapa hal berikut ini.

  • Rahim yang membesar
  • Kekurangan asupan serat dan cairan
  • Malas bergerak dan kurang berolahraga
  • Stres

Baiknya Ibu dapat mengantisipasi akan datangnya sembelit. Masalah sembelit mungkin bukan masalah yang terlalu serius. Namun jika dibiarkan, sisa makanan yang lama tidak dikeluarkan dapat mempengaruhi kesehatan Ibu dan juga si Kecil. Sembelit juga dapat terjadi sejak awal kehamilan yang disebabkan komposisi zat besi dan kalsium yang terlalu tinggi dalam tubuh Ibu. Konsumsi zat besi dalam dosis tinggi bisa membuat gejala sembelit menjadi lebih parah.

Untuk mencegah sembelit dari sebelum menginjak masa-masa pertengahan kehamilan, sebaiknya Ibu memperhatikan beberapa hal berikut ini.

  1. Olahraga rutin
    Lakukan olahraga dengan intensitas ringan seperti berjalan kaki, berenang, dan bersepeda. Selain kebugaran Ibu terjaga, olahraga akan mengurangi gejala sembelit.
  2. Mengantisipasi efek samping zat besi
    Asupan zat besi dan asam folat memang dibutuhkan Ibu hamil lebih banyak dari biasanya. Namun, jika dosisnya tidak terkontrol dan berlebih, kelebihan zat besi dapat mengakibatkan sembelit. Untuk itu, bantu penuhi asupan zat besi secukupnya dengan meminum susu Ibu hamil Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA dengan rasa cokelat yang lezat dapat mendukung asupan nutrisi ibu selama periode kehamilan dan menyusui. Kandungan zat besi pas tidak akan mengganggu masalah pencernaan Ibu.
  3. Mengganti multivitamin kehamilan
    Multivitamin kehamilan juga dapat menjadi penyebab terjadinya sembelit apabila tidak cocok dengan Ibu. Disarankan untuk Ibu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan multivitamin dengan dosis yang lebih pas.
  4. Mengkonsumsi Makanan Tinggi Serat
    Serat merupakan kandungan yang terdapat pada makanan seperti beras merah, sayur-sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, biji-bijian, dan sereal dari gandum utuh. Manfaat dari mengonsumsi makanan yang tinggi serat yaitu mempercepat kerja sistem pencernaan dan membuat feses menjadi lebih lunak. Ibu hamil diwajibkan mengonsumsi 25-30 gram serat per hari.
  5. Perbanyak Minum Air Putih
    Minumlah air putih hingga air seni yang Ibu keluarkan berwarna bening karena ini menandakan bahwa kadar cairan dalam tubuh sudah terpenuhi. Dengan alasan karena saat usus bergerak lebih lambat, organ tubuh yang satu ini menyerap lebih banyak air sehingga feses menjadi lebih keras dan terjadilah sembelit. Maka dari itu, Ibu hamil disarankan untuk minum air putih 8-12 gelas per hari.
  6. Mengkonsumsi Probiotik
    Probiotik adalah bakteri baik yang dapat membantu melancarkan pencernaan sekaligus melawan bakteri jahat dalam usus. Oleh karena itu, probiotik dapat menjadi alternatif cara untuk mengatasi sembelit. Probiotik bisa Ibu dapatkan dari yoghurt atau minuman yang mengandung probiotik.


Untuk Ibu yang mengalami sembelit pada pertengahan dan akhir masa-masa kehamilan, jangan khawatir. Ibu tetap bisa mengantisipasinya dengan menjalankan tips di atas karena pada dasarnya, sembelit yang terjadi di awal hingga akhir kehamilan memiliki dampak dan cara pengobatan yang sama.

Artikel Sejenis

Jika sembelit yang Ibu rasakan tidak kunjung membaik, disarankan untuk berkonsultasi dan mencari kepastian dari dokter. Perlu diingat, kondisi Ibu dan si Kecil setiap orang itu berbeda-beda. Namun, semua orang sama-sama harus menjalani gaya hidup sehat dan menjaga serta mengontrol asupan makanan agar si Kecil dapat tumbuh Pintar, Kuat dan Tinggi. Proses kehamilan juga dapat lebih mudah dilalui dan setiap keluhan yang datang tidak akan menyebabkan stres.