Whatsapp Share Like
Simpan

Pertumbuhan tubuh si Kecil sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang diperoleh. Si kecil dengan kebutuhan nutrisi yang terpenuhi akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat. Penyempurnaan organ-organ tubuh pun akan berkembang dengan cepat. Nutrisi juga berperan untuk tumbuh kembang otak si Kecil. Makanan yang diterima si Kecil akan diolah menjadi sumber energi sehingga membuat si Kecil berpikir.

Selain pemenuhan nutrisi ternyata ada hal penting lain yang perlu Ibu perhatikan. Perkembangan otak, gerak, dan cara berpikirnya pun perlu diperhatikan. Sehingga si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang Pintar, Kuat dan Tinggi.

Untuk membuat si Kecil sehat dan kuat Ibu perlu memberi makanan yang bergizi . Diperlukan stimulasi agar si Kecil bisa tumbuh menjadi Pintar, Kuat dan Tinggi. Beberapa cara yang sering dilakukan adalah mengajak si Kecil latihan. Latihan dengan berbagai gerakan, ekspresi, dan lainnya.

Si Kecil memang berada dalam usia keemasannya. Daya ingatnya sangat luar biasa sehingga sangat tepat untuk melatih dan mengajarnya. Tidak perlu melakukan hal yang terlalu sulit. Ajarilah beberapa gerakan sederhana seperti merangkak dan bermain. Ibu harus pastikan lingkungan belajar si Kecil baik dan positif. Hindari perkelahian, kata-kata kasar, dan tindakan negatif lainnya. Karena hal tersebut dapat berakibat buruk bagi pertumbuhan psikologis si Kecil.

Berikut beberapa latihan yang dapat Ibu lakukan agar si Kecil aktif dan tanggap. Latihan di bawah ini dibagi berdasarkan jenjang usia si Kecil. Acuannya tentu sesuai dengan tahap pertumbuhan si Kecil.

Artikel Sejenis

  1. Usia 0-3 bulan

    Pada usia 1 bulan si Kecil sudah bisa menatap ke Ibu, mengeluarkan suara “o....o....”, tersenyum, dan menggerakkan tangan dan kakinya. Memasuki usia 3 bulan si Kecil sudah bisa mengangkat kepala tegak ketika tengkurap. Si Kecil sudah senang tertawa. Ia juga bisa menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Ketika si Kecil diajak berbicara, ia akan merespon dengan tersenyum. Selain itu si Kecil akan mulai cerewet dengan mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh.

    Yang perlu Ibu lakukan ketika hal di atas bermunculan adalah sering memeluk dan menimang si Kecil dengan penuh kasih sayang. Ibu perlu merangsang si Kecil dengan menggantung benda berwarna cerah yang bergerak dan bisa dilihat olehnya. Ketika berbicara tatap mata si Kecil, ajak tersenyum, dan bernyanyi. Dengarkanlah musik atau suara kepada si Kecil. Memasuki usia 3 bulan ajak si Kecil ke luar rumah untuk mengenal lingkungannya.

  2. Usia 3-6 bulan

    Usia 6 bulan si Kecil sudah bisa berbalik dari telungkup ke telentang. Mempertahankan posisi kepala tetap tegak. Meraih benda yang ada di dekatnya. Menirukan bunyi dan menggenggam mainan. Serta tersenyum ketika melihat mainan atau gambar yang menarik.

    Latihan yang Ibu berikan adalah sering telungkupkan si Kecil. Gerakkan benda ke kiri dan ke kanan di depan matanya. Perdengarkanlah bunyi-bunyian. Beri mainan benda yang besar dan berwarna. Latihan ini akan melatih indranya bekerja.

  3. Usia 6-12 bulan

    Usia 9 bulan si Kecil bisa merambat. Mengucapkan “ma....ma” dan “da....da”. Si Kecil juga sudah bisa meraih benda sebesar kacang. Mencari benda atau mainan yang ia jatuhkan. Bermain tepuk tangan dan cilukba. Bahkan si Kecil sudah bisa makan kue atau biskuit sendiri.

    Usia 12 bulan si Kecil semakin tumbuh sehingga bisa berdiri dan berjalan berpegangan. Ia juga mulai memegang benda kecil. Meniru kata sederhana seperti “mama” dan “papa.” Si Kecil juga sudah mulai mengenali anggota keluarga. Namun Ia masih takut dengan orang yang belum dikenal. Si Kecil sudah bisa menunjukkan sesuatu yang ia inginkan tanpa menangis.

    Saat memasuki usia ini Ibu bisa melatih si Kecil untuk duduk, bermain cilukba, memegang, dan memakan biskuit. Ajarilah cara memegang benda kecil dengan dua jari. Untuk melatih otot kakinya ajari berdiri dan berjalan dengan berpegangan. Berilah si Kecil mainan yang aman dipukul-pukul. Ajak si Kecil berbicara sesering mungkin. Latihlah dengan mengucapkan “mama” dan “papa.”

Beberapa cara di atas semoga dapat membantu Ibu dalam melatih si Kecil agar aktif dan tanggap. Bila kemampuan si Kecil belum sesuai usianya, Ibu tidak perlu khawatir. Karena setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda. Namun Ibu disarankan berkonsultasi dengan dokter mengenai tumbuh kembang si Kecil. Dengan konsultasi Ibu akan tahu proses pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.