Whatsapp Share Like
Simpan

Sakit perut pada si Kecil merupakan hal yang kerap kali terjadi. Walaupun umumnya tergolong ringan, namun sakit perut dapat menunjukkan gangguan kesehatan yang cukup serius. Agar tidak terlalu khawatir saat si Kecil mengalami sakit perut, Ibu sebaiknya mengenali penyebab sakit perut yang biasa dialami si Kecil terlebih dahulu. 

Umumnya, si Kecil rentan mengalami sakit perut saat usianya masih di bawah 10 tahun. Si Kecil yang sudah memiliki kemampuan berbicara mungkin sudah bisa mengatakan jika ia mengalami sakit perut. Namun, untuk si Kecil yang belum bisa mengekspresikan kondisi tubuhnya, penting bagi Ibu untuk memperhatikan tanda-tanda dan penyebab sakit perut pada si Kecil. Lumrahnya, sakit perut pada si Kecil disebabkan oleh tiga hal, antara lain:

Konstipasi (Sembelit)

Jika si Kecil mengalami sembelit, maka yang ia rasakan adalah kram pada perut serta kembung. Pada si Kecil yang berusia 2 tahun ke atas, dan terlihat tidak melakukan buang air besar selama 2 hari, maka Ibu bisa berasumsi sakit perut yang dialami si Kecil adalah karena sembelit yang menjadi penyebabnya. Umumnya, sembelit hampir menjadi penyebab utama semua keluhan sakit perut yang dialami si Kecil.

Sembelit terjadi saat gas yang dimiliki si Kecil dalam pencernaanya lebih banyak dibanding jumlah normalnya. Gas dalam perut biasanya akan diproduksi saat makanan (terutama gula) dipecah oleh bakteri dalam usus besar.

Ibu bisa mengatasi sembelit pada si Kecil dengan memberikan makanan yang cukup serat dan cairan khususnya saat si Kecil mengalami sembelit. Makan banyak, roti, susu, keju, apel, nasi, kentang, pisan bisa menyebabkan sembelit pada si Kecil. Sereal gandum dan jus buah pir dapat membantu mengatasi sembelit. Ibu sebaiknya menghindari memberikan obat pencahar untuk orang dewasa. Jika memang hingga 3-4 hari si Kecil belum juga buang air, segeralah memeriksakannya ke dokter. Selain agar mendapatkan penanganan,  agar Ibu juga mengetahui seberapa sehat dan kuat sistem pencernaan si Kecil.

Gastroesophageal Reflux (GERD)

Gastroesophageal Reflux (GERD) sering dikenal oleh masyarakat dengan sebutan asam lambung. Asam lambung yang menyebabkan sakit perut si Kecil umumnya adalah asam lambung ringan. Selain perutnya yang sakit, gejala yang ditunjukkan si Kecil biasanya adalah muntah, dan rewel saat menyusu.

Asam lambung terjadi ketika otot yang biasanya menutup kerongkongan saat selesai makan, ini tidak menutup dengan benar. Sehingga menyebabkan asam lambung bisa keluar dari perut dan menjadi penyakit asam lambung.

Untuk mengatasinya, Ibu sebaiknya menghindari makanan seperti, makanan pedas, buah asam seperti jeruk, cokelat, dan kafein untuk si Kecil. Ibu juga perlu untuk menjaga jarak makan yang benar dengan jam mendekati si Kecil tidur.

Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau umumnya disebut sindrom iritasi usus merupakan penyebab sakit perut yang terlihat sepele ditandai dengan diare, namun setelah beberapa waktu si Kecil akan mengalami sembelit beberapa hari.

Si Kecil yang terkena iritasi usus tersebut akan merasa sangat perih pada perutnya dan akan membaik seusai buang air besar. Terkadang si Kecil terlihat terkena diare, beberapa hari kemudian seperti terkena sembelit. Ibu bisa memberikan makanan dengan kandungan yang banyak serat dan sedikit lemak. Makanan tersebut diyakini dapat meringankan gejala sindrom iritasi usus.  Ibu sebaiknya menghindari memberikan si Kecil konsumsi makanan dan minuman yang mengandung fruktosa tambahan dan sorbitol yang justru memperparah diare.

Penyebab sakit perut pada si Kecil tersebut bisa membantu Ibu mengatasi sakit perut si Kecil sendiri dengan cara yang benar dan tepat. Namun, dalam beberapa kondisi, terdapat kondisi sakit perut si Kecil yang perlu Ibu waspadai karena berisiko pertanda penyakit serius, antara lain:

  • Waspadai jika anak menggosok-gosok perut bagian kanan bawah. Sebab, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa anak mengalami usus buntu.
  • Sakit perut yang terjadi terus-menerus selama 24 jam tak kunjung hilang
  • Muntah selama atau bahkan lebih dari 24 jam. Muntah berwarna hijau atau kuning, khususnya pada si Kecil berusia di bawah 3 tahun.
  • Diare hampir setiap hari ataupun diare disertai darah.
  • Demam tinggi, meski sakit perut memiliki suhu normal, demam tinggi bisa akibat adanya penyakit yang serius.
  • Sakit perut disertai buang air kecil yang terasa sakit atau sering
  • Sakit perut disertai ruam pada kulit

Jika Ibu menemukan gejala di atas pada si Kecil, segeralah membawa si Kecil ke dokter untuk melakukan diagnosa dan penanganan yang tepat. Untuk menghindari terjadinya sakit perut pada si Kecil, Ibu sebaiknya memberikan makanan berserat tinggi agar kesehatan dan daya tahan tubuhnya kuat.