Whatsapp Share Like
Simpan

Sebagai orang tua tentunya panik ketika si Kecil mengalami gangguan kesehatan, terlebih untuk para orang tua yang baru pertama kali memiliki anak. Bayi usia 3-6 bulan dengan kerentanan tubuhnya menjadikan ia mudah terkena berbagai gangguan kesehatan. Seiring pertumbuhan si Kecil, orang tua tentu akan mendapati satu demi satu kondisi yang bermacam-macam pada si Kecil. Salah satunya adalah ketika si Kecil mengorok. Tetaplah tenang jika si Kecil mengorok saat tidur. Kondisi ini bukan hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebih sebelum Ibu mengetahui secara medis apa yang terjadi pada si Kecil.

Suara mengorok atau terdengar ‘grok-grok’ pada saat tidur dikarenakan saluran pernapasan si Kecil berbentuk masih sangat kecil sehingga suara napasnya terdengar dengan jelas. Seiring dengan perkembangan organ tubuh si Kecil, jalur pernapasannya akan semakin membesar dan suara ngorok akan hilang.

Selain itu, ketika si Kecil mengorok saat tidur, suara yang terdengar berasal dari gas yang ada pada perut si Kecil yang terhirup ketika menyusu. Kondisi mengorok ini sebenarnya juga membuat si Kecil tidak nyaman karena perutnya ada tekanan gas yang berlebih. Jika pada manusia dewasa bisa mengeluarkan gas tersebut melalui sendawa, sedangkan bayi belum memiliki kemampuan untuk bersendawa. Sehingga satu-satunya jalan untuk mengeluarkan gas tersebut melalui dengkuran saat si Kecil tidur.

Organ tubuh pada bayi masih belum kuat, begitupun otot dasar panggul dan perut untuk memindahkan gas dan feses menuju lubang pengeluaran. Kondisi otot bayi yang masih lemah menyebabkan gas yang ada di pencernaan dikeluarkan melalui glottis atau tempat pita suara. Kondisi inilah yang menyebabkan bayi mengeluarkan suara mengorok. Hal tersebut normal terjadi dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan, karena bayi butuh waktu untuk dapat mengeluarkan gas tanpa harus mengorok saat tidur. Mungkin Ibu juga mengamati si Kecil berwajah merah atau ungu saat sedang mengeluarkan feses, hal tersebut bukan karena sembelit, namun saluran pencernaan si Kecil sedang bekerja dengan baik.

Meskipun umumnya usia 3-6 bulan bayi mengorok adalah hal yang normal, Ibu bisa juga memperhatikan hal lain dari segi fisik si Kecil. Apakah ada gangguan pernapasan, perubahan warna kulit membiru, warna lidah, dan penurunan berat badan. Jika hal tersebut terjadi, sebaiknya Ibu segera memeriksakan si Kecil pada petugas medis. Ibu dapat mengurangi kondisi mengorok si Kecil dengan beberapa cara berikut ini:

Artikel Sejenis

  • Rutin membersihkan hidung si Kecil
    Ibu perlu memperhatikan kebersihan hidung si Kecil. Rutin membersihkan sekresi atau upil dan lendir bisa membuat lega saluran pernapasan si Kecil. Caranya mudah dan Ibu bisa melakukannya sendiri di rumah. Gunakan air asin atau larutan saline untuk membersihkan hidung si Kecil. Selain itu Ibu bisa juga menggunakan pipet untuk menyedot lendir yang ada pada hidung si Kecil. Ibu bisa mendapatkan larutan nasal saline spray dengan mudah di apotek. Ibu juga bisa menggunakan larutan garam sebagai alternatif dengan mencampurkan seperempat sendok garam pada segelas air bersih dan semprotkan larutan garam tersebut pada hidung si Kecil. Kondisi hidung yang bersih akan membuat si Kecil tidur lebih nyaman dan nyenyak.
  • Menggunakan uap
    Uap berfungsi juga untuk mengeluarkan kotoran pada hidung si Kecil. Ibu perlu menyiapkan baskom kecil yang diisi air panas dan gunakan uapnya untuk membersihkan hidung si Kecil.
  • Bersihkan tempat tidur
    Kondisi kebersihan lingkungan tentu berperan penting dalam kesehatan si Kecil. Hidung yang tersumbat dan menyebabkan mengorok bisa juga disebabkan oleh debu-debu yang ada di sekitar si Kecil. Segera bersihkan tempat tidur, mainan, dan benda-benda yang sering digunakan si Kecil secara rutin.
  • Ubah posisi tidur si Kecil
    Ketika si Kecil tidur dan mengorok cobalah mengubah posisi tidurnya. Ibu bisa memiringkan si Kecil sehingga saluran pernapasannya menjadi lancar.


Terdapat beberapa kondisi yang dapat membahayakn kondisi si Kecil tetapi kemungkinan terjadi sangat rendah sehingga ibu bisa mengantisipasi. Beberapa penyakit yang diindikasikan dengan mengorok adalah adanya iritasi pada hidung, kelainan pernapasan (laringomalasia), sleep apnea atau kelainan pada jantung dan pernapasan, pembengkakan kelenjar amandel, serta kondisi sekat hidung miring yang menyebabkan adanya sekat pada lubang hidung dan saluran hidung terbagi menjadi dua.

Jika kondisi mengorok si Kecil terjadi dalam jangka waktu yang lama dan disertai beberapa gejala lain, sebaiknya segera dikonsultasikan ke petugas medis untuk mencari tahu penyebab dan solusinya. Setiap hal yang terjadi pada si Kecil adalah hal yang paling menyenangkan untuk ditemui, teruslah memonitor tumbuh kembang si Kecil ya, Bu.