Whatsapp Share Like
Simpan

Hampir setiap anak pernah mimisan, meskipun hanya sekali. Mimisan yang terjadi pada anak sebenarnya merupakan hal yang wajar Bu. Si Kecil biasanya rentan mengalami mimisan pada usia 2-10 tahun karena pada usia tersebut lapisan kulit dalam hidung si Kecil masih sangat tipis dan rentan terluka.

Mimisan sendiri merupakan kondisi di mana terjadi pendarahan yang terjadi di dalam hidung yang bisa disebabkan karena beberapa hal. Pada si Kecil, mimisan bisa disebabkan karena beberapa hal seperti reaksi terhadap udara yang terlalu kering atau terlalu panas, membuang ingus terlalu keras atau mengorek hidung terlalu keras. Benturan pada hidung dan ada benda asing yang masuk ke dalam hidung juga bisa menyebabkan mimisan pada si Kecil.

Mimisan yang terjadi pada si Kecil tidak jarang membuat si Kecil ketakutan dan menjadi panik. Agar mimisan cepat reda dan si Kecil kembali tenang, Ibu bisa menerapkan beberapa cara berikut untuk mengatasi mimisan pada si Kecil:

Tetap tenang & jangan panik

Hal pertama yang perlu Ibu lakukan ketika mendapati si Kecil mimisan adalah mencoba untuk tidak panik. Melihat hidung si Kecil berdarah tentu tidak hanya membuat si Kecil ketakutan, tidak jarang Ibu juga menjadi takut dan panik. Namun, jika Ibu menjadi panik akan menyebabkan si Kecil semakin takut dan menjadi tidak terkontrol.

Ada baiknya Ibu mengontrol emosi Ibu sebelum bertindak lebih lanjut untuk menangani mimisan yang terjadi pada si Kecil. Tindakan yang gegabah dan terburu-buru bisa berakibat pada luka dalam hidung si Kecil yang semakin parah lho Bu. Pastikan Ibu tenang sambil menenangkan si Kecil agar penanganan selanjutnya maksimal.

Dudukkan si Kecil dengan tegak

Setelah Ibu berhasil menenangkan si Kecil, arahkan si Kecil untuk duduk tegak dengan posisi kepala sedikit condong ke depan. Jika darah masih terus mengalir, Ibu bisa menyumbatnya dengan menggunakan kapas atau tisu di bagian ujung hidung. Hindari memasukkan tisu atau kapas ke lubang hidung karena bisa membuat hidung si Kecil menjadi luka atau iritasi.

Selama duduk, jaga posisi si Kecil agar tidak bersandar ke belakang dengan kepala menengadah ke atas atau miring ke samping. Posisi yang demikian bisa menyebabkan darah mengalir ke mulut atau kerongkongan yang bisa tertelan oleh si Kecil. Jika darah tertelan maka akan memicu si Kecil untuk muntah dan perlu penanganan lebih lanjut.

Pencet bagian hidung yang lunak

Mimisan yang terjadi pada si Kecil biasanya terjadi selama belasan menit, untuk mempercepat penghentian pendarahan Ibu bisa memencet bagian hidung si Kecil. Pencet hidung si Kecil pada bagian yang lunak bukan pada pangkal hidung. Gunakan ibu jari dan telunjuk Ibu untuk memencet bagian hidung si Kecil. Pastikan Ibu memencet hidung si Kecil selama kurang lebih 10 menit untuk memastikan darah sudah tidak keluar lagi. Jika Ibu memencet kurang dari 10 menit, biasanya pendarahan belum sepenuhnya berhenti dan akan berdarah lagi setelah Ibu tidak memencet hidung si Kecil.

Kompres area pangkal hidung dengan air es

Jika si Kecil merasakan nyeri pada hidungnya, Ibu bisa memberikan kompres pada pangkal hidung si Kecil. Gunakan air es untuk mengompres pangkal hidung si Kecil. Pengompresan pada pangkal hidung si Kecil juga bisa membantu proses penghentian pendarahan pada hidung si Kecil.

Ketika Ibu mengompres hidung si Kecil pastikan si Kecil untuk tetap tenang dan tidak banyak bergerak ya. Selain itu hindari untuk menekan pangkal hidung si Kecil agar tidak terjadi luka dan semakin nyeri.

Mimisan memang wajar terjadi pada si Kecil, namun Ibu tetap harus waspada jika si Kecil mengalami kondisi yang diluar kewajaran. Segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat jika si Kecil mengalami mimisan lebih dari 2 kali dalam seminggu, darah yang keluar ketika mimisan sangat banyak dan durasi mimisan lebih dari setengah jam, dan si Kecil mengalami batuk dan muntah karena darah terlanjur masuk ke kerongkongan.

Setelah mengalami mimisan tidak jarang si Kecil menjadi lemas, untuk mengganti energi yang dikeluarkan si Kecil dan membuat si Kecil menjadi tenang kembali, berikan si Kecil susu Frisian Flag 456 Primanutri dengan rasa Madu, Vanila atau Cokelat kesukaan si Kecil. Susu Frisian Flag 456 Primanutri juga diperkaya dengan Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), Minyak Ikan, Zat Besi, Serat Pangan Inulin, Tinggi Vitamin A, C, E, Zinc, Selenium, Kalsium, dan Vitamin D yang akan mendukung si Kecil menjadi pintar, tinggi dan daya tahan tubuh si Kecil menjadi kuat sehingga tidak mudah sakit.