Whatsapp Share Like
Simpan

Kecerdasan pada bayi mencakup banyak hal, mulai dari fisik, motorik, kognisi, sensori, dan komunikasi. Dan usia 0-6 bulan merupakan tahap awal pengembangan kecerdasannya. Semakin banyak dan efektif pembelajarannya, maka semakin cepat tangkap juga dirinya di masa selanjutnya. Walaupun bayi usia ini merupakan pembelajar yang baik, namun dia belum bisa mengoordinasikan informasi tersebut sendiri. Harus ada campur tangan Ibu untuk menemani prosesnya. Selain menemani, Ibu juga bisa membantu memberikan stimulasi agar si Kecil bisa tumbuh cerdas dengan optimal. Berikut cara-cara yang bisa Ibu lakukan untuk menstimulasi kecerdasan si Kecil.

  1. Berikan ASI
    Studi membuktikan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki tingkat IQ yang lebih tinggi, setidaknya lima persen. Ini tidak mengherankan karena ASI merupakan makanan paling sempurna dan memiliki nutrisi yang sangat kaya. Takarannya pun seimbang sehingga tidak menyebabkan masalah pada tubuh si Kecil. Sebaiknya Ibu menyusui si Kecil tidak hanya pada 6 bulan pertama saja. lanjutkan memberi si Kecil air susu Ibu hingga dia berusia dua tahun.
  2. Berbicara kepada Si Kecil
    Semakin banyak Ibu berbicara kepada si Kecil, maka semakin banyak pula kosakata yang diserap oleh si Kecil. Dia mungkin tidak memberikan respon, namun kemampuan otaknya untuk menangkap stimulasi membuat dia menyerap apapun yang Ibu katakan. Ketika Ibu berbicara usahakan untuk menceritakan objek sederhana. Dan berikan respon balik ketika si Kecil mengeluarkan suara. Dengan Ibu merespon akan melatih rasa percaya diri dan emosionalnya.

  3. Menunjukkan Ekspresi
    Sama seperti kata-kata yang Ibu keluarkan, ekspresi yang Ibu tampakkan juga akan terekam dengan jelas pada dirinya. Ekspresi Ibu juga akan mengajarkan komunikasi kepada si Kecil sejak dini. Tatap matanya, tersenyum, mengangkat alis, tertawa, dan masih banyak lagi akan mengajarkan si Kecil mengenal perasaan nantinya.

  4. Memberi Contoh
    Bayi dengan kemampuan otaknya yang cakap merupakan peniru ulung. Si Kecil mungkin tidak akan mengerjakan apa yang Ibu katakan, namun dia akan meniru apa yang Ibu lakukan. Itu karena si Kecil menganalisis dan mengingat setiap gerak dan tindakan yang Ibu lakukan. Setelah itu si Kecil pun akan mulai mengikutinya. Oleh karena itu, berikanlah contoh kepada setiap pembelajaran baru yang ingin Ibu tanamkan. Contohnya, angkatlah kepala Ibu sembari tengkurap terlebih dahulu jika Ibu ingin mengajarkan cara mengangkat kepala si Kecil.

  5. Peluklah
    Memeluk akan menjadi ekspresi cinta sekaligus stimulus untuk meningkatkan perkembangan otak si Kecil. Semakin banyak Ibu memeluk si Kecil maka akan semakin erat ikatan emosional dan semakin berkembang juga keterampilan berpikirnya. Ikatan yang Ibu bentuk membuat si Kecil lebih aman dan percaya diri. Satu hal yang memotivasi si Kecil untuk berbicara adalah terhubung dengan orang lain. Itulah mengapa bayi lebih sering menunjukkan ekspresi ataupun memberikan benda hanya kepada orang yang dikenalnya.
  6. Mendengarkan Musik
    Alunan musik lembut juga menjadi salah satu yang dipercaya dapat merangsang otak si Kecil. Mendengarkan musik mampu memupuk pemikiran spasial dan temporal serta mengembangkan kemampuan numerik si Kecil. Ini akan membantu si Kecil tumbuh lebih cerdas nantinya.
  7. Perkenalkan Pada Buku
    Tidak ada kata terlalu cepat untuk memperkenalkan buku kepada si Kecil. Buku akan memperkenalkan si Kecil dengan hal-hal baru baik yang ada di rumah maupun di dunia luar. Buku mampu mengajak si Kecil bereksplorasi, mengenal kosakata baru, dan mengetahui benda-benda yang belum pernah dilihat sebelumnya melalui gambar di dalamnya. Dan kabar baiknya adalah kini kegiatan membaca buku sudah tidak membosankan lagi. Ini karena banyak sekali jenis buku interaktif dijual di pasaran. Dengan beraktivitas menggunakan buku, Ibu bisa bermain bersama si Kecil sekaligus menambah kemampuan bahasanya.  
  8. Menyentuh
    Bayi yang sering mendapatkan sentuhan seperti  belaian, pijatan, elusan, dan lain sebagainya dipercaya dapat berkembang lebih cepat dan sedikit menangis. Selain pijatan dan elusan lembut, berikan sentuhan di area yang dapat memberikan reaksi. Contohnya menyentuh tangan dan biarkan si Kecil mencoba untuk menggenggam tangan Ibu. Ini akan sekaligus melatih otot serta gerak motoriknya.
  9. Memberi Tantangan
    Memberi tantangan adalah salah satu cara efektif mengaktivasi kecerdasan si Kecil. Dengan adanya tantangan, si Kecil akan mempelajari hal baru setiap harinya. Selain itu si Kecil pun tidak akan merasa bosan.  Ibu sebaiknya memberikan tantangan yang menarik bagi si Kecil dengan aktivitas yang sesuai usia. Gunakan objek seperti kertas, balok, bola, dan benda lain yang bisa digunakan untuk membuat game dan kegiatan sederhana di rumah.


Itu tadi beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk membantu stimulasi kecerdasan si Kecil. Namun saat memberikan stimulasi, Ibu juga harus mempertimbangkan kemampuan menerima si Kecil. Sebaiknya tidak memberikan stimulasi secara berlebih dan membuat si Kecil terlalu kelelahan.