Whatsapp Share Like
Simpan

Si Kecil tiba-tiba menangis dan rewel tanpa sebab apapun? Bisa jadi si Kecil sedang mengalami kolik.

Apa itu Kolik?

Kolik adalah kondisi bayi yang sehat menangis tidak terkendali selama berjam-jam dalam satu waktu. Ketidaknyamanan bayi yang sedang kolik biasanya bisa berlangsung hingga beberapa hari bahkan minggu dan biasanya muncul di sore atau malam hari. Kolik biasanya dimulai di usianya yang ke-2 atau 3 minggu dan mencapai puncaknya pada usia 6 hingga 8 minggu.

Apa saja gejala kolik?

Kolik ditandai dengan si Kecil yang menangis terus menerus dalam satu waktu tanpa alasan yang jelas. Tangisan si Kecil biasanya semakin keras dan bernada tinggi menandakan bahwa dia sedang kesakitan. Dan pada saat menangis biasanya si Kecil mengepalkan kedua tangannya, menarik lutut ke perut, dan melengkungkan punggung, wajahnya memerah dan perutnya membuncit. Si Kecil yang sedang mengalami kolik biasanya akan sedikit lega apabila mengeluarkan gas. Gejala ini berbeda dibandingkan ketika si Kecil sedang lapar, basah, takut, dan lelah.

Apa Penyebab Kolik?

Kolik sebenarnya masih menjadi salah satu gejala misterius pada bayi. Kolik bisa dialami oleh bayi mana saja baik itu perempuan atau anak laki-laki maupun bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif ataupun yang minum susu pertumbuhan. Ada banyak pendapat mengapa kolik bisa terjadi pada si Kecil. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Melatih kepekaan si Kecil. Beberapa pendapat menyatakan bahwa kolik merupakan cara melepaskan rasa tidak nyaman yang didapatkan sebagai wujud kepekaannya terhadap lingkungan. Ketika malam tiba, si Kecil tidak lagi melihat pemandangan dan mendengar suara sehingga membuatnya bingung dan mulai menangis.
  2. Bayi yang lahir dari Ibu yang merokok biasanya memiliki risiko lebih tinggi mengalami kolik.
  3. Masalah yang terjadi dalam perut si Kecil. Bisa karena masalah pencernaan, kekurangan makanan, kelebihan makanan, atau perut yang mengandung gas.
  4. Gastroesophageal reflux (GERD) atau gejala asam lambung pada si Kecil. Ini merupakan kondisi yang terjadi karena katup kerongkongan bagian bawah si Kecil belum berfungsi dengan baik serta lambung si Kecil yang memiliki ukuran kecil. Keduanya menyebabkan asam lambung dan makanan dari lambung kembali ke kerongkongan si Kecil. Si Kecil akan sering muntah dan merasa tidak nyaman.
  5. Kolik bisa menjadi tanda si Kecil mengalami migrain dini. Ini bisa sebagai gejala awal ataupun genetik yang diturunkan oleh orang tua.
  6. Stres dan ketegangan pada Ibu. Ibu yang mengalami kecemasan atau depresi pada saat kehamilan kemungkinan menyebabkan kecemasan yang memicu kolik pada bayi yang dilahirkan.

Cara Menenangkan si Kecil yang Menderita Kolik

Kolik memang sulit untuk ditangani karena si Kecil akan menangis terus-menerus. Namun, masih ada cara yang bisa Ibu lakukan untuk menenangkan si Kecil yang sedang kolik, yang antara lain.

Artikel Sejenis

  1. Berikan pijatan lembut kepada si Kecil. Si Kecil mungkin akan menikmati pijatan yang Ibu berikan. Namun, sembari memijat Ibu juga harus memerhatikan responnya. Jangan sampai si Kecil terlalu distimulasi.
  2. Perdengarkan suara-suara. Berikan si Kecil sedikit pengalih perhatian dengan memperdengarkannya suara-suara atau kebisingan. Ibu bisa membisikkan si Kecil dengan irama lembut dan menenangkan atau sekadar meletakkan di dada untuk mendengarkan detak jantung Ibu.
  3. Menghindarkan dari suara. Apabila si Kecil semakin rewel ketika diperdengarkan suara, maka sebaiknya bawa dia ke tempat yang lebih tenang dan gelap.
  4. Melakukan gerakan lembut. Si Kecil yang kolik biasanya akan sulit terlelap jika langsung diletakkan di tempat tidur dan disusui. Ibu bisa menidurkan si Kecil di ayunan terlebih dahulu karena si Kecil yang kolik biasanya lebih suka diberikan gerakan atau goyangan lembut.
  5. Menggendong si Kecil. Gendongan adalah posisi ternyaman untuk si Kecil karena dia bisa lebih dekat dan merasakan kehangatan kulit Ibu serta mendengar suara detak jantung Ibu.
  6. Membedong. Selain bersentuhan dengan kulit Ibu ketika digendong, meletakkan si Kecil dalam bedongan juga akan membuatnya hangat dan lebih tenang. Selain itu bedong juga dapat mencegah si Kecil bangun dari tidur karena terkejut dengan kedutannya sendiri.
  7. Mandikan dengan air hangat karena air hangat dipercaya ampuh membuat si Kecil lebih rileks.
  8. Ajak si Kecil berjalan-jalan. Ini juga salah satu cara untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa sakit yang dirasakan. Berjalan-jalan juga bisa memberikan udara segar dan suasana baru kepada si Kecil.
  9. Jaga si Kecil tetap tegak selama menyusui dan usahakan sering bersendawa untuk mencoba meredakan rasa sakit akibat gas dalam perut.
  10. Periksakan ke dokter.

Perlu Ibu ketahui bahwa kolik bukan penyakit yang menyebabkan bahaya jangka panjang dan ini wajar dialami oleh bayi pada umumnya. Oleh karena itu Ibu tidak perlu panik dan cobalah langkah-langkah di atas untuk mengatasinya.