Whatsapp Share Like
Simpan

Mengajak Anak untuk bertamu ke rumah kerabat atau rekan kerja bisa jadi mengasyikkan, sekaligus menantang. Bertemu dengan orang baru akan melatih mental Anak agar berani dan mudah bergaul. Selain itu, Anak juga bisa melatih kemampuan bicara serta berinteraksi dengan orang lain, agar bisa semakin fasih dan ahli.

Namun demikian, hal yang tidak boleh dilupakan ketika bertamu adalah etika. Tentu hal ini tidak tertulis secara gamblang seperti aturan untuk menjaga ketenangan di gedung bioskop atau perpustakaan. Etika bertamu, bisa menjadi cermin bagaimana pengajaran yang diberikan Ibu pada Anak ketika berada di rumah.

Orang tua mana yang tidak bangga ketika Anak mampu menjaga kesopanan dan bersikap manis ketika bertamu bukan? Setiap orang tua akan mengharapkan hal ini. Minimal, Anak tidak rewel ketika berada di rumah kerabat atau rekan kerja Ibu atau Ayah sehingga tidak menjadi gangguan ketika bertamu.

Sebelum bertamu, beberapa hal perlu diperhatikan dan diajarkan pada Anak agar memiliki etika yang baik.

Memberikan Salam

Ajarkan Anak untuk memberikan salam ketika bertamu atau memasuki rumah orang lain. Hal ini penting, agar Anak paham bahwa salam merupakan bentuk sopan santun. Salam seperti selamat pagi, selamat sore, selamat malam, atau salam lain bisa diajarkan pada Anak dengan melihat waktu kunjungan yang dilakukan bersamanya.

Artikel Sejenis

Salam juga menjadi wujud etika yang baik, karena secara langsung menunjukkan sikap menghargai pada pemilik rumah. Anak juga akan belajar bahwa salam tidak hanya sekedar ungkapan namun sebagai tanda bahwa seseorang hadir di lingkungannya.

Sapaan yang Sesuai

Mengajarkan sapaan pada orang lain juga harus diperhatikan. Pastikan Ibu mengenalkan berbagai sapaan agar Anak mampu menyapa dengan benar. Misalnya untuk menyapa saudara laki-laki dari Ibu menggunakan Paman, jika saudara perempuan menggunakan Bibi, begitu pula dengan sapaan Kakek dan Nenek serta sapaan lainnya.

Hal ini akan membuat Anak mengenali kerabat atau orang lain dengan lebih baik serta mengetahui cara yang sopan untuk memanggil orang yang lebih tua atau lebih muda. Anak juga akan terlatih mengidentifikasi orang lain di sekitarnya sehingga mengasah daya ingat dan kecerdasannya secara tidak langsung.

Ungkapan Terimakasih

Jangan lupa untuk mengajarkan Anak mengucapkan terima kasih setiap kali ia mendapatkan sesuatu, baik berupa benda maupun bukan benda. Hal ini bisa ditanamkan sejak dini dari kehidupan sekitar, agar ketika bertamu Anak telah terbiasa untuk mengucapkan terimakasih sebagai bentuk apresiasinya pada apa yang dilakukan orang lain.

Latihan bisa diberikan ketika Anak  menyeberang jalan dan dibantu oleh petugas Polisi yang ada, atau ketika Ibu mengajak Anak berbelanja dan membayar di bagian kasir, atau sesederhana mengucapkan terimakasih karena Anak dimandikan atau dibantu menggunakan sepatu. Kebiasaan baik ini akan tertanam, dan menjadi reflek Anak ketika mendapat sesuatu dari orang lain.

Meminta Izin

Ketika bertamu ke rumah kerabat, terkadang Anak perlu buang air kecil atau buang air besar. Menggunakan kamar kecil di rumah orang lain tentu harus meminta izinnya terlebih dahulu. Ajarkan Anak untuk meminta izin agar Anak bisa menunjukkan rasa menghargai dan kesopanan ketika sedang bertamu.

Meminta izin juga mengajarkan Anak bahwa tidak semua yang diinginkannya bisa langsung didapatkan. Kepemilikan suatu hal perlu dihargai, karena merupakan hak orang lain. Ketika Anak terbiasa meminta izin, maka Anak akan memahami konsep ini secara perlahan.

Tenang dan Tidak Rewel

Dua hal ini menjadi tantangan utama ketika bertamu ke rumah orang lain. Anak terkadang tidak bisa tenang dan terus menerus rewel sehingga mengganggu kenyaman Ibu dan pemilik rumah. Sebelum bertamu, biasakan agar Anak tenang dan tidak rewel, serta menyampaikan apa yang diinginkannya.

Anak yang rewel biasanya disebabkan karena lapar, kantuk, atau bosan. Ketika Anak mampu mengungkapkan hal ini. Maka Ibu bisa lebih mudah mengatasi rewel Anak. Jika Anak rewel, Ibu bisa memberikannya ruang dengan mengajaknya berjalan atau memberikan distraksi tertentu sehingga fokusnya akan teralihkan.

Etika ketika bertamu memang merupakan aturan tidak tertulis namun penting demi kenyamanan semua orang. Kemampuan Anak menunjukkan etika yang baik, menjadi tanda bahwa Anak cerdas dan mampu menghargai orang lain. Kepintaran emosional ini perlu terus diasah di rumah agar ketika bertamu atau berkunjung ke rumah saudara tidak merepotkan.

Selain pengajaran etika yang terus menerus, berikan juga asupan nutrisi yang cukup agar tumbuh kembangnya optimal. Nutrisi seperti Omega 3 dan 6 yang banyak terdapat pada minyak ikan, bisa merangsang perkembangan otaknya untuk lebih mudah menyerap pelajaran baru yang diberikan Ibu. Tentunya, asupan nutrisi tersebut bisa Ibu dapatkan pada produk susu Frisian Flag 456 PRIMANUTRI.