Whatsapp Share Like
Simpan

Pengalaman mengamati serta menikmati perkembangan anak yang begitu cepat dari hari ke hari seolah selalu terlihat menakjubkan ya, Bu. Pribadi, pikiran, pengetahuan dan kemampuan anak berangsur-angsur mengalami proses penyempurnaan. Terlebih saat si Kecil sudah mulai menginjak usia lima tahun. Di usia ini si Kecil menjadi sangat suka bermain, luar biasa aktif bergerak serta penuh dengan energi. Ibu mungkin akan merasa begitu senang sekaligus was-was saat melihat si Kecil berlarian, pintar melompat kesana-kemari. Lalu, apa saja sih yang wajib Ibu ketahui untuk mendukung perkembangan si Kecil di usianya yang kelima? Yuk, Ibu mari belajar bersama...

Salah satu perubahan menonjol yang dialami si Kecil pada usia lima tahun adalah terkait perkembangan motoriknya. Saraf-saraf yang mengontrol gerak motorik anak mencapai kematangannya di usia lima tahun. Baik motorik kasar (berkaitan dengan otot-otot besar) maupun motorik halus (berkaitan dengan otot-otot kecil) anak, keduanya mengalami perkembangan yang amat pesat di usia ini. Meski begitu, tetap saja perkembangan motorik halus anak memang tidak lebih cepat dari perkembangan motorik kasarnya.

Memasuki usia lima tahun anak mulai dapat mengendalikan dengan baik gerak kasar yang berkaitan dengan otot-otot besar di tubuh meliputi bagian tangan, kaki, dan badan. Koordinasi terhadap otot-otot tubuh makin baik, bukan hanya pada otot-otot besar, namun juga pada otot-otot yang lebih kecil seperti pada jari tangan, pergelangan tangan, dan mata. Selain itu, persepsi visual motorik anak pun ikut berkembang seiring dengan perkembangan motorik kasar dan motorik halusnya. Boyd (2010) merumuskan karakteristik aspek motorik anak di rentang usia 4-6 tahun sebagai berikut.

Motorik Kasar

Motorik Halus

Artikel Sejenis

1. Melompat dengan kaki bergantian

1. Mulai menulis dan menggambar

2. Berjalan 2 inci (usia 4 tahun)

2. Merangkai manik-manik

3. Menendang dan Menangkap Bola


4. Memukul bola dengan alat pemukul


Kemampuan motorik anak kian hari akan kian terampil yang berarti bahwa si Kecil dapat melakukan gerakan-gerakan tubuh secara akurat, cepat, dan otomatis. Keterampilan umum anak ini terbagi menjadi dua, yakni keterampilan tangan dan keterampilan kaki.

Keterampilan Tangan

Berkaitan dengan penggunaan tangan dimana seorang anak akan lebih menyukai untuk menggunakan salah satu tangannya, baik kanan ataupun kiri. Selain itu juga akan terlihat bagaimana kecenderungan anak akan lebih cakap menggunakan satu sisi tangannya dibanding tangan lainnya. Di sini secara umum Ibu akan mulai dapat mengenali bagaimana si Kecil akan memilih salah satu tangan dominannya. Contoh keterampilan tangan pada usia lima tahun adalah menulis, mewarnai, menggambar, memegang benda berukuran kecil, melempar, dll.

Keterampilan Kaki

Beberapa keterampilan kaki yang dapat dikuasi oleh anak usia lima tahun di antaranya adalah mengayuh, mendaki, melompat, berlari, dan berjingkrak.

Kemampuan motorik anak yang semula sederhana pun kini menjadi lebih kompleks. Anak sudah pintar untuk mengkombinasikan gerakan motorik dengan seimbang. Anak sudah mampu untuk melompat sambil berlari atau bahkan mengendarai sepeda. Koordinasi antara tangan dan mata yang kian meningkat memungkinkan anak dapat menuang air minum ke dalam gelasnya dengan baik.

Jika keterampilan motorik anak semakin berkembang, maka kecerdasan gerakannya pun makin meningkat. Keterampilan melakukan gerak motorik selanjutnya akan berkembang menjadi sebuah kebiasaan. Salah satu prinsip yang perlu Ibu tahu dalam perkembangan keterampilan motorik adalah pengalaman dan latihan. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan peran orang tua dalam proses menstimulasi serta memfasilitasi perkembangan motorik si Kecil. Ibu dapat memulai untuk membiasakan si Kecil untuk memiliki pengalaman melakukan kegiatan-kegiatan yang merangsang perkembangan motoriknya.

Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mendorong perkembangan motorik anak akan dipaparkan dalam dua poin di bawah ini:

  1. Pengembangan motorik kasar
    • Ibu dapat memperkenalkan dan ajari si Kecil dengan permainan engklek/sunda manda
    • Latih anak untuk bisa mengendarai sepeda baik roda tiga maupun roda dua
    • Permainan lompat tali juga ide bagus lho, Bu, untuk diajarkan pada si Kecil
  2. Pengembangan motorik halus
    • Yuk, Ibu mulai membiasakan untuk tidak lagi menyuapi si Kecil, namun pelan-pelan mulai melatihnya untuk dapat makan sendiri (memegang sendok dan menyuapi dirinya sendiri)
    • Ibu juga bisa lho membelikan anak plastisin, lalu ajak anak untuk membuat tiruan bentuk detail tubuh atau wajah manusia
    • Berikan si Kecil kumpulan buku mewarnai dan ajarkan untuk terbiasa mewarna dengan rapi dan tidak keluar garis

Nah, sekarang Ibu tentu sudah lebih tau dan paham tentang perkembangan motorik anak di usia lima tahun. Jadi, Ibu bisa siap-siap nih untuk mulai mendampingi dan mendukung si Kecil agar perkembangan motoriknya dapat tercapai secara optimal!